KEPEDULIAN TUHAN DAN KETIDAKPATUHAN YUNUS (Yunus 1:1-17)

Merpati tak pernah ingkar janji. Itu satu judul lagu yang pernah populer di tahun 2000-an. Itu juga sebuah ungkapan tentang merpati sebagai hewan yang setia. Merpati menjadi simbol kesetiaan dan cinta abadi. Itu sebabnya simbol merpati sering dipakai dalam undangan maupun dekor pernikahan. Nama Yunus artinya merpati.  Namun sikap Yunus bertolakbelakang dari arti namanya. Yunus malah keras hati, marah, dan tidak bertanggung jawab terhadap tugas. Kita semua tahu kisah Yunus dari Sekolah Minggu. Tapi ini bukan sekedar kisah tentang Yunus, Ikan Besar dan Niniwe. Ini tentang kasih karunia Allah yang menjangkau manusia dan karena itu kita mesti bersyukur sebab Allah itu peduli dan kita mesti taat serta bertanggung jawab terhadap tugas. Tema kita: Kepedulian Tuhan dan Ketidakpatuhan Yunus.

 

Kisah Yunus diawali dengan kalimat: “Datanglah Firman Tuhan kepada Yunus bin Amitai”. Tuhan yang datang dan berbicara kepada Yunus. Tuhan mengenal Yunus. Yunus bin Amitai – anak Amitai. Ayah Yunus bernama Amitai. Tuhan memilih Yunus sebagai alatNya. Bukan karena siapa Yunus tetapi karena kehendak Tuhan. Kita ada di bulan baru, kita melayani Tuhan sebagai Majelis Jemaat, Badan Pelayan Unsur, kita ada sebagai Panitia Sidang jemaat yang hari ini dilantik, itu karena Tuhan. Tuhan mau pakai kita sebagai alatNya untuk pembangunan tubuh Kristus bagi kemuliaan namaNya. Apa respons Yunus terhadap panggilan Tuhan itu? Yunus melarikan diri jauh dari hadapan Tuhan. Ada 3 kali Frasa jauh dari hadapan Tuhan diulangi. Bukan hanya soal jarak suatu tempat, karena Yunus pergi ke Yafo, bayar tiket dan naik kapal ke Tarsis tempat yang jauh itu. Tapi ini menegaskan Yunus yang menolak Tuhan dan panggilanNya. Saat terjadi badai besar, semua orang dikapal berteriak minta tolong pada ilah mereka masing – masing. Tapi Yunus santai saja, tidur dengan nyenyak di bagian bawah kapal. Awak kapal berusaha sekuat tenaga buang muatan yang ada. Yunus terlelap dan tidak terganggu dengan semua situasi itu. Sampai Nakhoda membangunkan Yunus dan meminta Yunus untuk berdoa kepada Allah. Tidak disebutkan bahwa Yunus langsung berdoa. Yunus no respons. Yunus sudah mati rasa terhadap Tuhan dan panggilan Tuhan. Tapi Yunus mo jago sampai di mana? Yunus tra bisa melawan Tuhan. Tuhan itu Allah yang berdaulat. Sejauh apapun Yunus berlari. Sekeras apapun Yunus menutup hatinya. Tuhan bisa mendapatkan Yunus. Badai besar yang terjadi. Hasil undian kena pada Yunus. Tuhan yang stell semua. Yunus akhirnya harus jujur mengaku siapa dirinya dan bagaimana dia terhadap Tuhan.

 

Awak kapal yang tidak mengenal Allah Israel masih punya rasa peduli dan belas kasihan. Mereka tidak menghakimi Yunus. Dong tidak keroyok dan pukul Yunus sampe babak belur. Merekalah yang bertanya kepada Yunus apa yang harus dilakukan. Yunus meminta mereka membuangnya ke laut. Tapi toh orang – orang itu masih berusaha mendayung ke darat, masih mencoba menolong Yunus. Tapi orang – orang di kapal maupun Yunus tidak bisa stell Tuhan. Laut semakin bergelora, mereka berdoa mohon ampun dan membuang Yunus ke laut. Laut berhenti mengamuk. Orang – orang itu menjadi takut kepada Tuhan, mempersembahkan korban dan mengikrarkan Nazar. Orang – orang yang tidak percaya kepada Allah Israel saja bisa bersyukur atas keselamatan mereka. Bagaimana dengan kita? Jujur kita mengakui bahwa Yunus adalah gambaran kehidupan kita. Kita tahu kehendak Tuhan, tetapi keraskan hati. Kita mengaku melayani tapi hilang tanpa kabar. Kita terima tugas tapi kurang bertanggungjawab. Terima berkat banyak tapi lupa bersyukur. Dipanggil untuk peduli, tetapi bikin malas tahu. Hari ini mari kita bersyukur sebab Tuhan selalu peduli. Kita punya Tuhan yang penuh kasih setia dan rahmat. Tuhan tetap peduli Yunus yang sudah lari jauh dariNya. Tuhan peduli Niniwe yang jahat. Tuhan peduli orang – orang di kapal yang tidak mengenalNya. Yunus yang dibuang ke laut tidak mati tenggelam. Yunus yang ditelan ikan besar, tidak mati meski berada perut ikan tiga hari tiga malam. Semua atas penentuan Tuhan. Tuhan mengejar, menjangkau, menegur, dan memulihkan dengan kasih karuniaNya. Kasih Tuhan yang besar itu menjangkau kita sekalian. Yunus diperut ikan 3 hari, demikian juga Yesus dalam kematian tetapi kemudian Yesus bangkit semua untuk keselamatan kita. Mari kita belajar taat dan bertanggung jawab dalam pelayanan yang Tuhan percayakan. Terima kasih bp/Ibu/sdr yang sudah bersedia untuk dilantik sebagai panitia Sidang XXI JZK. Setialah dan jangan ingkar janji. Jika hidup sekarang kita sedang berada dalam badai, jika saat ini kita seolah sedang berada “di dalam perut ikan”, terbelenggu dengan pergumulan sakit, kesulitan hidup, ingatlah bahwa Tuhan masih peduli dan belum selesai dengan hidup kita. Tetap percaya dan setia. Amin

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KEPEDULIAN TUHAN DAN KETIDAKPATUHAN YUNUS (Yunus 1:1-17)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

KEPEDULIAN TUHAN DAN KETIDAKPATUHAN YUNUS (Yunus 1:1-17)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed