KHOTBAH 2: SEMUANYA ADALAH KASIH KARUNIA (Efesus 2:1-10)
Hidup kita adalah anugerah Allah. Seperti Tema kita: semuanya adalah kasih karunia. Kita bisa bangun pagi ini, kita bisa melihat mentari terbit di hari yang cerah, kita bisa mendengar suara kendaraan di jalanan kota, atau burung – burung yang bernyanyi pagi hari. Semua itu kita nikmati dengan gratis. Setiap tarikan nafas, setiap detak jantung, kita tidak membayarnya. Tapi ada yang jauh lebih berharga dari semua yang saya sebut tadi. Keselamatan kita adalah pemberian Allah secara cuma – cuma untuk kita padahal kita tidak pantas, kita tidak layak menerimanya. Mengapa tidak pantas? Paulus jelaskan dalam ayat 1 – 3 diluar Kristus manusia itu mati. Semua kita tanpa terkecuali, Paulus sebut termasuk dirinya, juga kita sekalian, dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosa, karena mengikuti cara hidup duniawi, karena pemberontakan terhadap Allah. Dosa itu bukan hanya soal melakukan kejahatan mencuri dll saja, tapi dosa adalah terasing, terpisah dari Allah, hidup di luar Allah. Kita semua berdosa: diperanakan dan dikandung dalam dosa. Keberadaan dalam dosa itu, kita tidak dapat menyelamatan diri sendiri. Kita adalah orang – orang yang patut mendapat murka Allah. Tapi syukur kepada Allah karena kita diselamatkan karena kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus. Itu bukan hasil usaha kita, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaan kita, sehingga tidak ada seorangpun bisa memegahkan diri (Ef. 2:8-9).
Kasih karunia menunjuk pada pemberian Allah kepada manusia karena belas kasihNya walaupun sesungguhnya manusia tidak layak menerimanya. Allah menyelamatkan manusia untuk menyingkapkan rahmat-Nya yang kaya (ayat 4), untuk menyatakan kasih-Nya yang besar (ayat 4), untuk menyatakan anugerah-Nya yang berlimpah-limpah (ayat 7,8) dan untuk mengungkapkan kebaikan-Nya (ayat 7). Kita menerima kasih karunia Allah bukan berarti kita boleh egois, hanya menerima dan tidak memberi. Jika kita telah menerima kasih karunia yang berharga dalam Kristus, maka kita juga diberi tanggung jawab iman. Dalam ayat selanjutnya Paulus menjelaskan hal itu. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (ay 10).
Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik, tetapi kita diselamatkan untuk melakukan perbuatan baik. Bukan perbuatan baik yang menyelamatkan, tetapi perbuatan baik itu merupakan salah satu tanda bahwa kita telah diselamatkan. Tugas kita ialah menerima pemberian itu dan meneruskannya kepada sesama sebagai tanda ucapan syukur kita. Paulus menasihatkan agar orang percaya di Efesus tetapi juga saya dan saudara untuk hidup dalam pekerjaan baik. "Hidup di dalam pekerjaan baik" berlawanan dengan "hidup di dalam dosa", ayat 2. Itu berarti hidup di dalam pekerjaan baik ialah terus - menerus melakukan Kebaikan, Kebenaran, Keadilan dan Kejujuran. Kita diselamatkan untuk memberitakan keselamatan itu. Kita diberkati untuk menjadi berkat. Kita menerima untuk memberi. Hiduplah dalam kerendahan hati, tidak ada alasan untuk sombong. Semua karena Tuhan. Hiduplah dalam ucapan syukur, setiap hari adalah anugerah. Hiduplah dalam kasih, jika kita telah menerima kasih, kita dipanggil untuk membagikannya. Hiduplah dalam pengharapan, di dalam Kristus Yesus yang memberi jaminan hidup kekal kepada kita. Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati


Belum ada Komentar untuk "KHOTBAH 2: SEMUANYA ADALAH KASIH KARUNIA (Efesus 2:1-10)"
Posting Komentar
Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.