KEMATIAN YANG MENYELAMATKAN (Yohanes 19:16b-42)

Setiap manusia pasti akan mati. Mati berarti kehidupan sudah tamat, berakhir, game over. Namun ada satu kematian yang unik yaitu kematian yang terjadi pada Jumat yang Agung. Yesus, Juruselamat kita disalibkan, mati, lambungnya ditikam dan dikuburkan. Pada Jumat yang Agung telah terjadi kematian kudus. Kalau dalam kematian pada umumnya, nyawa manusia diambil kembali oleh Tuhan Sang pencipta tetapi pada Jumat yang Agung, Yesus sendiri menyerahkan nyawaNya untuk menebus dosa manusia. Hari ini kita merayakan Jumat Agung, setiap Tahun kita merayakan Jumat Agung, bagaimana kita memaknai Jumat Agung itu dalam hidup kita?  Tema khotbah dari Sinode adalah: “Kematian Yang Menyelamatkan”.  

 

Peristiwa “Yesus Disalibkan, Yesus Mati dan Dikuburkan” dalam Yohanes 19-16b-42 menjadi perenungan bagi kita sebagai orang percaya yang merayakan Jumat Agung di tahun 2023.  Sesudah vonis Pilatus bahwa Yesus disalibkan, Yesus memikul SalibNya ke Golgota. Yesus di salibkan bersama dua penyamun disebelah menyebelahNya.  Yesus terhitung diantara para pemberontak. Pada masa Yesus, penyaliban hanya dikhususkan untuk para budak yang melakukan kesalahan, dan penjahat yang terjahat.  Yesus menerima hukuman yang paling terhina. Di bukit Golgota, Yesus disalibkan bersama dua orang penjahat. Ia terhitung diantara para pemberontak. Yesus yang disalibkan menjadi tontonan dan bahan tertawaan orang banyak yang menukarNya dengan Barabas. Prajurit – prajurit dan orang banyak saat itu belum puas menyiksa, menghina, meludahi, mencambuk Yesus. Jubah Yesus juga undi. Para pemimpin mengejek Yesus. Para prajurit mengolok-olokan Yesus. Mereka bukan hanya menyiksa tubuh Yesus, mereka bukan hanya mempermalukan harga diri Yesus tapi mereka juga menginjak – nginjak status Yesus sebagai Mesias dan Raja. Mereka bahkan menghujat Yesus selaku Juruselamat. Pada Kayu Salib tertulis: Yesus Orang Nazaret Raja Orang Yahudi dalam tiga bahasa (Ibrani, Latin, Yunani) dan terkenal singkatan bahasa Latin yaitu INRI: Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum. Ini suatu penghinaan terhadap Yesus.

 

Tapi Yesus menunjukan kasih kepada Maria dan murid yang Yesus yang menerima Maria ibu Yesus dirumahnya. Selama Yesus disalibkan, ada 7 perkataanNya dikayu salib seperti dalam pembacaan kita. Perkataan ke -3, ke – 5 dan ke – 6 dan semua perkataan Yesus menunjukan kasihNya yang besar bagi manusia dan misiNya untuk menyelamatkan kita. DarahNya tercurah untuk kita bukan saja saat masih hidup dan tergantung disalib. Darah Yesus tercurah bukan saja karena cambukan dan siksaan. Ketika Yesus sudah tak bernyawa, lambungnya tikam, darah dan air yang tersisapun dicurahkan. Sungguh luar biasa pengorbanan Yesus. Seperti tema khotbah kita. Kematian Yesus adalah kematian yang menyelamatkan. Sesudah Yesus mati, Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus mengambil mayat Yesus dan menguburkanNya di makan yang baru, mereka mengurus mayat Yesus secara baik sebagai penghormatan kepada Yesus selaku Raja di atas segala Raja. Yesus masuk ke dunia orang mati. Yesus menjadi Tuhan atas kematian dan kehidupan.

 

Tak ada kasih yang sedemikian besar seperti yang dilakukan Yesus demi menyelamatkan kita. Pengorbanan Yesus di Salib tidak dapat dinilai dengan apapun yang ada di dunia ini. Terlalu mahal dan sangat mahal untuk kita. Karena itu, percayalah pada Yesus, sebab hanya melalui Dialah kita dapat diselamatkan. Dan bagi kita yang sudah percaya pada Yesus, janganlah kita menjual kematian Yesus dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Tanggalkan segala dosa. Putuskan segala ikatan yang menyebabkan kita jauh dari kasih Tuhan. Dengan hati beriman kita memandang pada Salib di Golgota dan hidup dalam pertobatan, ketaatan serta penyangkalan diri. Marilah kita menghayati kematian Yesus dengan penyesalan atas dosa dan pertobatan atas semua kejahatan yang pernah kita lakukan. Ada orang-orang yang mau menjadikan Yesus sebagai juruselamat tapi tidak mengijinkan Yesus menjadi Tuhan atas hidupnya.  Ada orang – orang yang menyebut diri percaya kepada Yesus tetapi masih memberi diri pada kuasa kegelapan. Yesus hanya berada diluar. Yesus tidak diijinkan menjadi Tuhan yang mengatur hidupnya atau mengatur tingkah lakunya. Marilah kita memberi hidup untuk diperbaharui dalam pengakuan dan perilaku agar kita makin setia dalam iman dan perbuatan yang memuliakan Allah. Pandanglah salib Kristus, Ia telah mati untuk mengalahkan kuasa dosa dan maut. Pada Jumat yang Agung ini kita menyadari pengorbanan Kristus yang mulia, kasih Allah yang besar dan kitapun bertobat agar kasih Allah yang besar memperkenankan bersama Allah di Firdaus hari ini. Selamat merayakan Jumat Agung. Selamat mempersiapkan diri untuk mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus. Tuhan memberkati. Amin.

 On Youtube: KEMATIAN YANG MENYELAMATKAN @dearpelangi

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KEMATIAN YANG MENYELAMATKAN (Yohanes 19:16b-42)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

DILENGKAPI DALAM PANGGILAN ALLAH (I Samuel 3:1-21)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed