SATU GANDONG, SATU HATI: BERJALAN BERSAMA DALAM KASIH TUHAN (I Yohanes 4:17-21)

Duduk santai di Pantai Natsepa,

Paling enak sambil makan rujak,

Hari ini basudara katong baku dapa,

Mo jalani tahun baru deng hati yang bijak.

 

Kalau duduk di pinggir pante, katong lia laut, katong lia ombak yang pica di pante atau tapukul di batu karang. Ombak itu seng pernah lalah datang dan pergi. Begitu juga kasih Tuhan, tak pernah berhenti, tak berkesudahan di katong pung hidop. Tahun 2025 katong su lewati. Ada hal yang manis, ada yang pahit. Ada tawa, ada air mata. Tapi hari ini di lepas sambut ini katong bersyukur untuk semua yang sudah dialami dalam hidup. Tema kita: Satu Gandong, Satu Hati: Berjalan Bersama dalam Kasih Tuhan.

 

Firman Tuhan dari I Yohanes 4:17–21 bilang begini: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Orang yang hidup di dalam Tuhan, yang memiliki kasih Tuhan, dia seng hidup dalam ketakutan lagi. Lepas sambut itu bukan hanya soal pergantian tahun, melepas tahun 2025 dan menyambut tahun 2026. Tapi katong juga mau melepaskan dan menyerahkan beban hidup kepada Tuhan. Kekhawatiran, sakit hati, kecewa, dan lelah—semua itu Katong berserah kepada Tuhan. Bilang untuk Tuhan: “Tuhan, beta seng sanggup badiri sendiri. Tolong, pegang beta pung hidup”. Berserah kepada Tuhan akan membuat katong sambut tahun baru, sambut masa depan tanpa ketakutan dan kecemasan. Tapi katong sambut Tahun baru dengan berjalan bersama dalam kasih Tuhan. Katong ini basudara, gandong, pela, bukan cuma soal ikatan darah atau ikatan sumpah tapi ini soal ikatan hati, satu gandong, satu hati. Firman Tuhan tegaskan kalau kita mengatakan kita mengasihi Allah tapi kita membenci saudara sendiri – kita adalah pendusta. Atau dengan kata lain katong ini panipu, parlente kalau seng hidup deng Tuhan pung kasih. Jadi mari jalani Tahun baru ini dengan hati penuh kasih. satu hati, satu jantong. Ale rasa beta rasa potong di kuku rasa di daging. Katong ini gandong bukan untuk baku angka lah baku banting, tapi untuk baku kele deng baku gendong. Bicara gendong itu gampang tapi pelaksanaan seng gampang. Kalo gendong bayi atau anak kecil itu gampang, tapi gendong gandong itu seng gampang. Baku kele dengan baku gendong ini kalau hanya bicara akang itu gampang, tapi pelaksanaan itu seng gampang. Coba lia lomba suami gendong istri, itu akang biking par tatawa karena bapa – bapa saja seng kuat par gendong mama. Ini simbol yang bermakna: menjaga kebersamaan dengan saling menolong. Tidak mudah memang tapi akang jadi berkat par katong semua.

 

Pantai Natsepa itu indah karena pasir putih, yang takumpul jadi satu, kalau pasir hanya mau sandiri seng tercipta keindahan itu. Bersatu dalam kasih akan membuat katong menjalani tahun 2026 ini dengan keindahan dan berkat. Mari buka hati mengasihi gandong. Seng ada gunanya katong puji Tuhan deng mulut, tapi hati katong jauh dari gandong. Seng ada artinya katong doa panjang, tapi tangan seng mau rangkul basudara. Mengasihi itu pilihan. Mengasihi itu sikap iman. Ikatan keluarga suli mau mengasihi seperti Yesus yang mati untuk katong semua. Tahun 2026 ini katong sambut sebagai tahun perjalanan bersama. Berjalan bersama artinya seng jalan sandiri-sendiri. Kalau ada yang lambat, katong berhenti. Kalau ada yang jatuh, katong angkat. Itu arti satu gandong, satu hati. Firman Tuhan bilang: katong bisa mengasihi, karena Tuhan su lebih dulu mengasihi katong. Bukan karena katong hebat, tapi karena Tuhan setia. Jalanilah Tahun 2026 dengan kasih yang nyata dalam sapaan hangat, dalam telinga yang mau dengar, deng tangan yang mau bantu. Deng hati yang satu, deng tekad yang kuat: Satu gandong, satu hati, katong berjalan bersama dalam kasih Tuhan. Bersama menyayi lagu gandong e sambil bergandeng tangan:

Gandong e, sio gandong e.

Mari beta gendong, beta gendong ale jua.

Katong dua cuma satu gandong e.

Satu hati satu jantong e.

 

Gandong, lamari gandong, mari jua ale yo.

Beta mau bilang ale, katong dua satu gandong.

Hidup ade deng kaka, sungguh manis lawang e.

Ale rasa beta rasa, katong dua satu gandong.

 

Gandong e, sio gandong e.

Mari beta gendong, beta gendong ale jua.

Katong dua cuma satu gandong e

Satu hati, satu jantong e 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "SATU GANDONG, SATU HATI: BERJALAN BERSAMA DALAM KASIH TUHAN (I Yohanes 4:17-21)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed