LIDAH DAN TELINGA SEORANG MURID (Yesaya 50:4-11)

Saudara – saudara yang dikasihi Tuhan, tubuh kita manusia mempunyai banyak bagian. Semua itu adalah pemberian Tuhan. Namun ada dua bagian penting yang disebut dalam bacaan kita saat ini yaitu lidah dan telinga. Lidah untuk berbicara dan telinga untuk mendengar. Tuhan mau kita memiliki lidah dan telinga seorang murid. Apa yang dimaksud dengan memiliki lidah serta telinga seorang murid?

 

Yesaya 50:4-11 berbicara tentang ketaatan Hamba Tuhan. Hamba Tuhan dalam Nubuat Yesaya ini adalah Yesus Kristus Juruselamat kita. Yesus adalah hamba Tuhan yang rela menderita, sengsara bahkan mati untuk menebus dosa manusia. Yesus dihina, dicambuk, diludahi bahkan disalibkan. Namun Yesus setia meminum cawan penderitaan. Yesus taat menjalani jalan Via Dolorosa demi keselamatan kita semua. Oleh bilur – bilur Yesus, kita dipulihkan dan sembuh. Yesus sebagai Hamba Tuhan yang menderita telah menaklukkan kuasa dosa dan maut serta memberi anugerah keselamatan bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu pada minggu sengsara Yesus Kristus yang terakhir ini, mari kita mengikuti teladan Yesus untuk menjadi hamba yang taat.

 

Ketaatan yang Tuhan kehendaki adalah ketaatan seorang murid. Seorang murid Tuhan yang taat akan menggunakan lidahnya untuk mengucapkan perkataan – perkataan yang memberi semangat. Jadi lidah seorang murid Tuhan bukan untuk memaki, menghina dan menjatuhkan orang lain. Dalam Yakobus pasal 3 disebutkan bahwa lidah adalah anggota tubuh yang terkecil namun dapat memegahkan perkara besar. Seperti api yang kecil tetapi dapat membakar hutan yang besar. Kita harus mengontrol lidah sesuai kehendak Tuhan sebab perkataan dari lidah lebih tajam dari pedang.

 

Kita juga harus memiliki telinga seorang murid. Telinga yang taat untuk mendengar suara Tuhan. Telinga berfungsi membangkitkan ketaatan dan kesetiaan kepada Allah. Jadi, bukan untuk mendengar gossip dan hasutan yang membuat kita membenci orang lain dan tidak menjadi berkat. Telinga seorang murid adalah untuk mendengar suara Allah, suara kebenaran. Dari telinga turun ke hati. Milikilah telinga yang mendengar suara Allah, hati yang dipimpin oleh Roh Kudus dan lidah yang selalu mengucapkan berkat. Marilah kita setia membaca, mendengar, dan memelihara dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup kita. Jika kita memiliki lidah dan telinga seorang murid maka kita juga memiliki hati hamba yang hidup diberkati serta menjadi berkat lewat perkataan dan sikap hidup setiap hari. Walaupun banyak tantangan, tetapi marilah kita meyakini bahwa TUHAN menyertai dan menolong kita melakukan kehendak-Nya. Tuhan memberkati. Amin

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "LIDAH DAN TELINGA SEORANG MURID (Yesaya 50:4-11)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

KEKASIHKU TUHANKU (Kidung Agung 5:9-6:3)

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed