REFLEKSI PEMBUKAAN PELAYANAN: KRISTUS PEDULI - Suara Dari Tanah Papua (Matius 25:35-40)

Di gerbang Papua yang tak pernah sepi,
tempat bumi dan manusia bertemu harapan

Mentari pagi menyapa setiap makhluk dengan berseri,
Dari Saoka sampai Klablim dari pesisir hingga perbukitan.

 

Di antara gunung yang menjulang dalam sunyi

Angin bertiup membawa cerita

Tentang tanah yang menangis dalam lirih

Tentang hutan yang berbisik untuk di jaga

 

Di sinilah Tuhan berjalan

Di kota yang sibuk oleh langkah dan suara,
Di kampung yang sunyi dan tenang
Di lorong sempit yang terlupakan dalam kembara

 

Kristus Tuhan, Engkau berkata:
“Aku lapar.”

Engkau hadir dalam wajah insan yang menanti pagi dengan perut kosong,
dalam wajah keluarga yang berbagi sagu dan ikan tapi entah makan apa besok?

Dalam wajah – wajah yang bergelut dengan hasil jualan demi isi kantong

Dalam wajah – wajah yang berkeringat di teriknya kota agar hidup tak lagi mogok


Namun ketika gereja peduli dan menolong,

Engkau duduk di antara kami
menjadi Kristus yang dikenali

Dalam kasih yang saling menyokong

Kristus Tuhan, Engkau berkata:
“Aku haus.”
di tanah berdebu karena pembangunan yang kejar target,
di jalan becek karena banjir yang menghadang bikin greget
di pemukiman padat yang berebutan air dan kehidupan

di kali yang tercemar oleh sampah dan ketamakan

 

Namun saat umat menjaga mata air,
merawat sungai dan tanah,
memberi setimba air dan perhatian,
Tuhan tersenyum: “Itu menyegarkan Aku.”

 

Kristus Tuhan, Engkau berkata:
“Aku orang asing.”

Dilupakan di tanah sendiri

Diabaikan di negeri sendiri
di tengah persaudaraan yang tersisih egoisme,
di tengah persaingan
demi keuntungan dan ambisi

 

Namun ketika Gereja menjadi rumah perjumpaan

Tempat semua diterima tanpa syarat

Merangkul tanpa memandang perbedaan
Tuhan menjadi Sahabat yang tinggal bersama umat.

 

Kristus Tuhan, Engkau berkata:
“Aku telanjang.”

Dalam martabat yang robek oleh nafsu serakah,
dalam budaya yang tergerus oleh arus zaman,
dalam luka sejarah yang masih bernanah,
Tuhan berdiri menanti kepedulian.

 

Ketika Gereja membela yang terabaikan,
menghormati manusia dan tanahnya,

Membalut yang terluka dengan kepedulian
Tuhan diselubungi kasih yang hidup.

 

Kristus Tuhan, Engkau berkata:
“Aku sakit.”

Dalam tubuh yang lemah dan letih,

Dalam raga yang renta dan ringkih
dalam jiwa yang terluka oleh
pengkhianatan,
Tuhan menunggu sentuhan harapan.

 

Saat Gereja hadir dengan kasih dan doa
dengan senyum yang menguatkan

Dengan sentuhan kasih dan pelukan,

Tuhan hadir menyembuhkan dalam harapan.

 

Kristus Tuhan, Engkau berkata:
“Aku di penjara.”

Di balik jeruji yang tak selalu tampak.

Karena dosa yang nikmat tapi binasa dalam dampak

Karena kemiskinan dan ketidakdilan yang mengganggu

Dan rasa tak berdaya yang masih membelenggu

 

Ketika gereja setia menemani,
memperjuangkan keadilan, membebaskan dan memulihkan
Engkau berkata: “Kasihmu
membebaskan

 

Lalu kami bertanya dengan suara gemetar:
“Tuhan, bilakah kami melihat Engkau?”

Dan Engkau menjawab lembut,
di tanah Papua dan
Negeri Malamoi yang Ku kasihi:
“Setiap kali engkau peduli, kepada yang kecil, yang terluka, dan yang tersisih,
di sanalah Aku hadir.”

 

Maka tahun 2026 bersama GKI di Tanah Papua kami diutus pergi

menjadi Gereja yang mendengar jeritan bumi,
menjadi Gereja yang berjalan bersama umat,
Menjaga ciptaan dan manusia yang bermartabat

 

Kasih menjelma dalam tindakan,
kepedulian menjadi jalan kesaksian,

bukan hanya di mimbar dan nyanyian,

Tapi juga di denyut keseharian,


Di laut, di gunung, di kota dan di kampung,
di tawa dan air mata, di suka dan duka
Kristus hadir melalui tangan yang mau berbagi

Di dalam hati yang mengasihi tanpa pamrih. Amin.

 

 

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "REFLEKSI PEMBUKAAN PELAYANAN: KRISTUS PEDULI - Suara Dari Tanah Papua (Matius 25:35-40)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed