KEBENARAN AKAN TERUNGKAP: RENUNGAN IBADAH RAYON (Ester 7:1-10)

Coba perhatikan kertas ini (menunjukan kertas berwarna putih bersih). Kertas putih ini melambangkan kehidupan yang bersih, kejujuran, dan ketulusan. Namun ketika satu titik hitam dibuat dikertas ini (buat titik hitam dengan spidol). Noda karena titik hitam ini langsung terlihat jelas. Kita mungkin bisa melipat kertas ini, menyembunyikan bagian yang ada titiknya, atau memasukkannya ke dalam tas agar orang lain tidak melihatnya. Tetapi apakah titik itu hilang? Tidak. Titik itu tetap ada, hanya saja untuk sementara tertutup dari pandangan. Begitulah sering kali kehidupan manusia. Kita bisa menyembunyikan kebohongan, menutupi kesalahan, menyimpan iri hati, atau merencanakan kejahatan tanpa diketahui orang lain. Di hadapan manusia semuanya mungkin tampak baik-baik saja. Namun di hadapan Tuhan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi. Sebaliknya, ada juga orang yang hidup benar tetapi difitnah. Nama baiknya tercemar, seolah-olah ia bersalah. Mungkin untuk sementara kebenaran itu tertutup oleh berbagai tuduhan. Namun seperti noda titik hitam tadi yang akhirnya terlihat ketika kertas dibuka, demikian juga kebenaran pada akhirnya akan dinyatakan oleh Tuhan.

 

Itulah yang terjadi dalam kisah Ester pasal 7. Selama beberapa waktu Haman tampak sebagai orang yang paling berkuasa. Semua orang menghormatinya. Tidak seorang pun mengetahui rencana jahat yang ia simpan dalam hatinya. Sebaliknya, Mordekhai yang setia justru berada dalam posisi yang terancam. Tetapi Tuhan bekerja pada waktu-Nya. Dalam satu perjamuan, semua yang tersembunyi menjadi terbuka. Rencana jahat Haman tersingkap, Ester memperoleh keberanian untuk menyatakan kebenaran, dan raja akhirnya mengetahui siapa yang sebenarnya bersalah. Apa yang selama ini ditutupi akhirnya tidak dapat disembunyikan lagi.

 

Firman Tuhan dari Ester 7:1-10 mengingatkan kita bahwa kebenaran mungkin tertunda, tetapi tidak akan selamanya tersembunyi. Tuhan bekerja pada waktu-Nya untuk menyatakan kebenaran dan menegakkan keadilan. Mari kita liat dalam bacaan kita ini:

1. Tuhan Bekerja Melalui Keberanian yang Benar

Perjamuan yang kedua menjadi momen yang menentukan. Raja kembali bertanya kepada Ester, "Apakah permintaanmu?" Dengan penuh hikmat dan keberanian, Ester menyampaikan ancaman yang sedang dihadapi bangsanya. Keberanian Ester bukanlah keberanian yang lahir dari kemarahan atau balas dendam. Sebelum menghadap raja, Ester telah berpuasa dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Karena itu, ketika berbicara, ia tidak dipenuhi emosi, tetapi dipimpin oleh hikmat.

Dalam kehidupan keluarga, sering kali kita memilih diam karena takut menimbulkan konflik. Sebaliknya, ada juga yang langsung berbicara dengan amarah sehingga persoalan semakin membesar. Firman Tuhan mengajarkan bahwa keberanian harus berjalan bersama hikmat. Kebenaran perlu disampaikan dengan kasih, pada waktu yang tepat, dan dengan sikap yang menghormati orang lain. Mungkin ada suami yang perlu dengan jujur mengakui kesalahannya. Mungkin ada istri yang perlu menyampaikan isi hatinya dengan kasih. Mungkin anak-anak perlu belajar berkata jujur kepada orang tua. Tuhan memakai keberanian yang disertai kasih untuk memulihkan hubungan dalam keluarga.

 

2. Kebohongan Tidak Akan Bertahan Selamanya

Selama ini Haman tampak berhasil. Ia memiliki jabatan tinggi, dihormati banyak orang, bahkan dipercaya raja. Namun di balik semua itu, ia menyimpan kebencian yang besar kepada Mordekhai dan bangsa Yahudi. Ia membangun rencana jahat dengan penuh perhitungan. Tetapi pada akhirnya, semua topeng itu terbuka. Apa yang selama ini tersembunyi akhirnya diketahui raja. Rencana yang disusun secara rahasia justru menjadi penyebab kehancuran Haman sendiri. Kebohongan mungkin dapat bertahan beberapa waktu. Kepalsuan mungkin dapat menipu banyak orang. Fitnah mungkin sempat dipercaya. Namun semuanya memiliki batas. Pada waktunya Tuhan sanggup membuka apa yang tersembunyi. Karena itu, keluarga Kristen dipanggil membangun budaya kejujuran. Jangan membiasakan kebohongan kecil karena lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan besar. Jangan menyimpan kepahitan yang akhirnya melahirkan tipu daya. Bangunlah keluarga yang saling terbuka, saling percaya, dan saling mengampuni.

 

3. Tuhan Membela Orang yang Tetap Setia

Mordekhai tidak pernah membalas kejahatan Haman dengan kejahatan. Ia tetap setia melakukan yang benar meskipun sering diperlakukan tidak adil. Pada akhirnya Tuhan sendiri yang membela Mordekhai. Pembelaan Tuhan sering kali tidak datang secepat yang kita inginkan, tetapi selalu datang pada waktu yang paling tepat. Jangan menyerah untuk tetap hidup benar. Firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan melihat semuanya.

 

4. Apa yang Ditabur Akan Dituai

Harbona memberitahukan kepada raja bahwa Haman telah membuat tiang gantungan setinggi lima puluh hasta untuk menggantung Mordekhai. Tapi Haman sendirilah yang akhirnya digantung pada tiang yang ia persiapkan. Manusia menuai apa yang ditaburnya. Jika kita menabur kasih, kita menuai damai. Jika kita menabur pengampunan, kita menuai pemulihan. Sebaliknya, bila kita menabur kebencian, tipu daya, dan kesombongan, semua itu pada akhirnya membawa kehancuran.

Karena itu, setiap keluarga perlu bertanya kepada dirinya sendiri: apa yang sedang kami tabur setiap hari? Apakah perkataan yang menguatkan atau perkataan yang melukai? Apakah doa bersama atau pertengkaran yang terus-menerus? Apakah kasih atau egoisme? Rumah tangga dibangun bukan hanya oleh keputusan besar, tetapi juga oleh benih-benih kecil yang ditaburkan setiap hari.

 

5. Kristus Adalah Kebenaran yang Membebaskan

Kitab Ester memang tidak pernah secara langsung menyebut nama Allah, tetapi seluruh peristiwa dalam kitab ini memperlihatkan penyelenggaraan Tuhan yang terus bekerja. Mari membangun kehidupan keluarga Kristen yang hidup dalam terang Kristus. Jangan membangun rumah tangga di atas kepura-puraan, tetapi di atas kejujuran. Jangan membangun keluarga di atas dendam, tetapi di atas kasih karunia. Sebab hanya kebenaran Kristus yang memerdekakan dan memulihkan. Tidak ada keluarga yang sempurna. Tidak ada keluarga yang suci dan putih bersih seperti kertas tanpa noda. Tapi dalam ketidaksempurnaan dan noda keluarga kita masing – masing, biarlah ke depannya setiap keluarga dalam jemaat menjadi rumah yang dipenuhi kasih, kejujuran, pengampunan, dan iman kepada Kristus, sehingga melalui kehidupan keluarga kita, dunia dapat melihat bahwa kebenaran Allah selalu menang pada akhirnya. Amin.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KEBENARAN AKAN TERUNGKAP: RENUNGAN IBADAH RAYON (Ester 7:1-10)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

KEBENARAN AKAN TERUNGKAP: RENUNGAN IBADAH RAYON (Ester 7:1-10)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed