FAEDAH DARIPADA MENUNTUT HIKMAT (Amsal 2:1-22)

Supaya anak-anak hidup baik dan memiliki masa depan yang cerah orang tua selalu menasihati mereka bagaimana seharusnya menjalani hidup ini. Bukan baru sekarang orang tua memberi nasihat kepada anak-anaknya, melainkan sesuatu yang sudah lama ada. Dalam pembacaan Alkitab yang menjadi bahan kotbah hari ini, Amsal 2: 1 – 22, kita menemukan anjuran agar seorang anak mendengar dan menyimpan dalam hatinya nasihat yang diberikan. “Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku dalam hatimu…”(ayat 1). Menerima perkataan dan menyimpan dalam hati syarat untuk mengalami apa yang dinasihati. Menerima saja tetapi tidak menyimpan dalam hati, percuma dan tidak ada manfaatnya. Menerima firman saja, tetapi kalau tidak menyimpan di dalam hati, maka tidak ada gunanya. Raja Daud pernah berkata, “dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Mzm 119: 11). Firman Tuhan yang kita dengan hari ini harus disimpan di dalam hati supaya kita tidak berdosa terhadap Tuhan.

 

Hal mendasar dan penting dalam nasihat orang tua adalah mengenai takut akan Tuhan. Hampir semua nasihat orang tua, apa lagi kalau orang tua itu mempunyai kehidupan rohani yang baik, maka selalu mengingatkan anaknya untuk takut akan Tuhan. Hal ini kita juga temukan dalam pembacaan hari ini. Pada ayat 5 disebutkan, “engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah”.  Takut akan Tuhan dan mengenal Allah. Dua hal penting bagi setiap orang yang hidup dalam relasi dengan Tuhan. Takut Tuhan dan mengenal Allah merupakan karakter orang Kristen. Takut Tuhan tidak seperti takut suanggi yang harus menghindar dan jauhkan diri. Takut Tuhan berarti menghormati dan memuliakan Tuhan dengan hidup dalam kekudusan dan kebenaran. Orang yang takut akan Tuhan melakukan kehendak-Nya, orang takut Tuhan taat terhadap firman-Nya.

 

Ketika orang takut Tuhan, ia pun akan memiliki pengenalan akan Allah.  Mengenal Allah tidak sekedar mengetahui bahwa Allah itu mengasihi, melainkan hidup dalam persekutuan dan kesatuan dengan Allah. Takut Tuhan dan mengenal Allah patut ada pada setiap orang Kristen, dan secara khusus warga GKI. Orang Kristen yang tidak takut Tuhan dan tidak mengenal Allah adalah orang Kristen tanpa Tuhan. dan ini adalah bentuk kekafiran baru dalam gereja. Orang Kristen yang benar adalah yang takut Tuhan dan mengenal Allah, orang yang hidup dalam persekutuan dan kesatuan dengan Allah, yang menguduskan dan memuliahan Tuhan dengan hidup dalam kekudusan dan kebenaran. Ini pelajaran penting bagi setiap orang Kristen, termasuk warga GKI, yang mengaku Kristen tetapi hidup jauh dari kekudusan dan kebenaran.

 

Kalau orang Kristen menjalani hidup ini dengan takut akan Tuhan dan mengenal Allah, maka ada janji kebaikan Tuhan yang akan diperoleh. Perhatikan ayat 12, “supaya engkau terlepas dari jalan kejahatan”. Orang yang hidup takut akan Tuhan ia akan dijauhan dari kehidupan dalam kejahatan, kehidupan yang tidak memuliakan Allah, bahkan dari kehidupan yang menuju kebinasaan. Orang yang takut Tuhan dan hidup dalam persekutuan dan kesatuan dengan Allah akan dihindarkan dari mereka yang merancang kejahatan dan yang akan membawa kepada kegelapan, hidup tanpa Tuhan. Perhatikan  ayat 12-15, “supaya engkau terlepas dari jalan kejahatan, dari orang yang mengatakan tipu muslihat, dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan kegelapan, yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat, yang bengkok jalannya dan menyimpang prilakunya”.

 

Hari ini orang Kristen hidup bersama dan dengan berbagai bentuk karakter manusia, ada yang baik ada pula yang jahat; ada penipu tetapi ada juga yang jujur; ada yang hidup dalam terang tetapi juga ada yang hidup dalam kegelapan; Orang yang takut Tuhan dan hidup dalam pengenalan akan Allah adalah orang-orang yang telah hidup dalam terang Tuhan. Kegelapan bagi orang yang takut Tuhan adalah masalah lalu. Bagi warga GKI, hidup dalam kejahatan dan kegelapan adalah masa lalu, tetapi sekarang dalam iman kepada Yesus Kristus ada di dalam terang Tuhan. Moto GKI menegaskan, “memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan…”(Ef 5:8). Warga GKI, oleh Injil dan karena iman kepada Kristus bukan lagi orang-orang yang hidup dalam kejahatan dan kegelapan, melainkan dalam terang Tuhan.  Dahulu sebelum ada Injil di tanah Papua dan sebelum beriman kepada Kristus, masih dapat dimengerti kalau ada kejahatan, tetapi dalam Injil dan oleh iman kepada Kristus, kejahatan adalah masa lalu, karena itu moto tersekut mengingatkan warga GKI, “hiduplah sebagai anak-anak terang”.

 

Bapa kita di sorga menasihat kita sebagai anak-anak-Nya untuk hidup sebagai anak-anak terang. Jangan dipengaruhi dan ikut-ikutan mereka yang hidup dalam kejahatan dan kegelapan. Jangan terpengaruh dan diperdaya oleh orang-orang yang masih hidup dalam kegelapan, yang tidak takut Tuhan dan tidak mengenal Alah. Seperti disebutkan dalam pengakuan iman GKI, kita adalah anggota “persekutuan sorgawi di bumi”, karena itu tidak pantas ada kejahatan apapun bentuknya dalam kehidupan warga GKI. Biarlah masing-masing kita berkomitmen mulai hari ini untuk hidup takut akan Tuhan dan menjalani hidup ini dalam persekutuan dan kesatuan dengan Allah, hidup sebagai anak-anak terang. Amin! (Penulis: Pdt. Dr. Sostenes Sumihe, M. Th)

                  

 

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "FAEDAH DARIPADA MENUNTUT HIKMAT (Amsal 2:1-22)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

FAEDAH DARIPADA MENUNTUT HIKMAT (Amsal 2:1-22)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed