RENUNGAN IBADAH RAYON/UNSUR: KEBERANIAN DALAM PENYERTAAN ALLAH (Ester 5:1-8)

Di dalam kendaraan, kita sering menemukan sebuah sabuk pengaman. Benda ini sederhana dan terkadang terasa tidak nyaman saat dikenakan. Bahkan ketika jalanan tampak aman, banyak orang mengabaikan sabuk pengaman. Tetapi ketika terjadi guncangan atau bahaya yang tidak terduga, sabuk pengaman yang dipakai berfungsi untuk keamanan kita berkendaraan. Sabuk pengaman tidak menghilangkan risiko perjalanan. Jalan tetap bisa berlubang, hujan tetap bisa turun, dan kendaraan lain tetap bisa menyerempet kita. Namun keberadaan sabuk pengaman memberikan rasa aman untuk tetap melanjutkan perjalanan. Kehidupan iman sering kali seperti itu. Tuhan tidak selalu menghilangkan semua tantangan di depan kita. Ada masalah keluarga, pergumulan ekonomi, sakit penyakit, dan berbagai ketidakpastian hidup. Namun Tuhan memberikan sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar jalan yang mudah, yaitu penyertaanNya. Penyertaan Allah tidak selalu menghapus badai, tetapi memberi kekuatan untuk melewati badai itu. Inilah yang dialami Ester. Ia berada dalam situasi yang sangat berbahaya. Menghadap raja tanpa dipanggil dapat berakhir dengan hukuman mati. Ancaman terhadap bangsanya sangat nyata. Namun Ester tidak membiarkan ketakutan menguasai dirinya. Ia berani melangkah karena percaya bahwa ada tangan Tuhan yang menyertai dan memelihara hidupnya. Melalui Ester 5:1-8, kita belajar bahwa keberanian sejati lahir dari keyakinan bahwa Allah menyertai umat-Nya.

 

Sesudah berpuasa selama 3 hari, Ester mengenakan pakaian kebesarannya dan berdiri di pelataran dalam istana. Ester sedang mempertaruhkan hidupnya. Ester melangkah dengan iman. Ester tidak menunggu sampai rasa takutnya hilang. Ia tetap maju meskipun risiko masih ada. Keberanian bukanlah tidak adanya rasa takut, melainkan kesediaan untuk tetap taat meskipun takut. Ketika raja melihat Ester, ia berkenan kepadanya dan mengulurkan tongkat emas. Tindakan raja ini berarti Ester diterima dan hidupnya diselamatkan. Di balik peristiwa ini kita melihat tangan Allah bekerja. Nama Allah memang tidak disebutkan dalam kitab Ester, tetapi penyertaan-Nya terlihat jelas. Allah telah membuka jalan yang tampaknya mustahil.

 

Dalam kehidupan keluarga Kristen, sering kali kita menghadapi tantangan yang membuat kita takut. Ada orang tua yang khawatir tentang masa depan anak-anaknya. Ada pasangan yang menghadapi masalah ekonomi. Ada keluarga yang bergumul dengan sakit penyakit atau konflik yang berkepanjangan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa ketika kita melangkah dalam iman, Allah yang sama tetap bekerja. Mungkin kita tidak langsung melihat mukjizat, tetapi Tuhan berjalan bersama kita.

 

Setelah menerima Ester, raja berkata, “Apakah permintaanmu? Bahkan sampai setengah kerajaan akan diberikan kepadamu.” Ini adalah kesempatan emas bagi Ester. Ia bisa langsung menyampaikan permohonannya. Namun Ester memilih jalan yang berbeda. Ia mengundang raja dan Haman untuk menghadiri jamuan yang telah dipersiapkannya. Keberanian tidak sama dengan tergesa-gesa. Keberanian yang berasal dari Tuhan selalu berjalan bersama hikmat. Ester memahami bahwa ada waktu yang tepat untuk berbicara. Ia tidak membiarkan emosinya mengendalikan tindakannya. Ia menunggu waktu yang Tuhan sediakan. Sering kali kita berpikir bahwa orang yang berani harus selalu bertindak cepat. Namun Alkitab menunjukkan bahwa keberanian juga berarti memiliki kesabaran untuk menunggu waktu Tuhan. Dalam keluarga, hikmat sangat dibutuhkan. Ketika terjadi kesalahpahaman, tidak semua masalah harus diselesaikan dengan kata-kata yang terburu-buru. Kadang-kadang diperlukan waktu untuk berdoa, berpikir jernih, dan meminta tuntunan Tuhan. Keberanian yang tanpa hikmat dapat melukai. Sebaliknya, keberanian yang disertai hikmat akan membawa pemulihan dan berkat.

 

Di jamuan pertama, raja kembali bertanya kepada Ester tentang permintaannya. Namun sekali lagi Ester tidak langsung mengungkapkan isi hatinya. Ia malah mengundang raja dan Haman ke jamuan kedua. Bagi sebagian orang, tindakan Ester mungkin terlihat aneh. Namun di sinilah kita melihat iman yang luar biasa. Ester tidak hanya percaya bahwa Tuhan dapat membuka pintu, tetapi juga percaya bahwa Tuhan sedang mengatur waktu yang terbaik. Allah sedang bekerja di balik layar. Pada malam sebelum jamuan kedua, Tuhan akan mengatur berbagai peristiwa yang akhirnya membalikkan keadaan dan menjatuhkan Haman. Sering kali kita ingin segala sesuatu terjadi sekarang juga. Kita berdoa hari ini dan berharap jawaban datang hari ini juga. Namun Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri. Ada doa yang dijawab segera, ada yang menunggu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Selama masa penantian itu, Tuhan sedang bekerja membentuk iman kita. Keberanian sejati bukan hanya berani melangkah, tetapi juga berani menunggu.

 

Banyak keluarga Kristen sedang berada dalam masa penantian. Menanti pekerjaan yang lebih baik, menanti kesembuhan, menanti pemulihan hubungan, atau menanti jawaban atas pergumulan yang panjang. Belajarlah dari Ester. Jangan menyerah ketika jawaban Tuhan belum terlihat. Tetaplah percaya bahwa Tuhan sedang bekerja, bahkan ketika mata kita belum melihat hasilnya. Kisah Ester mengajarkan bahwa keberanian bukan berasal dari kekuatan manusia, melainkan dari keyakinan bahwa Allah menyertai. Ester berani melangkah karena percaya kepada Tuhan. Ia berani menunggu karena percaya kepada waktu Tuhan. Ia berani bertindak karena yakin bahwa hidupnya berada di tangan Tuhan. Hari ini, Tuhan juga mengundang setiap keluarga Kristen untuk hidup dengan keberanian yang sama. Jika ada ketakutan dalam hati, datanglah kepada Tuhan. Jika ada pergumulan yang terasa berat, serahkanlah kepada-Nya. Jika ada langkah iman yang harus diambil, percayalah bahwa Tuhan berjalan di depan kita. Ingatlah, keberanian bukanlah ketika kita merasa kuat, tetapi ketika kita tetap melangkah karena yakin Tuhan menyertai kita. Amin.

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "RENUNGAN IBADAH RAYON/UNSUR: KEBERANIAN DALAM PENYERTAAN ALLAH (Ester 5:1-8)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

ESTER 5:1-8 AKTIVITAS DAN GAMES DALAM IBADAH

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed