SEMUA ADALAH KASIH KARUNIA (Efesus 2:1-10)
Orang beragama pada hakikatnya bertujuan untuk mengalami keselamatan baik pada kehidupan dalam dunia sekarang ini maupun pada dunia baru yang akan datang. Karena itu, orang beragama berusaha untuk hidup baik, sekalipun ada agama tertentu yang mengajarkan membunuh orang untuk keselamatan. Baik usaha hidup baik untuk keselamatan maupun membunuh untuk keselamatan menunjukan bahwa agama itu memiliki karakter yang antroposentris, atau berpusat pada manusia. Keselamatan tergantung pada perbuatan manusia. Ini berbeda dengan kesaksian Alkitab mengenai keselamatan.
Perhatikan apa yang dikatakan Rasul Paulus kepada orang Kristen di Efesus. “Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. iIu bukan hasil pekerhaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri”. (ayat 8-9). Keselamatan adalah anugerah, pemberian Allah, bukan usaha manusia, bukan hasil pekerjaan manusia, termasuk manusia beragama. Boleh dikatakan ajaran agama bahwa keselamatan adalah karena perbuatan manusia merupakan ajaran yang menyesatkan. Orang beragama tapi tidak bertuhan, pasti menganggap itu sebuah dogma yang harus dipertahankan bahkan dibela. Tetapi orang berTuhan, yang beriman kepada Allah yang menyatakan diri di dalam dan melalui Yesus Kristus, yang mati dan bangkit, pasti percaya bahwa keselamatan itu adalah anugerah dan pemberiaan cuma-cuma dari pihak Allah kepada manusia. Karena itu, protestantisme mewarisi paham soteriologi sola gratia, sesuai pandangan tokoh reformasi, Martin Luter.
Rasul Paulus mengingatkan orang Kristen, bahwa sebelum percaya kepada Ktistus sesungguhnya kita tidak hidup dalam kehendak Tuhan, melainkan hidup “di dalam hawa nafsu daging dan menurut kehendak daging, dan pikiran kita”(ayat 2) manusia. Orang seperti ini, adalah “orang-orang yang harus dimurkai”(ayat 3), dan tentu dibinasakan. Jadi kalau mau tanya, siapakah orang Kristen itu? maka harus dikatakan, bahwa orang Kristen itu adalah orang yang hidup dengan nafsu kedagingan dan berada dalam murka Allah, dan kebinasaan. “Tetapi”, kata Rasul Paulus, “Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh pelanggaran-pelanggaran kita, Kristus – oleh anugerah kamu diselamatkan…”(ayat 4-5). Jadi, singkatnya orang Kristen adalah orang berdosa yang diselamatkan. Sehingga selalu patut diingat oleh setiap orang Kristen, bahwa hidupnya adalah sebuah anugerah. Bagaimana kita harus menjawab anugerah itu?
Mari kita perhatikan ayat 10. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Krisrus Yesus untuk malakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”. Keberadaan orang Kristen yang hidup dalam keselamatan, adalah wujud pekerjaan Allah di dalam Kristus Yesus, dan ini patut kita respons dengan melakukan kebaikan, bukan kejahatan. Sebab di dalam Kristus itu, kita dipersiapkan Allah untuk menyatakaqn kebaikan, sebagai bukti bahwa kita ada dalam keselamatan. Ini kehendak Allah bagi orang Kristen, hidup melakukan pekerjaan yang baik, menyatakan keselamatan dalam kehidupan yang baik dan benar. Jadi orang Kristen melakukan hal-hal yang baik, bukan supaya memperoleh keselamatan, melainkan karena sudah hidup dalam keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus.
Marilah kita menjadi orang Kristen, dan secara khusus warga GKI di Tanah Papua, yang senantiasa hidup dalam kehendak Allah, yaitu menjauhan diri dari segala kejahatan, dan melakukan kebaikan di hadapan Allah dan di antara sesama manusia untuk menjadi kesaksian bagi dunia, bahwa kita sudah memperoleh anugerah keselamatan yang dikarunikan Allah. Warga GKI ingatlah bahwa GKI ini di Tanah Papua pandang hidup bergereja kita adalah Teologi Kerajaan Allah. Dengan pandangan tersebut, maka setiap warga GKI tidak bisa tidak, dan mau tidak mau, sudah mesti memperlihatkan perbuatan baik sebagai tanda Kerajaan Allah itu. Dengan pandangan hidup bergereja tersebut tidak ada tempat dalam GKI di tanah Papua untuk segala kejahatan apapun bentuknya. Jadikanlah hari ini sebagai titik awal yang baru untuk hidup sebagai warga GKI yang sejati, GKI yang bebas dari kejahatan. GKI sebagai Tubuh Kristus yang kudus. Amin! (Penulis: Pdt. Dr. Sostenes Sumihe, M. Th)


Belum ada Komentar untuk "SEMUA ADALAH KASIH KARUNIA (Efesus 2:1-10)"
Posting Komentar
Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.