YANG TERUTAMA JUGA UNTUK ORANG KRISTEN KETURUNAN YAHUDI - PEMBENARAN DAN HIDUP BARU DALAM KRISTUS (Galatia 2:15-21)

Kalau mencermati ceramah-ceramah dan perdebatan-perdebatan mengenai agama di media sosial hari-hari ini, maka sesungguhnya diskusi sekitar agama itu menyentuh sebuah pertanyaan penting atas kehidupan manusia, yaitu apakah agama dengan segala dogmanya menyelamatkan manusia? Banyak pendapat yang muncul sekitar pertanyaan tersebut. Ada yang mengklaim agama ini dengan ajarannya menyelamatkan, sedangkan agama yang lain tidak menyelamatkan. Agama ini yang benar sementara yang lain hanya sebuah kekafiran yang tidak mungkin membawa keselamatan. Yang paling parah adalah pandangan penganut agama tertentu, bahwa sekalipun melakukan kejahatan, tetap akan masuk sorga, sedangkan agama yang lain sekalipun penganutnya melakukan kebaikan tidak akan masuk sorga. Dengan pandangan seperti itu menjadi jelas bahwa keselamatan itu bukan lagi tergantung pada rahmat Tuhan, melainkan pada kehendak manusia. Keselamatan bukan lagi masalah teologi, melainkan sosio-antropologis.

 

Diskusi mengenai keselamatan bukan hal baru. Ribuan tahun lalu sebelum munculnya agama-fagama seperti pada hari ini soal keselamatan sudah diperdebatkan. Ajaran Yahudi yang berpusat pada hukum Taurat atau mitzvot mengklaim kalau mentaati hukum Taurat, maka akan dibenarkan dan diselamatkan. Kalau dapat melakukan semua tuntutan hukum Taurat sebanyak 613 butir ajaran, maka dijamin akan selamat. Pandangan dan klaim atas keselamatan tersebut dibantah oleh Rasul Paulus. Kepada orang Kristen di Galatia, Rasul Paulus dengan sangat meyakinkan menyatakan, “bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat, tetapi melalui iman kepada Yesus Kristus” (ayat 16). Rasul Paulus memperhadapkan kepada orang Kristen di Galatia dua bentuk keselamatan, yaitu pertama, keselamatan karena dibenarkan mentaati hukum Taurat dan kedua keselamatan karena iman kepada Yesus Kristus.  Yang satu keselamatan tergantung pada manusia yang mentaati tuntutan hukum Taurat, sedangkan yang lain keselamatan tergantung pada kasih karunia Allah, karena iman kepada Yesus Kristus. Rasul Paulus sangat memahami keselamatan karena dibenarkan dari dosa oleh iman kepada Yesus Kristus dan karena mentaati hukum Taurat. Namun, Rasul Paulus hendak menyakinkan orang Kristen Galatia, bahwa orang bisa dibenarkan dan diselamatkan dari dosa, kalau mempercayakan segenap hidup ini kepada Kristus, dan tidak ada kebenaran karena melakukan hukum Taurat. Dalam konteks perdebatan agama, maka pernyataan Rasul Pauluas itu, hendak menegaskan bahwa tidak ada keselamatan karena taat kepada ajaran agama, kecuali iman kepada Yesus Kristus. Dalam jiwa yang sama seorang teolog terkenal abad dua puluh, Karl Barth, pernah menyatakan bahwa agama adalah ketidakpercayaan. Yesus sudah diberikan Allah sebagai jalan keselamatan, tetepi manusia dengan agamanya mau mencari keselamatan di luar iman kepada Kristus. Maka agama tidak lain adalah sebuah ketidakpercayaan manusia kepada Allah. Ini juga berlaku untuk agama Kristen, kalau agama Kristen dengan ajarannya dianggap sebagai yang menyelamatkan. Bukan agama Kristen yang menyelamatkan, melainkan iman kepada Yesus Kristus yang membuat manusia dibenarkan dan diselamatkan.      

 

Bantahan Rasul Paulus yang disebutkan tadi sangat radikal, bagaimana tidak?! Kita semua tahu Rasul Paulus itu sebelum bertobat adalah seorang penganut ajaran Yahudi yang sangat fanatik dan membenci pengikut Kristus. Kalau ia menyatakan tidak seorang pun yang dibenarkan karena mentaati hulum Taurat, kecuali oleh iman kepada Kristus, ini menunjukkan titik balik dalam kehidupannya. Titik balik ini terjadi karena perjumpaannya dengan Kristus di Damsyik dan diselamat Kristus (Kis 9:1 – 19). Damsyik adalah momen yang menentukan pembaruan dalam kehidupan Rasul Paulus, dari seorang yang meyakini kebenaran karena hukum Taurat, menjadi seorang yang sangat percaya dan teguh menyakini, bahwa kebenaran hanya melalui iman kepada Yesus Kristus.  “Sebab itu”, kata Rasul Paulus, “kami pun telah percaya kepada Yesus Kristus, supaya kami dibenarkan karena iman dalam Krisus dan bukan karena melakukan hukum Taurat. Sebab, ‘Tidak ada seorang pun yang dibenarkan’, karena melakukan hukum Taurat” (ayat 16).

 

Pengalaman iman Rasul Paulus tersebut menjadi pelajaran penting dan sangat berharga bagi orang Kristen, termasuk warga GKI pada hari ini. Acap kali tanpa sadar kita menganggap perbuatan-perbuatan baik dalam gereja dan masyarakat akan mendapat ganjaran keselamatan dari pihak Allah. Ketika musim ujian sekolah, banyak sekali orang tua yang membawa persembahan saat ibadah. Ada alasan di balik pemberian persembahan tersebut, yaitu supaya Allah menerima persembahan dan berkenaan meluluskan anaknya. Kalau lulus ada ibadah syukur, tetapi kalau gagal tidak ada pengucapan syukur, malah sungutan terhadap Allah. Mentalitas menyenangkan hati Allah untuk memperoleh kebaikan-Nya bukanlah cara  berteologi dalam GKI. Melakukan kebaikan supaya dikasihi Allah bukanlah model kehidupan bergereja dalam GKI. karena GKI mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Kepala Gereja yang memerintah dan memelihara GKI dalam Firman dan Roh Kudus.  Kuasa dan pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya bukan karena ada kebaikan. sebab, kuasa dan pemeliharaan Tuhan itu tetap dan selalu berlangsung entah kita berbuat baik atau berbuat jahat. Maka mulai hari ini warga GKI sudah harus berhenti menganggap keselamatan itu tergantung pada kebaikan kita. yang harus ada pada pikiran dan kehidupan warga GKI adalah saya berbuat baik, dan harus berbuat baik, karena kuasa dan pemelihaan Tuhan sudah diberikan dan selalu ada dan tersedia.       

 

Tetapi kita akan merasakan dan mengalami bahwa kuasa dan pemelihaaan Tuhan selalu tersedia kalau kita ada di dalam Kristus. Ketika kita percaya dan memberi segenap hidup ini dalam kuasa Tuhan, maka pemeliharaan Tuhan yang selalu ada dan tersedia itu, akan dapat kita alami. Sebab dosa yang menghalangi kita mengalami kuasa Allah dan pemeliharaan-Nya telah diselesaikan Kristus di salib. Maka hendaknya setiap warga GKI berkata seperti Rasul Pauluas, “Aku telah disalibkan dengan Kristus” (ayat 19). Kalau kita percaya dan harus percaya, bahwa dosa kita sudah diselesaikan Yesus di salib, maka kita pun bisa berkata seperti Rasul Paulus, “aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (ayat 20). Oleh salib itu kita ada di dalam Kristus, sebab di salib itu kita yang karena dosa berada di luar Kristus, menjadi manusia yang baru, manusia yang ada dalam koinonia dengan Kristus. Orang Kristen karena imannya kepada Kristus, ia ada di dalam Kristus, sehingga seperti Rasul Paulus, begitupun setiap orang Kristen, termasuk warga GKI harus mengaku bahwa “aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku”!

 

Pengakuan tersebut hendak menegaskan bahwa warga GKI bukan lagi manusia yang sama dengan manusia yang lain yang tidak beriman kepada Kistus. Dalam tata gereja disebutkan bahwa GKI dan waga GKI adalah Tubuh Kristus. Kita adalah Tubuh Kristus, karena kita ada di dalam Kristus. GKI adalah Tubuh Kristus, karena Tuhan dan Kepala gereja ini adalah Yesus Kristus. maka sudah selayaknya kalau orang bertemu warga GKI akan mengalami seperti ketemu Kristus. Keberadaan GKI dan warga GKI sebagai Tubuh Kristus juga menjelaskan keberlanjutan kehadiran Kristus di dunia ini. Kristus memang sudah naik ke sorga, tetapi kehadirannya di dunia ini direpresentasikan oleh GKI dan warga GKI sebagai Tubuh Kristus. Maka sudah seharusnya dalam diri setiap warga GKI ada karakter Kristus, yaitu karakter kudus, kasih, taat, rendah hati dan kehambaan. Marilah kita senantiasa menampakan kehadiran Kristus dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat, sebab kita adalah Tubuh Kristus di dunia ini. Marilah kita menampakan karakter Krisus dalam kehidupan sehari-hari, sebab kita ada di dalam Kristus, dan Kristus ada di dalam kita. Amin!  (Penulis: Pdt. Dr. Sostenes Sumihe, M. Th)        

   

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "YANG TERUTAMA JUGA UNTUK ORANG KRISTEN KETURUNAN YAHUDI - PEMBENARAN DAN HIDUP BARU DALAM KRISTUS (Galatia 2:15-21)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed