MEMULAI SEBUAH PEKERJAAN DARI TUHAN (Nehemia 2:11-20)

Di tangan saya ini ada sebuah batu. Kalau kita melihat batu ini hanya sebuah batu saja, mungkin kita berpikir: “Apa istimewanya? Hanya sebuah batu.” Tapi saudaraku, dari batu yang kecil dapat menjadi rumah, sekolah, jembatan, atau gedung lainnya. Sebuah bangunan besar selalu dimulai dari sesuatu yang kelihatannya kecil. Orang juga bisa melihat batu ini dari sudut pandang yang berbeda. Tadi saya menyebutkan bahwa batu kecil ini dapat digunakan membangun sebuah bangunan, tapi bisa jadi orang lain akan melihat batu ini sebagai masalah, batu ini bisa dipakai untuk lempar orang. Hidup memberi kita pilihan. Apakah kita memandang hidup dengan melihat masalah saja atau melihat Tuhan dalam masalah dalam hidup kita? Apakah masalah membuat kita terbelenggu? Ataukah kita mau melakukan tindakan dalam pertolongan Tuhan di tengah masalah – masalah hidup kita?

 

Nehemia juga melihat masalah yang besar. Saat tiba di Yerusalem, yang terlihat adalah tembok yang runtuh dan pintu-pintu gerbang yang terbakar. Tetapi Nehemia tidak berkata, “Masalah ini terlalu besar.” Nehemia mulai dengan tindakan yang nyata. Melakukan pengamatan, mengajak orang  Israel “Mari kita bangun kembali tembok Yerusalem. Bahkan ketika ada tantangan. Nehemia tidak gentar. “Allah semesta langit Dialah yang membuat kami berhasil”. Nehemia melakukan pekerjaan Tuhan dengan kekuatan pertolongan Tuhan. Tema kita: Memulai sebuah pekerjaan dari Tuhan. Pekerjaan Tuhan bukan dimulai dari seberapa besar kemampuan kita, tetapi dari seberapa sungguh kita percaya kepada Tuhan yang memanggil kita untuk membangun. Ketika Nehemia mendengar berita tentang Yerusalem. Nehemia gelisah dan Tuhan taruh kepedulian di hati Nehemia.

 

Ketika ia sampai di Yerusalem dalam Nehemia 2:11–20, Nehemia tidak langsung mengumpulkan orang dan berkata: “Ayo, kita bangun!” Tidak. Setelah tiba di Yerusalem, Nehemia mulai dengan sebuah langkah nyata. Bukan langsung bangun tembok tapi dengan tenang melihat, mengamati, dan memeriksa keadaan. Yang Nehemia lihat bukan sekedar realita bahwa Tembok Yerusalem hancur dan pintu gerbangnya terbakar. Yang Nehemia lihat adalah sebuah panggilan Tuhan. Orang lain mungkin melihat: “Kota ini sudah hancur.” Nehemia melihat: “Kota ini harus dibangun kembali.” Orang lain melihat: “Ini terlalu sulit.” Nehemia melihat: “Tuhan dapat mengerjakannya melalui kita.” Inilah perbedaan antara terbelenggu masalah dengan mengambil tindakan nyata dalam iman. Masalah membuat kita mengeluh. Iman membuat kita bergerak. Masalah membuat kita berkata, “Tidak mungkin.” Iman membuat kita berkata, “Mari kita bangun kembali.” Jangan hanya melihat masalah. Belajarlah melihat apa yang Tuhan ingin kita lakukan terhadap masalah itu.

 

Setelah melihat keadaan Yerusalem, Nehemia kemudian berkata kepada orang-orang Yahudi: “Kamu lihat kemalangan yang kita alami. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem.” Perhatikan kata Nehemia: “Mari kita bangun.” Ia tidak berkata: “Kalian bangun!” Ia berkata: “Mari kita bangun.” Iman membuat kita bergerak bersama, sehingga kita punya kepedulian untuk pekerjaan Tuhan. Dalam gereja nih seringkali banyak orang pintar, tidak sedikit orang yang berkata: “Harusnya begini!” Tidak boleh bgitu.  Tetapi sedikit orang yang berkata: “Mari kita kerjakan bersama.” Sesungguhnya kita membutuhkan lebih banyak tangan yang bekerja, lebih banyak hati yang peduli. Kaki yang mau datang. Lutut yang mau berdoa. Perkataan membangun dan hidup yang mau menjadi teladan. Semua sudah berkomitmen bekerja bersama, eh ada masalah muncul lagi. Sanbalat, Tobia, dan Gesyem menertawakan dan mencemooh Nehemia. Ketika pekerjaan Tuhan dimulai, ada orang yang mendukung. Ada orang yang diam. Ada tra suka juga. Ini bagian dari pelayanan. Jangan berpikir bahwa pekerjaan Tuhan itu pasti semuanya lancar. Salibnya berat bp/ibu, tapi bukan karena kita. “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil.” Kita bekerja, tetapi Tuhan yang memberi keberhasilan. Kita merencanakan, tetapi Tuhan yang membuka jalan. Kita menanam, tetapi Tuhan yang menumbuhkan. Kita membangun, tetapi Tuhan yang memberikan kekuatan. Jadi jangan berhenti meski salib pelayanan itu berat. Majelis yang sekarang, majelis yang baru nanti, setia pikul salib pelayanan meski berat. Warga jemaat saat ada masalah dalam hidupmu, lihatlah pada Tuhan. Bertindaklah dengan iman. Kita ada dalam Bulan Bina Keluarga, mari bangun kembali hidup keluarga yang bertumbuh dalam Tuhan melalui mezbah tiap – tiap hari. Bisa jadi tembok keluarga sekarang sedang rapuh atau bahkan roboh dan membutuhkan tindakan nyata: hadir satu sama lain, pengampunan, pelukan, kasih. Jangan lihat batu masalah tapi jadi batu – batu yang berguna bagi pembangunan keluarga Allah, bagi pembangunan rumah Allah. Amin. Tuhan berkati.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "MEMULAI SEBUAH PEKERJAAN DARI TUHAN (Nehemia 2:11-20)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

MEMULAI SEBUAH PEKERJAAN DARI TUHAN (Nehemia 2:11-20)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed