KRISTUS PEDULI: REFLEKSI PEMBUKAAN PELAYANAN DI JEMAAT (Matius 25:25-40)
Hari ini, di sini, di Bait Tuhan yang kudus,
Zoar Klaligi menyatukan hati menyembah sang Penebus
Mengawali pelayanan tahun 2026,
bukan hanya dengan kalender yang baru,
bukan sekadar dengan semangat yang menderu,
tetapi dengan perenungan dihati:
“Apakah engkau peduli?”
Di kota
yang sibuk oleh langkah dan suara,
Di sinilah Tuhan berjalan
Menyusuri rumah berlabuh, WIF, Panteria dan Dokarim
Menyapa PERLA dan puncak SUPM,
Menjejaki lorong dibelakang perikanan,
Mendaki di Ringo dan melangkah perlahan di Moitem
Kristus Tuhan, Engkau berkata:
Aku lapar,.. dan kami melihatMu…
Di wajah anak – anak yang pergi sekolah dengan perut kosong,
Di wajah pemuda pemudi yang gelisah dan kusut karena cinta dan masa
depan
Di wajah mama – mama yang resah dengan beban hidup yang lebih berat dari
timbangan
Di wajah bapak – bapak yang berkeringat di teriknya kota demi isi kantong
Peduli dengan yang lapar
bukan hanya soal makanan mahal yang bisa diberi
Tapi tangan yang mau berbagi,
hati yang tidak menutup diri,
dan kasih yang tidak menghitung untung dan rugi.
Kristus Tuhan, Engkau berkata:
Aku haus, … dan kami melihatMu
di tenggorokan yang kering oleh perjalanan panjang,
di suara yang serak karena terlalu lama tidak didengar,
di jiwa yang kehausan perhatian dan pengakuan
Peduli pada yang haus
Bukan bukan hanya soal air yang dapat dibagi,
tetapi soal rasa diterima, rasa dianggap saudara,
perhatian yang jernih, ketulusan menyapa
dan kehadiran yang tidak menghakimi.
Kristus Tuhan, Engkau berkata:
Aku seorang asing, … dan kami melihatMu
di hidup mereka yang datang dengan logat yang asing,
rambut yang lain dan warna kulit yang tak sama
status sosial, suku, marga bahkan agama yang berbeda
Peduli berarti saling menerima
Merangkul tanpa memandang perbedaan
Dengan kasih membuka pintu hati dan pintu
rumah
Serta menjadi Sahabat bagi semua orang
Kristus Tuhan, Engkau berkata:
Aku telanjang, … dan kami melihatMu
di hidup mereka yang kehilangan martabat,
di hidup mereka yang dipandang rendah dan disingkirkan
Peduli bukan hanya memberi kain untuk tubuh,
tetapi juga martabat untuk jiwa,
pengakuan bahwa setiap manusia
diciptakan segambar dengan Allah,
Kristus
Tuhan, Engkau berkata:
“Aku sakit.”.. dan kami melihatMu
Dalam tubuh yang lemah dan letih,
Dalam
raga yang renta dan ringkih
dalam jiwa yang terluka oleh pengkhianatan,
Peduli tak sebatas ucapan
tapi kehadiran dengan
kasih dan doa
dengan senyum yang menguatkan
Dengan sentuhan kasih yag menenangkan
Kristus
Tuhan, Engkau berkata:
“Aku di penjara.” … dan kami melihatMu
Di balik jeruji yang tak selalu tampak.
Karena dosa yang nikmat tapi binasa dalam dampak
Karena kemiskinan dan ketidakdilan yang mengganggu
Dan rasa tak berdaya yang masih membelenggu
Peduli berarti memperjuangkan keadilan
untuk membebaskan dan memulihkan
Dan kami bertanya,
Tuhan, kapan dan dimana kami melihat Engkau lapar?
Bilakah kami melihat Engkau haus?
Bilakah kami melihat Engkau asing, telanjang, sakit, atau terpenjara?
Lalu
Engkau menjawab, dengan suara yang menembus waktu dan pelayanan kami:
“Setiap
kali engkau peduli, kepada yang kecil, yang terluka, dan yang tersisih,
di sanalah Aku hadir.”
Maka di pembukaan tahun pelayanan 2026 ini,
kami tidak hanya memohon berkat,
tetapi kami memohon hati yang peduli.
untuk menjaga ciptaan dan manusia yang bermartabat
Kasih
menjelma dalam tindakan,
kepedulian menjadi jalan kesaksian,
bukan hanya di mimbar dan nyanyian,
Tapi juga di denyut keseharian,
Ajari kami, ya Tuhan untuk melihat dengan mata-Mu,
mendengar dengan telinga-Mu dan berjalan dengan langkah-Mu.
Bergerak bersama Jemaat Zoar Klaligi
menjadi gereja yang hidup dalam kepedulian. Amin.


Belum ada Komentar untuk "KRISTUS PEDULI: REFLEKSI PEMBUKAAN PELAYANAN DI JEMAAT (Matius 25:25-40)"
Posting Komentar
Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.