ALLAH YANG PEDULI DAN MASA DEPAN KITA (Kejadian 8:1-22)
Hari ini tahun sudah berganti yakni tahun 2026. Hari baru, dimulai dari awal lagi tanggal 1 Januari. Kalender baru dipajang lagi. Tahun Baru dimulai dengan harapan dan rencana baru. Aemangat dan optimis. Tapi apakah kita juga bersedia ikut prosesnya Tuhan. Seperti Nuh diproses untuk sabar, belajar percaya, dan menggantungkan hidup hanya kepada Tuhan. Kejadian 8 adalah kisah tentang dunia yang hampir tenggelam, namun harapan tidak pernah tenggelam. Air bah melanda, bumi rusak, manusia gagal tetapi Allah tidak pernah gagal.
“Maka Allah mengingat Nuh…” Kata Ibrani “×–ָ×›ַר – zakar” bukan sekadar “ingat di kepala”, tetapi bertindak setia untuk menepati janji. Allah bukan hanya tahu penderitaan Nuh, tetapi Allah sedang bekerja menyiapkan masa depannya. Saat usaha terasa sia-sia. Saat Nuh terkurung di bahtera, saat hujan turun tanpa henti, saat dunia seakan hancur, Allah tidak pernah melepaskan masa depan Nuh dari tangan-Nya. Tahun 2025 mungkin membuat kita lelah. Ada yang menunggu kesembuhan tapi tak kunjung datang. Ada yang menunggu pekerjaan namun belum ada tanda – tandanya. Ada yang menunggu perdamaian dalam keluarga yang terasa begitu sulit. Allah tidak pernah melupakamnu. Saat doa belum terjawab, masalah masih menumpuk, Tuhan mengingat orang benar yang bergumul. Tuhan bekerja meski kita belum melihat hasilnya. Seperti Ibu yang memasak di dapur, anak-anak belum melihat makanan di meja tetapi prosesnya sedang berlangsung. Dan anak – anak percaya mereka pasti kenyang nantinya. Maka marilah hidup sebagai orang yang benar.
Air tidak langsung hilang. Air itu surut perlahan, hari demi hari. Allah tidak selalu mengangkat kita secara instan, tetapi selalu menuntun kita dengan pasti. Proses Tuhan bukan sihir instan, sim salabim langsung jadi tetapi itu sebuah proses kasih karunia yang membuat kita bertumbuh. Gagak dilepas. Merpati dilepas. Tak kembali. Pulang kosong. Pulang membawa daun zaitun, membawa harapan pertolongan Tuhan yang tak pernah usai. Saat kita memohon Tuhan menolong, hutang tidak langsung lunas, luka batin tidak langsung sembuh, relasi tidak langsung pulih. Namun jika arahnya sudah benar: dari naik menjadi surut. Seperti proses dari malam tidak langsung berubah jadi siang. Ada fajar, tanda bahwa terang sedang datang. Tuhan sedang mengajarkan kesabaran iman. Tuhan sedang menyusun masa depan kita selangkah demi selangkah. Jangan menyerah pada merpati pertama. Tuhan sedang bekerja, walau belum terlihat.
Tuhan melihat ketaatan. Nuh tidak keluar sebelum Tuhan memerintahkan. Pengalaman Nuh mengingatkan kita untuk tidak keluar dari komitmen hanya karena lelah. Jangan menyerah di tengah proses Tuhan. Bahtera itu mungkin sempit dan membosankan, tetapi di sanalah keselamatan ada. Awal yang benar selalu dimulai dari ketaatan, bukan nekat bertindak dengan perhitungan dengan rencana sendiri. Memasuki tahun 2026 bukan soal cepat, tetapi soal taat dalam Tuhan. Nuh meresponi penyertaan Tuhan dengan membangun mezbah bagi Tuhan. Penyembahan selalu membuka pintu masa depan. Tahun 2026 dimulai bukan dengan “rencana kita”, tetapi penyerahan hidup kita, penyembahan kepada Tuhan yang sedang merancang masa depan.
Janji Allah adalah janji yang pasti. Janji pemeliharaan. Janji masa depan. Allah berkata: “Selama bumi masih ada, tidak akan berhenti musim menabur dan menuai…”. Di dalam Tuhan masa depan kita tidak kosong. Bumi dapat berguncang tetapi kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan. Melangkahlah di tahun 2026 bersama Tuhan yang peduli dan memberi masa depan yang pasti. Kita tidak tahu perjalanan hidup tahun 2026. Tidak ada seorang pun yang tahu. Tapi Allah yang pegang kendali jadi percayakanlah hidup sepenuhnya kepada Tuhan sumber kehdiupan. Setiap orang pernah mengalami “air bah” dalam hidupnya: masalah datang bertubi-tubi, ekonomi sulit, sakit, konflik keluarga, kegagalan, atau kehilangan. Dalam perjalanan hidup di tahun kemarin, air bah mungkin pernah tinggi. Tangis mungkin pernah panjang. Bahtera keluarga mungkin terasa sunyi. Namun firman Tuhan hari ini berkata: Air bah akan surut karena Tuhan setia. Dan selalu ada awal yang baru bagi orang yang berharap kepada-Nya. Jalanilah tahun 2026 tahun kepedulian dengan semangat dan kesehatian. Ada pantun:
Ambil air dari perigi
Jangan buang ke dalam peti
Selamat Tahun Baru Zoar Klaligi
2026 semakin peduli dan tetap sehati.
Selamat Tahun Baru untuk kita semua. Amin


Belum ada Komentar untuk "ALLAH YANG PEDULI DAN MASA DEPAN KITA (Kejadian 8:1-22)"
Posting Komentar
Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.