KEPEDULIAN ABRAM, KEBEBASAN LOT (Kejadian 14:1-16)
Manusia lebih sering menghakimi daripada peduli. Lebih sering peduli dengan ucapan daripada bertindak untuk menolong. Kalau ada kejadian orang jatuh, kecelakaan, perkelahian, maka banyak orang berkerumun untuk apa? Untuk menonton. Untuk ambil video, posting videonya dimedsos, bisa fyp, bisa viral, bisa untung. Manusia lebih memikirkan keuntungan bagi diri sendiri dan kehilangan kepedulian bagi sesame. Dalam Kejadian 14 kita membaca tentang Abram yang peduli pada Lot, saat Loy mengalami kesulitan. Tema kita: Kepedulian Abram dan Kebebasan Lot.
Kejadian 14 mencatat peperangan besar antara raja-raja di wilayah Mesopotamia dan Kanaan. Dalam konflik ini, kota Sodom dan Gomora kalah, sehingga harta benda dan penduduknya ditawan. Lot, yang tinggal di Sodom, ikut menjadi tawanan. Pilihan Lot sebelumnya memilih tanah yang subur dan kota yang makmur (Kej. 13) ternyata membawanya ke dalam situasi yang sulit. Kebebasan yang ia cari ternyata berubah menjadi belenggu. Tapi kisah ini bukan hanya tentang perang atau siapa yang menang dan kalah, tapi juga tentang rasa peduli yang didorong oleh kasih dan dinyatakan dalam tindakan.
Kepedulian Abram yang Melampaui Kepentingan Pribadi. Ketika Abram mendengar bahwa Lot, ponakannya, tertawan, Abram tidak bersikap acuh tak acuh. Padahal, secara manusiawi Abram bisa berkata, “Itu akibat pilihanmu sendiri.” Namun Abram tidak melakukan itu. Ia mengumpulkan 318 orang terlatih dari rumahnya dan mengejar para raja penawan. Sebenarnya ada dua faktor yang dapat menghalangi Abram untuk menyatakan kasihnya. Pertama, kekuatan para musuh. Di pasal ini, penulis mengisahkan adanya dua kekuatan besar yang bermusuhan, yaitu Kedorlaomer dan sekutunya di satu pihak serta Sodom dan Gomora beserta sekutunya di pihak lain (1-7). Kerajaan Kedorlaomer dan sekutunya adalah kerajaan yang besar. Mereka adalah bangsa yang kuat dan terlatih berperang. Abram bertindak dalam kepedulian tanpa memikirkan resiko. Keberanian Abram bukanlah keberanian yang nekat. Abram berani bertindak karena percaya bahwa Allah menyertainya. Abram tahu bahwa hidupnya berada di tangan Tuhan. Oleh karena itu, ia tidak mengandalkan kekuatan militer semata, tetapi penyertaan Allah. Kedua, adalah konflik yang pernah muncul antara Abram dengan Lot khususnya gembala – gembala mereka mengenai ladang penggembalaan. Konflik yang menyebabkan terpisahnya tempat tinggal mereka, ternyata tidak disimpan Abram di dalam hatinya. Maka ketika mendengar bahwa Lot menjadi tawanan perang, Abram menunjukkan kasih yang besar dengan mengerahkan pasukan untuk mengejar musuh (14). Abram melakukan itu bukan sekedar karena Lot adalah ponakannya. Tapi Abram bertindak menolong karena di dorong oleh kasih Tuhan. Kepedulian Abram bukan kepedulian pasif, tetapi kepedulian yang bertindak. Ia rela mengambil risiko, mengorbankan tenaga, waktu, dan sumber daya demi menyelamatkan Lot. Abram mengajarkan bahwa kasih sejati tidak berhenti pada empati, tetapi bergerak dalam tindakan nyata. Kepedulian yang lahir dari iman akan mendorong kita untuk terlibat, bukan sekadar menonton dari kejauhan. Abram berhasil mengalahkan musuh dan membebaskan Lot beserta harta bendanya. Kemenangan ini menunjukkan bahwa kepedulian yang berakar pada iman tidak akan sia-sia. Ketika kita peduli sesuai kehendak Tuhan, Allah sendiri yang bekerja membuka jalan.
Lot awalnya memilih kebebasan menurut pandangannya sendiri. Ia memilih tanah yang subur dan kota yang menjanjikan kenyamanan. Namun kebebasan yang tidak disertai hikmat dan ketaatan kepada Allah sering kali berujung pada kehancuran. Lot menjadi tawanan perang. Tidak semua pilihan yang tampak baik membawa kebaikan. Lot bebas memilih, tetapi pilihannya membawa konsekuensi yang mengikat. Mari mengambil pilihan sesuai yang Tuhan mau bukan sesuai apa yang kita pandang baik. Meskipun Lot salah memilih, Allah tidak meninggalkannya. Melalui Abram, Allah membebaskan Lot. Abram adalah bayangan Kristus. Kristus datang bukan untuk menyalahkan tetapi membebaskan. Bukan untuk menghukum dunia, tetapi menyelamatkan dunia. Jika Tuhan memakai Abram sebagai alat pembebasan. Allah juga memakai hidup kita untuk menjadi saluran pembebasan bagi orang lain yakni mereka yang terjebak dalam kesalahan, dosa, atau situasi sulit akibat pilihan hidupnya sendiri. Mari menjadi pribadi yang peduli karena iman, bukan karena kepentingan pribadi. Kepedulian yang sejati lahir dari relasi yang benar dengan Allah. Mari menjadi pribadi yang menunjukan kasih yang bertindak, iman yang berani, dan kepedulian yang membebaskan. Amin. Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.


Belum ada Komentar untuk "KEPEDULIAN ABRAM, KEBEBASAN LOT (Kejadian 14:1-16)"
Posting Komentar
Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.