NASIHAT UNTUK MENCARI HIKMAT (Amsal 4:1-27)

Menjadi sebuah kelasiman jika seorang ayah menasihati anaknya untuk menerima dan menyimpan dalam hati nasihat-nasihatnya yang mengandung didikan untuk kebaikan hidup anak-anak. Hal yang demikian sudah lama ada dalam kehidupan manusia sebagaimana kita temukan dalam pembacaan untuk kotbah hari ini, Amsal 4:1 – 27. Pada ayat pertama kita membaca sebuah permintaan dari seorang ayah kepada anaknya. “Dengarlah hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian”. Didikan yang diberikan seorang ayah jika diperhatikan akan membawa kepada pengertian mengenai makna kehidupan. “Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup” (ayat 4).

 

Didikan seorang ayah sangat penting dan berharga, karena bukan sekedar memberi pengertian dan pengetahuan tentang hidup ini, tetapi juga kalau didikan itu diperhatikan dan disimpan di dalam hati serta dijalani dalam kehidupan sehari-hari akan membawa kepada umur panjang. Perhatikan ayat 18, “Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak”. Tahun hidup menjadi banyak, umur panjang, kalau mendengar dan menerima perkataan yang mengandung didikan. Mendengar dan menerima, bukan sekedarnya saja, melainkan menyimpan dalam hati dan melakukan dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa didikan seorang ayah itu membuat “tahun hidupmu menjadi banyak”? Karena bila didikan itu dijalankan, maka akan terhindar dari berbuat jahat. Orang yang mendengar didikan akan lurus jalan hidupnya, “langkahnya tidak akan terhambat”, dan “tidak akan tersandung”(ayat12). Maka ditegaskan “berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu”(ayat 13).

 

Hari ini kita sedang mendengar pemberitaan firman Allah. Firman Allah ini adalah sebuah didikan kepada setiap orang percaya. Dalam doa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid, Allah disebut sebagai “Bapa kami” (Mat 6:9), bapa orang yang percaya kepada Allah. Lewat pemberitaan firman hari ini Bapa kita yang di sorga sedang mendidik kita sebagai anak-anak-Nya. Karena itu, berpeganglah pada didikan Bapa sorgawi itu, janganlah melepaskan didikan-Nya, peliharalah didikan-Nya, karena didikan Bapa sorgawi itu adalah hidup kita. Siapa yang mendengar dan menyimpan dalam lubuk hatinya akan memiliki kehidupan, bahkan memberi kesembuhan bagi yang hidup di dalam firman dan didikan Tuhan. Bagi yang mendengar firman hari ini diingatkan, “simpanlah itu dilubuk hatimu”(ayat 21). Mengapa firman dan didikan Tuhan itu harus disimpan di lubuk hati? Bahkan dinasihati “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah, dari hati, terpancar kehidupan” (ayat 23). Orang yang hatinya dipenuhi didikan dan dikuasai oleh firman Tuhan, jalan hidupnya pasti lurus, tidak ada dosa di dalam hati dan hidupnya. Raja Daud pernah berkata, “dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya jangan aku berdosa terhadap Engkau”. Hati yang dipenuhi dengan didikan dan firman Allah sang Bapa sorgawi, pasti bebas dari segala kejahatan, apapun bentuknya.

 

Kita sering mendengar sindiran seperti ini, “rajin ke gereja baru kelakuan tara baik”. Orang rajin ke gereja, rajin ikut ibadah, bukan jaminan bahwa orang itu hatinya baik. rajin ke gereja, rajin ibadah, rajin dengan firman, tetapi jika tidak menyimpan firman itu di dalam hati, pasti seperti di katakan Raja Daud tadi, orang  akan berdosa. Mengapa orang Kristen, termasuk warga GKI, yang rajin ke gereja dan selalu dengar firman, tetapi masih suka benci orang lain, karena hanya dengar firman namun tidak menyimpan firman itu di dalam hati. Mengapa orang Kristen yang rajin baca Alkitab, tetapi masih melakukan kejahatan? Karena hanya membaca, tetapi tidak menyimpan di dalam hati.  Firman belum menempati dan memenuhi hati, maka hati masih dikuasai kejahatan.

 

Kiranya hari ini kita tidak hanya sekedar mendengar firman yang mengandung didikan untuk kehidupan, tetapi menerima dan menyimpan firman itu di dalam hati. Ada nasihat-nasihat dan didikan yang patut kita dengar dan simpan di dalam hati dan dilakukan dalam kehidupan sehari. Perhatikan ayat 24, “buanglah mulut penipu darimu, dan jauhkanlah bibir pembohong darimu”. Menipu dan berbohong hampir semua orang melakukannya, tidak terkecuali orang Kristen. Ada yang  menipu dan berbohong dengan alasan untuk kebaikan. Kalau hari ini kita dengar perintah, buanglah mulut penipu darimu, berarti tidak ada kebaikan dalam menipu dan berbohong. Menipu dan berbohong harus dibuang dari mulut dan bibir orang Kristen. jangan menjadi orang Kristen yang suka menipu dan berbohong. Orang Kristen kalau ya, harus katakana ya, dan kalau tidak katakan tidak. Bukan menipu dan berbohong. Mulut dan bibir orang Kristen harus bebas dari penipuan dan kebohongan.

 

Orang Kristen bukan hanya diminta menjaga mulut dan bibir agar tidak menipu dan berbohong, tetapi juga menjaga mata. Perhatikan ayat 25, “biarlah matamu memandang terus ke depan, dan tatapan matamu tetap ke muka”. Mata adalah salah satu indra penting dalam diri manusia, karena dengan mata dapat melihat semua hal, yang baik maupun yang jahat. Ketika mata melihat sesuatu yang puya daya tarik, tetapi hati tidak menyimpan firman dan didikan Bapa sorgawi, bisa saja mata dan hati membawa kepada kejahatan. Maka biarlah mata orang Kristen memandang terus ke depan, dan biarlah tatapan mata warga GKI tetap ke muka. Jangan karena mata kita menjadi berdosa, tetapi marilah kita memandang terus ke depan. Mengapa orang Kristen, termasuk warga GKI harus memandang ke depan dan terus menatap ke muka? Ada apa di depan dan di muka orang Kristen?  Mengapa orang Kristen dan secara khusus warga GKI harus mengarahkan pandangannya ke depan? Mengapa warga GKI harus mengarahkan hidup ini ke depan? Perhatikan moto GKI, “memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” (Ef 5:8). Dahulu kita ada dalam kegelapan, masa lalu kita adalah kegelapan dan penuh kejahatan, tetapi sekarang karena iman kepada Kristus kita sudah hidup dalam terang. Karena itu, jangan lagi menoleh ke belakang, jangan lagi hidup dalam kegelapan, tetapi arahkanlah hidup ini ke depan untuk menyongsong janji Bapa sorgawi akan kegenapan kerajaan Allah. Setiap warga GKI patut mengarahkan hidup ini kepada Kristus yang sudah membuat kita yang tidak layak ini menjadi orang yang hidup dalam kekudusan dan kebenaran.

 

Bukan hanya mulut, bibir dan mata yang harus dijaga, tetapi juga kaki harus diawasi jangan sampai membawa kita kepada kejahatan. Perhatikan ayat 26 dan 27, “ratakanlah jalan bagi kakimu dan hendaklah mantap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan”. Orang Kristen harus menjaga kakinya, jangan sampai kaki itu membawa kepada kejahatan. Jalan hidup warga GKI harus mantap, jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, jalan hidup kita harus lurus, jangan belok-belok untuk mampir di tempat gelap, karena kita adalah anak-anak terang.

 

Hari ini kita memperoleh didikan yang luar biasa dari Bapa kita di sorga. Didikan apa itu? Ini didikan-Nya: jagalah mulut dan bibir agar tidak menipu dan berbohong; jagalah mata agar tetap menatap ke depan; jagalah kaki agar tidak membawa kepada kejahatan. Tetapi mulut, bibir, mata dan kaki tidak akan membawa kepada kejahatan kalau hati dipenuhi firman Allah. Karena itu, ingatlah nasihat Amsal hari ini, “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan”(ayat 23). Marilah kita jaga hati, marilah kita penuhi hati dengan firman-Nya, agar kita hidup dan tidak berdosa kepada Tuhan. Amin! (Penulis: Pdt. Dr. Sostenes Sumihe, M. Th)                   

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "NASIHAT UNTUK MENCARI HIKMAT (Amsal 4:1-27)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

NASIHAT UNTUK MENCARI HIKMAT (Amsal 4:1-27)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed