KHOTBAH AKHIR TAHUN 2025: TUHANLAH SUMBER KEKUATAN DAN SUKACITA (I Tawarikh 16:7-36)

Malam ini kita berdiri di perbatasan waktu. Di belakang kita ada 365 hari dengan tawa dan air mata. Ada doa yang Tuhan jawab. Ada perjuangan yang menguatkan iman. Ada berkat yang kita nikmati. Ada keluarga yang Tuhan pelihara. Ada pekerjaan yang Tuhan jaga. Ada sakit yang Tuhan sembuhkan. Ada air mata yang Tuhan hitung satu per satu. Sedangkan di depan kita terbentang hari-hari yang belum kita ketahui sama sekali. Tahun 2026 yang masih penuh rahasia. Firman Tuhan malam ini mengingatkan: di tengah semua itu, hanya satu sumber yang tidak pernah berubah: TUHAN. Tuhanlah sumber kekuatan dan sukacita kita. Itu Tema kita saat ini.

 

Daud menyanyikan pujian ini saat tabut Tuhan kembali ke Yerusalem. Tabut Tuhan adalah simbol kehadiran Tuhan. Tuhan kembali hadir di tengah umat-Nya. Itu sebabnya Daud pada hari itu juga; segera, tidak menunggu besok, Daud meminta Asaf  dan saudara - saudaranya bersyukur atas perbuatan Tuhan,  bernyanyi dan bermazmur bagi Tuhan. Tahun 2025 mungkin: ada yang sakit tapi Tuhan kuatkan, ada yang hampir menyerah tapi Tuhan topang, ada yang kehilangan; 9 anggota jemaat Zoar Klaligi yang dipanggil Tuhan tapi Tuhan beri pernghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Tuhan tidak menjanjikan jalan tanpa batu, tapi Ia menjanjikan tangan penuh kasih yang memegang dan merangkul kita.

 

Tuhanlah sumber kekuatan dan sukacita karena itu “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya.” “Carilah TUHAN” – דָּרַשׁ (dāraš), bukan berarti “cari sambil lalu”, tetapi mencari dengan sungguh-sungguh, mengejar, dan mendekat dengan penuh kerinduan. Tuhan tidak mau dicari hanya saat kita butuh, tetapi dicari sebagai gaya hidup. Bukan dicari pada 31 Desember seperti ini saja, tapi carilah Tuhan setiap saat. Jadi baik malam ini, besok  juga sepanjang tahun 2026, bahkan sepanjang hidup kita, kita mau mencari Tuhan setiap saat. Kalau kita masih bisa berdiri malam ini, itu bukan karena kita hebat, tetapi karena Tuhan setia. Tahun 2025 mungkin telah menguras tenaga. Ada yang lelah bekerja. Ada yang letih mengurus keluarga. Ada yang hampir menyerah karena masalah. Tetapi Tuhanlah kekuatan kita. Kekuatan kita bukan karena usia masih muda, bukan dari otot masih kuat, bukan dari harta melimpah, tetapi dari kasih dan pertolongan Tuhan. Bila lutut kita bertekuk, kekuatan Tuhan ditegakkan. Bila air mata jatuh, tangan Tuhan terulur mengangkat.

 

Tuhanlah sumber kekuatan dan sukacita, Ayat 11 Carilah wajah-Nya selalu.Kata pānāyw = wajah/hadapan. Artinya hidup dekat, hidup di hadapan Tuhan, hidup yang sadar bahwa Tuhan melihat dan menyertai. Bukan hanya datang ke gereja, tetapi membawa Tuhan masuk ke dalam rumah dan pekerjaan kita. Kita tidak hanya memuji Tuhan saat hidup lancar, tetapi juga saat kita tidak mengerti jalan-Nya. Malam ini Tuhan mengundang kita: Letakkan kelelahanmu pada-Nya. Serahkan ketakutanmu kepada-Nya. Bawa harapanmu ke hadapan-Nya. Karena, yang memulai hidup kita adalah Tuhan, yang menopang hidup kita adalah Tuhan, dan yang menyempurnakan hari esok kita adalah Tuhan. Setiap akhir tahun dunia selalu ribut. Ada pesta. Ada musik keras. Ada kembang api. Ada minuman keras. Ada tawa yang sebentar, lalu pagi harinya, hati kembali kosong. Bangku gereja kembali kosong. Banyak orang menutup tahun dengan menghabiskan uang, tetapi tidak menghabiskan waktu di hadapan Tuhan. Ingatlah bahwa kesetiaan Allah harus dijawab dengan penyembahan, bukan dengan kesenangan dunia.

 

Tuhanlah sumber kekuatan dan sukacita. “Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya.” Bahasa Ibrani “Yadah” (bersyukur) artinya: mengaku, mengangkat tangan, menyerahkan diri di hadapan Allah. Jadi bersyukur itu bukan hanya berkata “terima kasih”, tetapi menyerahkan hidup di hadapan Tuhan. Tahun boleh berlalu, namun kasih Tuhan tak pernah berkesudahan. Langkah boleh goyah, namun tangan Tuhan tak pernah jauh. Kekuatan kita bukan ada pada diri kita.

Sukacita kita bukan dari dunia ini. Tuhanlah awal dan akhirnya,

Tuhanlah nyanyian jiwa kita. Tahun boleh pergi, namun Tuhan tetap sama. Mari kita menutup tahun ini dengan pujian, dan membuka tahun yang baru dengan iman yang teguh: Tuhanlah sumber kekuatan dan sukacita, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KHOTBAH AKHIR TAHUN 2025: TUHANLAH SUMBER KEKUATAN DAN SUKACITA (I Tawarikh 16:7-36)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed