RANCANGAN KHOTBAH: PEDULI SEPERTI ABRAM DAN MELKISEDEK (Kejadian 14:17-24)

Gagasan Utama:

Allah adalah Allah yang peduli menghendaki umatNya hidup dalam kepedulian.

 

Tujuan yang akan dicapai:

Agar jemaat memiliki kepedulian dan integritas seperti Abram dan Melkisedek.  

 

Konteks saat itu:

Kitab Kejadian adalah kitab pertama dalam Alkitab. Kitab Kejadian dalam bahasa Ibrani disebut Berēʾšît (בְּרֵאשִׁית) yang berarti “Pada mulanya”, diambil dari kata pertama kitab ini (Kej. 1:1). Dalam bahasa Yunani (Septuaginta) disebut Genesis, artinya “asal-usul” atau “permulaan”. Kejadian dibagi dalam 2 bagian besar yaitu Pasal 1-11 berisi awal kejadian Manusia dan Pasal 12 – 50 berisi sejarah leluhur Israel: Abram, Isak dan Yakub. Kejadian 14:17-24 berisi perjumpaan Abram dengan Raja Sodom dan Melkisedek Raja Salem, setelah kemenangan Abram atas Kedorlaomer dan sekutunya. Sodom adalah salah satu kota utama di Lembah Yordan (Kej. 13:10), wilayah yang subur dan makmur. Kota – kota di Lembah Yordan yakni Sodom, Gomora, Adma, Zeboim, dan Zoar (Kej. 14:2). Tidak disebutka nama Raja Sodom tetapi bila merujuk pada Kejadian 14:2 disebutkan Raja Bera dari Sodom. Salem menunjuk pada Sion Kota Allah adalah nama kuno untuk Yerusalem; di zaman Abram Yerusalem belum menjadi kota Israel. Melkisedek yang menjadi Raja Salem adalah bayangan Kristus dalam Perjanjian Baru.

 

Kaitan dengan PB dan Yesus:

Dalam Kejadian 14:18–20, muncul tokoh Melkisedek, raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Ia memberkati Abram dan mempersembahkan roti dan anggur. Dalam Perjanjian Baru Ibrani 7:1–17 secara eksplisit menafsirkan Melkisedek sebagai tipe (bayangan) Yesus Kristus. Melkisedek: Raja dan imam Yesus adalah Raja segala raja dan Imam Besar yang kekal. Raja Salem (damai) Kristus adalah Raja Damai (Yesaya 9:5; Efesus 2:14). Melkisedek memberkati Abram; Yesus adalah sumber berkat sejati. (Efesus 1:3).

 

Penjelasan Teks:

Ayat 17: Menyambut Pahlawan Yang Menang

Abram kembali setelah kemenangan atas Kedorlaomer dan sekutunya. Abram baru saja mengalahkan kekuatan besar, membebaskan Lot dan memulihkan kota-kota yang ditawan. Lalu Raja negeri Sodom keluar dari Lembah Syawe yakni Lembah Raja dan menyongsong Abram. Kata “menyongsong” (yātsā’) berarti inisiatif aktif untuk bertemu dengan maksud tertentu. Raja Sodom menyongsong Abram sebab Sodom diuntungkan dengan kemenangan Abram. Sodom mengakui kemenangan Abram dan menginginkan negosiasi lebih lanjut dengan Abram. Lembah Syawe secara geografi merupakan titik pertemuan antara kota (wilayah selatan – timur dekat Salem) dengan medan terbuka sebagai tempat bagi penyambutan pahlawan perang dan menjadi lokasi netral untuk diplomasi dan pembagian hasil perang.

 

Ayat 18-20: Perjumpaan yang menjadi berkat dan menguatkan

Melkisedek disebut Raja Salem dan Imam Allah yang Mahatinggi. Ini sangat unik, karena pada masa itu fungsi raja dan imam biasanya terpisah. Melkisedek adalah satu-satunya tokoh dalam Perjanjian Lama yang secara memegang dua jabatan sekaligus sebelum zaman Israel: raja dan imam. Nama Melkisedek berasal dari bahasa Ibrani Malkî-edeq, yang berarti rajaku adalah kebenaran atau raja kebenaran. Sementara itu, Salem berarti “damai” (shalom) dan sering diidentifikasi dengan Yerusalem (bdk. Mazmur 76:3). Dengan demikian, Melkisedek Raja Salem menunjuk pada Raja Kebenaran dan Raja Damai. Melkisedek disebut imam, sebelum sistem keimaman Lewi muncul dan dihubungkan langsung dengan Allah yang Mahatinggi. Melkisedek adalah imam El Elyon, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi. Ini menunjukkan bahwa penyembahan kepada Allah yang sejati sudah ada di tengah bangsa-bangsa. Melkisedek bukan bagian dari garis keturunan Abraham, namun ia mengenal dan melayani Allah yang sama. Allah bekerja melampaui batas etnis dan silsilah. Melkisedek menyambut Abram yang menang dengan membawa Roti dan Anggur. Ini adalah bentuk keramahtamahan dan kepedulian Melkisedek kepada Abram dan pasukannya yang lelah setelah perang. Roti dan Anggur juga menjadi simbol kehidupan, persekutuan, dan berkat Allah. Jika Raja Sodom menemui Abram untuk tawaran dan negosiasi demi keuntungan pribadi, Melkisedek berjumpa dengan Abram dalam kepedulian yang menguatkan. Kepedulian sejati selalu menghubungkan manusia dengan Allah, bukan menarik kemuliaan kepada diri sendiri. Melkisedek mengajarkan bahwa kepedulian bukan hanya soal memberi bantuan, tetapi juga menghadirkan penguatan rohani, pengharapan, dan pengakuan akan karya Allah. Roti dan Anggur dipandang sebagai bayangan dari Perjamuan Kudus yang kelak digenapi dalam Kristus. Kemudian Melkisedek memberkati Abram dan memuji Allah. Melkisedek mengarahkan Abram untuk mengakui bahwa kemenangan berasal dari Allah, bukan dari kekuatan manusia. Kepedulian sejati mengalir dari relasi dengan Allah. Lalu Abram meresponi berkat itu dengan memberi sepersepuluh dari semua miliknya. Abram memberi persepuluhan karena mengakui dalam iman bahwa Allah adalah sumber berkat dan kemenangan. Kepedulian sejati berkaitan dengan kerendahan hati yang mendorong Abram untuk bersyukur. Orang yang peduli tidak merasa paling berjasa, tetapi sadar bahwa ia hanyalah alat di tangan Tuhan. Dalam konteks kehidupan kita hari ini, kepedulian seperti Abram mengajak kita untuk berbagi bukan dari kelebihan, tetapi dari hati yang bersyukur.

 

Ayat 21-24: Integritas Mengalahkan Godaan

Raja Sodom memberikan penawaran kepada Abram. Ia meminta orang – orangnya (tawanan perang yang telah dibebaskan Abram) dan sebagai gantinya Abram dapat mengambil seluruh harta benda hasil rampasan yang tentu akan menambah kekayaan Abram. Sodom menjadi simbol godaan dunia yang menggiurkan. Kejadian 13:13 mencatat bahwa orang Sodom sangat jahat dan berdosa kepada Tuhan. Tawaran Raja Sodom kepada Abram terlihat menguntungkan Abram. Secara hukum penawaran itu sah dan itu menjadi hak Abram sebagai pemenang perang. Tetapi Abram menolak tawaran itu. Abram memegang integritasnya. Ia berperang bukan untuk menambah kekayaan tapi untuk menyelamatkan Lot. Abram tidak mau bersekutu dengan Sodom yang jahat. Abram menjaga nama baik dalam hidup jujur dan benar atas kekayaannya sendiri. Abram bersumpah tidak mengambil keuntungan dari hasil jarahan itu – bahkan seutas benang atau tali kasut. Seutas benang dan tali kasut adalah simbol sesuatu yang sangat kecil, tidak berarti dan sepele. Abram menolak keuntungan sekecil apapun dan menutup semua kemungkinan kompromi. Abram menghadapi godaan yang menggiurkan tapi ia tidak tergoda. Abram tahan uji karena memiliki integritas di dalam Tuhan. Abram memilih berkat Allah daripada harta duniawi. Abram percaya bahwa Allah yang memberi kemenangan kepadanya adalah sumber berkat yang akan memberkatinya dengan berkat – berkat yang melebihi tawaran Raja Sodom. Abram memperhatikan hak Abner, Eskol dan Mamre, mereka dapat mengambil bagian mereka masing – masing. Peduli berarti tidak merugikan orang lain

 

Referensi lain dalam Alkitab:

Ibrani 7:1-10 tentang Kristus dan Melkisedek

Amsal 21:31 “Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.”

Efesus 1:3 “Terpujilah Allah … yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”

Kejadian 28:22 “Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”

Mazmur 62:11 “Sekalipun harta bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.”

 

Ilustrasi:

ü Seorang atlet yang menang besar mengangkat tangan bukan untuk pamer, tetapi menunjuk ke atas, sebagai tanda syukur kepada Tuhan. Ia tahu latihan penting, disiplin penting, tetapi kemenangan adalah anugerah. Abram berkata, “Aku telah mengangkat tanganku kepada TUHAN, Allah Yang Mahatinggi.” Abram menyatakan bahwa hidupnya, kemenangannya, dan masa depannya ada dalam tangan Tuhan, bukan dalam harta raja Sodom.

ü Seorang konten kreator diperhadapkan dengan pilihan: membuat video yang mendapatkan keuntungan besar tapi tidak menampilkan nilai – nilai iman? Ataukah membuat video edukatif yang membantu banyak orang walaupun tidak memberi keuntungan besar? Raja Sodom menawarkan keuntungan instan. Abram melihat lebih jauh: reputasi iman dan integritas jauh lebih mahal daripada keuntungan cepat.

 

Aplikasi:

ü Allah adalah pemilik langit dan bumi. Hidup dan masa depan kita sepenuhnya berada dalam tangan Allah. Pelayanan, jabatan, pendidikan tinggi, atau keberhasilan hidup bukan alasan untuk sombong, melainkan kesempatan untuk memuliakan Tuhan.

ü Yesus adalah sumber segala berkat; Raja dan Imam besar yang Mahatinggi. Percayalah kepadaNya dan andalkan Yesus dalam kehidupan.

ü Persembahan adalah ekspresi syukur dan pengakuan atas karya Allah. Memberi bukan untuk mendapat berkat, tetapi karena telah diberkati. Persembahan, waktu, tenaga, dan talenta yang kita berikan dalam gereja dan pelayanan mesti lahir dari hati yang bersyukur. Memberi bukan soal jumlah, tetapi sikap hati yang mengakui Tuhan sebagai sumber hidup.

ü Peduli seperti Melisedek yakni kepedulian yang menguatkan; kepedulian yang memperkuat relasi dengan Allah bukan yang menguntungkan diri sendiri. Mari mulai peduli dari keluarga, dalam Gereja dan masyarakat

ü Peduli berarti rendah hati dan selalu bersyukur. Orang yang yang peduli tidak merasa paling berjasa, tetapi sadar bahwa ia hanyalah alat di tangan Tuhan. Peduli seperti Abram berarti kita berbagi bukan dari kelebihan, tetapi dari hati yang bersyukur.

ü Peduli seperti Abram berarti berintegritas, mengalahkan godaan dan tidak merugikan orang lain. Peduli berarti tidak memanipulasi, dan tidak mengorbankan integritas. Dalam melayani dan peduli, motivasi kita haruslah kasih dan kebenaran, bukan keuntungan, popularitas, atau pengaruh.

ü Kepedulian itu bisa diwujudkan dengan hadir bagi yang lemah, berbagi dengan yang kekurangan, mendengarkan yang terluka, dan tetap menjaga kejujuran serta iman di tengah dunia yang penuh kompromi.

 

Penutup:

Kejadian 14:17–24 mengajak kita memilih jalan kepedulian yang benar. Peduli seperti Abram—berani, rendah hati, dan berintegritas. Peduli seperti Melkisedek—memberi yang menguatkan dan mengarahkan kepada Allah. Biarlah di tengah dunia yang sering kali acuh tak acuh, kita menjadi pribadi – pribadi, keluarga dan persekutuan gereja yang memiliki kepedulian dan integritas (hidup benar). Amin

 

Usulan Untuk Ibadah Rayon dan Unsur:

Metode sesuai Buku Manna:

 

Aktivitas/Games: "Tawaran Raja Sodom"

Tujuan: Melatih peserta membedakan antara berkat Tuhan dan godaan yang mengikat.

Alat: Kartu berisi situasi kehidupan (misalnya: uang cepat dari judol, butuh uang dan dapat dompet isi uang di jalan, jabatan instan, mendapat jabatan tapi jauh dari keluarga, Mendapat Jodoh tapi menyangkal Kristus)

Proses:

Peserta dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok mendapat satu kartu situasi.

Kelompok berdiskusi: Terima atau tolak? Apa risikonya bagi iman?

Tiap kelompok mempresentasikan hasilnya.

Refleksi: Abram memilih hidup bersih di hadapan Tuhan daripada dipuji manusia dan beroleh keuntungan.

 

Aktivitas/Games: “Menolong Tanpa Pamrih”

Tujuan: Melatih kerja sama, kepekaan, dan ketulusan.

Alat: Tali / kain penutup mata, Bola atau benda ringan

Proses:

Peserta dibagi kelompok. Satu orang ditutup matanya (melambangkan yang membutuhkan pertolongan). Anggota lain memandu dengan suara untuk menyelesaikan misi (memindahkan bola ke tempat tujuan). Tidak boleh menyentuh, hanya boleh menuntun dengan kata-kata.

Dapat dilakukan dengan lebih variatif, kelompok lain menjadi penggoda yang mempengaruhi orang yang ditutup matanya tidak mencapai tujuannya.

Refleksi: Bagaimana rasanya menolong tanpa menguasai? Apakah kita menolong demi pujian atau demi kasih?

 

Aktivitas/Games: “Siapa yang Kita Bela?”

Tujuan: Menumbuhkan kepekaan terhadap sesama yang terpinggirkan.

Alat: Kartu berisi kata: orang sakit, janda, anak putus sekolah, pengungsi, keluarga berduka.

Proses:

Peserta dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok mendapat satu kartu.

Diskusikan:

ü Bentuk kepedulian konkret apa yang bisa kita lakukan?

ü Tantangan apa yang mungkin dihadapi?

Sampaikan hasil diskusi.

Refleksi: Kepedulian Kristen tidak memilih-milih siapa yang layak ditolong.

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "RANCANGAN KHOTBAH: PEDULI SEPERTI ABRAM DAN MELKISEDEK (Kejadian 14:17-24)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed