AKTIVITAS UNTUK PW: MENDENGAR UNTUK MENGUATKAN (Kejadian 14:27-24)

Sering kali kita cepat menilai, memberi komentar tanpa memahami. Hari ini kita belajar menjadi peduli dengan cara Mendengar untuk Menguatkan.

Proses

ü Peserta dibagi berpasangan (bisa acak – 2 orang beda rayon).

ü Duduk saling berhadapan.

ü Peserta A berbicara, Peserta B hanya mendengar.

Apa yang dialami hari ini?

Apa pergumulan khusus yang sedang dihadapi?

Apa harapan di tahun 2026?

Peserta B: Menatap dengan penuh perhatian, mengangguk jika perlu. Tidak menyela atau memotong pembicaraan, bisa menepuk atau mengelus bahu dan peluk. Saat sudah selesai katakan: Terima kasih sudah berbagi/terima kasih sudah bercerita.

Setelah 2  - 3 menit ditukar, peserta yang bercerita menjadi pendengar dan yang mendengar bercerita. .

 

Refleksi

Bagaimana rasanya didengar tanpa dihakimi? Pasti puas dan lega saat di dengar dan bisa mengeluarkan semua rasa tanpa dihakimi.

Apa perasaan saat harus diam dan mendengar? Mendengar bukan hal mudah sebab seringkali kita lebih suka memotong pembicaraan orang lain dan ingin segera menyampaikan pikiran, pendapat dan penilaian kita.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita memahami kepedulian bukan sesuatu yang bisa kita berikan, tetapi juga apa yang berasal dari hati. Dalam Kejadian 14:17–24 kita melihat dua sikap yang sangat berbeda ketika Abram pulang membawa kemenangan setelah peperangan: sikap Melkisedek dan sikap Raja Sodom. Melkisedek datang kepada Abram dengan roti dan anggur. Ia tidak menuntut apa-apa dan tidak membawa kepentingan tersembunyi. Ia hadir untuk menguatkan, memberkati Abram, dan meneguhkan iman Abram untuk mensyukuri kemenangan yang dari Tuhan. Itulah gambaran kepedulian sejati: hadir berjumpa dengan hati yang tulus, memberi ruang, mendengar dan menguatkan tanpa menghakimi.

 

Sebaliknya, Raja Sodom datang dengan kata-kata, tetapi ada kepentingan di baliknya. Ia berbicara, menawar, dan ingin mendapatkan sesuatu. Itu terlihat seperti peduli padahal bukan peduli. Melalui aktivitas “diam dan mendengar” yang baru kita lakukan, kita belajar peduli: saat kita memilih diam dan mendengar, kita berkata kepada sesama: “Engkau berharga. Ceritamu penting. Aku hadir untukmu.” Saat kita memilih untuk diam dan mendengar, kita menahan keinginan untuk segera berbicara, menilai, atau menghakimi. Kita belajar hadir sepenuhnya bagi sesama—seperti Melkisedek hadir bagi Abram. Kepedulian bukan tentang banyaknya nasihat yang kita berikan, melainkan tentang kesediaan kita untuk hadir, mendengar, dan menguatkan. Biarlah kita dimampukan menjadi perempuan-perempuan yang peduli seperti Abram dan Melkisedek: tulus dalam hati, bijak dalam sikap, dan setia menghadirkan kasih Tuhan bagi sesama. Amin.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "AKTIVITAS UNTUK PW: MENDENGAR UNTUK MENGUATKAN (Kejadian 14:27-24)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed