KHOTBAH SYUKUR WISUDA DAN PERNIKAHAN: BERSYUKUR DAN MELANGKAH BERSAMA TUHAN (Amsal 3:5-6)

Hari ini adalah hari yang penuh sukacita. Bersama keluarga …………, kita bersyukur atas pertolongan Tuhan dalam dua peristiwa besar dalam kehidupan keluarga ini. Seorang anak telah menyelesaikan studinya dan diwisuda. Anak yang lain telah memasuki babak baru kehidupan melalui pernikahan yang telah berlangsung dengan baik dan penuh sukacita. Di balik toga wisuda dan kemeriahan pesta pernikahan, ada perjalanan panjang yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Ada doa yang dipanjatkan siang malam. Ada air mata yang disembunyikan. Ada perjuangan yang tak kenal lelah. Karena itu, hari ini bukan hanya tentang keberhasilan manusia. Hari ini adalah tentang kesetiaan Tuhan.

 

Amsal 3:5-6 mengingatkan kita bahwa keberhasilan hidup bukan terutama hasil kekuatan dan kecerdasan manusia, tetapi karena penyertaan Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu." Percaya kepada Tuhan berarti menyerahkan hidup ke dalam tangan-Nya bahkan ketika kita belum melihat hasilnya. Ketika anak ini pertama kali masuk sekolah, tidak ada yang tahu bahwa suatu hari ia akan berdiri mengenakan toga wisuda. Ketika anak yang lain bertumbuh dalam keluarga, tidak ada yang tahu kapan Tuhan mempertemukannya dengan pasangan hidup yang tepat. Namun Tuhan tahu. Tuhan melihat langkah demi langkah perjalanan mereka. Manusia ingin mengetahui seluruh rencana hidupnya sekaligus, tapi tidak bisa. Pikiran kita terbatas. Tuhan yang tahu segalanya dan Tuhan hanya menunjukkan satu langkah pada satu waktu. Ia mengajar kita untuk percaya, bukan sekadar mengerti.

 

Karena itu Amsal berkata, "Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." Menjalani hidup pada jalan dan rencana Tuhan tidak mudah. Tapi Tuhan bekerja dan menuntun setiap perjalanan. Wisuda adalah bukti bahwa Tuhan menolong seseorang menyelesaikan satu tahap perjalanan hidupnya. Tetapi wisuda bukanlah garis akhir. Wisuda adalah pintu menuju tanggung jawab yang lebih besar. Begitu juga pernikahan. Pernikahan bukan puncak perjalanan cinta. Pernikahan adalah awal perjalanan baru yang membutuhkan kesetiaan, pengorbanan, pengampunan, dan kasih yang terus diperbarui setiap hari. Karena itu firman Tuhan hari ini relevan bagi kedua anak yang sedang bersyukur.

Bagi anak yang telah diwisuda, Tuhan berkata: "Jangan hanya mengandalkan gelar, kemampuan, atau pengetahuanmu. Percayalah kepada Tuhan." Dunia kerja akan menghadirkan banyak tantangan, banyak persaingan tapi jadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Tuhan akan memimpin setiap langkah.

Bagi anak yang telah menikah, Tuhan berkata: "Akuilah Dia dalam segala lakumu." Rumah tangga yang kuat bukan dibangun oleh kemewahan, tetapi oleh kehadiran Tuhan di tengah keluarga. Ketika suami dan istri berjalan bersama Tuhan, mereka akan menemukan kekuatan untuk menghadapi berbagai musim kehidupan. Firman Tuhan menutup dengan janji yang indah: "Maka Ia akan meluruskan jalanmu." Perhatikan bahwa Tuhan tidak berkata jalan itu akan selalu mudah. Tuhan juga tidak menjanjikan bahwa tidak akan ada kesulitan. Namun Tuhan berjanji akan meluruskan jalan. Artinya, ketika kita tersesat, Tuhan membimbing. Ketika kita lemah, Tuhan menguatkan. Ketika kita bingung, Tuhan menunjukkan arah. Ketika kita jatuh, Tuhan mengangkat kembali. Hari ini keluarga ini boleh melihat bukti nyata dari janji tersebut. Tuhan telah meluruskan jalan pendidikan hingga mencapai wisuda. Tuhan telah meluruskan jalan kehidupan hingga membawa seorang anak memasuki pernikahan yang kudus. Dan Tuhan yang sama akan terus memimpin langkah-langkah berikutnya. Marilah kita tidak hanya bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, tetapi juga semakin dekat kepada Dia yang memberi semua berkat itu. Anak yang telah diwisuda terus berjalan dalam hikmat Tuhan. Anak yang telah menikah membangun keluarga yang takut akan Tuhan. Biarlah seluruh keluarga ini tetap menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan mereka. Sebab sampai hari ini, dan sampai selamanya, Tuhan adalah alasan terbesar mengapa kita dapat bersyukur. Amin.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KHOTBAH SYUKUR WISUDA DAN PERNIKAHAN: BERSYUKUR DAN MELANGKAH BERSAMA TUHAN (Amsal 3:5-6)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed