RENUNGAN IBADAH RAYON: KENIKMATAN CINTA (Kidung Agung 7:6-8:4)

Persekutuan keluarga yang dikasihi Tuhan,

Setiap manusia merindukan cinta. Cinta membuat hidup terasa indah, memberi makna dalam kebersamaan, dan menumbuhkan sukacita di dalam relasi. Dalam kehidupan keluarga, cinta menjadi fondasi yang menyatukan suami, istri, orang tua, dan anak-anak. Tanpa cinta, rumah hanya menjadi tempat tinggal bersama; tetapi dengan cinta, keluarga menjadi rumah yang penuh kehangatan. Dalam Kidung Agung 7:6–8:4 kita menemukan gambaran tentang kenikmatan cinta yang sejati, yaitu cinta yang indah, setia, dan penuh kerinduan untuk selalu bersama. Pada ayat 6 kita membaca ungkapan kekaguman sang kekasih: “Betapa cantik, betapa menyenangkan engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa cinta membuat seseorang memandang pasangannya dengan penuh penghargaan. Cinta bukan hanya melihat kekurangan, tetapi menemukan keindahan dalam diri orang yang dikasihi. Dalam kehidupan keluarga masa kini, sering kali kita terlalu sibuk dengan pekerjaan, tanggung jawab, dan berbagai tekanan hidup sehingga lupa untuk saling menghargai. Kata-kata yang indah dan penuh kasih menjadi semakin jarang diucapkan. Padahal saat pacarana, kata – kata mesra dan pujian selalu diucapkan. Sementara saat ini, kita bersikap ramah terhadap orang lain, tapi terhadap keluarga: orang tua, suami, isteri, anak, kita malah berkata kasar dan kurang sabar. Keluarga kita adalah support system terbaik yang Tuhan berikan. Mari kita saling membangun cinta dalam keluarga dengan berkata – kata dalam kasih: saling memuji, mengucapkan terima kasih, memohon maaf meskipun tak salah, dan saling menguatkan melalui kata-kata yang membangun. Suami menghargai istrinya, istri menghargai suaminya, orang tua menghargai anak-anak, dan anak-anak menghormati orang tua.

 

Ayat 7–9 menggambarkan kerinduan yang mendalam untuk dekat dengan orang yang dicintai. Cinta tidak hanya berupa perasaan, tetapi juga kesediaan untuk hadir, berbagi, dan menikmati kebersamaan. Inilah salah satu kenikmatan cinta yang Tuhan berikan dalam keluarga: kebersamaan. Banyak keluarga saat ini hidup dalam satu rumah tetapi jarang benar-benar bersama. Masing-masing sibuk dengan telepon genggam, pekerjaan, atau aktivitas pribadi. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa cinta perlu dirawat melalui kebersamaan. Makan bersama, berdoa bersama, berbicara dari hati ke hati adalah hal-hal sederhana yang dapat menghidupkan kembali kehangatan dalam keluarga.

Pada pasal 7:10 sang perempuan berkata, “Milikkulah kekasihku, kepadaku gairahnya tertuju” Kalimat ini menunjukkan komitmen dan rasa saling memiliki. Dalam hubungan yang penuh cinta, ada kesadaran bahwa hubungan itu berharga dan harus dijaga. Di dalam pernikahan Kristen, komitmen adalah dasar yang sangat penting. Cinta bukan sekadar emosi yang datang dan pergi, tetapi keputusan untuk tetap setia dalam segala keadaan—baik dalam sukacita maupun dalam kesulitan. Ketika keluarga menghadapi masalah ekonomi, kesehatan, atau konflik, komitmenlah yang menolong mereka tetap bersama.

 

Persekutuan Rayon Yang dikasihi Tuhan

Kemudian dalam ayat 11–13 kita melihat undangan untuk pergi bersama menikmati keindahan alam. Ada gambaran tentang ladang, kebun anggur, bunga yang bermekaran, dan buah-buahan yang harum. Semua ini melambangkan sukacita hidup yang dinikmati bersama. Cinta yang sehat selalu menghasilkan sukacita. Bukan berarti keluarga tidak pernah mengalami masalah, tetapi dengan cinta, keluarga akan tetap bersyukur meski memiliki banyak pergumulan. Ketika cinta hadir, bahkan hal-hal sederhana: berjalan bersama, berbincang santai, atau makan bersama—menjadi pengalaman yang berharga.

Satu hal penting tentang kenikmatan cinta terdapat dalam Kidung Agung 8:4 yang berkata: “Kumohon dengan sangat. Putri – putri Yerusalem: Jangan kamu membangkitkan dan menyalakan cinta sebelum diingininya.” Ayat ini mengingatkan bahwa cinta memiliki waktu dan tempat yang benar. Dalam rencana Tuhan, cinta harus dijalani dengan bijaksana, penuh tanggung jawab, dan sesuai dengan kehendak-Nya. Pesan ini sangat penting terutama bagi generasi muda dalam keluarga. Cinta bukanlah sesuatu yang dipermainkan, tetapi anugerah Tuhan yang harus dihargai dan dijaga kesuciannya.

 

Persekutuan Rayon Yang dikasihi Tuhan

Sebagai keluarga-keluarga Kristen kita juga diingatkan bahwa cinta manusia mencerminkan kasih Allah sendiri. Tuhan adalah sumber kasih. Ketika Roh Kudus bekerja dalam hidup kita—terutama dalam masa sesudah Pentakosta—Kasih adalah salah satu Buah Roh (Galatia 5:22). Kasih dari Roh Kudus memampukan kita mengasihi bukan hanya ketika keadaan menyenangkan, tetapi juga ketika menghadapi kelemahan satu sama lain. Karena itu, mari kita menjadikan keluarga sebagai tempat di mana kenikmatan cinta itu nyata: cinta yang saling menghargai, cinta yang menikmati kebersamaan, cinta yang setia dalam komitmen, dan cinta yang hidup dalam takut akan Tuhan. Roh Kudus menolong kita untuk menghidupi cinta yang sejati: cinta yang sabar, setia, penuh pengampunan, dan saling membangun. Setiap keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi tempat di mana cinta Tuhan nyata. Ketika suami dan istri saling mengasihi, ketika orang tua membimbing anak-anak dengan kasih, dan ketika anggota keluarga saling mendukung, di situlah kasih Tuhan menjadi nyata. Jagalah cinta itu dengan kesetiaan, peliharalah dengan komunikasi yang baik, dan biarlah Roh Kudus menolong kita untuk terus bertumbuh dalam kasih. Dan melalui keluarga-keluarga yang hidup dalam cinta, dunia dapat melihat keindahan kasih Tuhan. Amin

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "RENUNGAN IBADAH RAYON: KENIKMATAN CINTA (Kidung Agung 7:6-8:4)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed