KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN (Yohanes 8:30-36)

Seorang guru meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantong plastik bening ke sekolah. Lalu setiap anak diminta untuk menuliskan satu nama pada satu kentang yaitu nama orang yang tidak mau mereka maafkan. Jadilah setiap anak memiliki beban kentang pada plastik bening mereka, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Anak – anak itu diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam. Dan selama 1 minggu penuh, plastik bening berisi kentang itu harus tetap ada di sisi mereka saat tidur, saat belajar dan selalu ditenteng ke manapun mereka pergi. Lama kelamaan kondisi kentang dalam kantong makin tidak menentu bahkan ada kentang yang membusuk dengan bau yang sangat tidak enak. Setelah 1 minggu semua anak memilih untuk membuang plastik kentang itu, tidak ada yang mau menyimpannya terus menerus.

 

Menyimpan dosa jauh lebih merusak. Awalnya kita merasa biasa-biasa saja dan tidak terganggu. Tetapi semakin lama, hidup kita akan lebih busuk dari kentang yang disimpan anak – anak dalam cerita tadi. Jadi jika hidup kita masih menyimpan dosa, kita masih diperbudak dan terbelenggu dengan perbuatan – perbuatan dosa, kita masih menggegam amarah, kebencian, dendam, irih hati  terus – menerus maka hidup kita belum merdeka. Bacaan kita hari ini menyebutkan: orang yang tinggal dalam Kristus adalah murid Kristus. Murid Kristus akan hidup dalam kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan.

 

Merdeka artinya bebas dari perhambaan atau penjajahan. Besok, 17 Agustus 2020 adalah perayaan 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang. Itu kemerdekaan sebagai bangsa. Tetapi kemerdekaan kita sebagai manusia, adalah kemerdekaan yang kita peroleh dalam Kristus yang membebaskan kita dari perhambaan dosa.

 

Ketika Yesus menyampaikan pokok tentang “kebenaran yang memerdekakan”. Orang banyak itu memberi respons pada ayat 33 : “Kami adalah keturunan Abraham dan kami tidak pernah menjadi hamba siapapun, bagaimana Engkau berkata : Kamu akan merdeka? Perkataan Yesus sulit diterima oleh orang banyak.  Mereka berpikir bahwa status  istimewa mereka sebagai keturunan Abraham, bangsa pilihan Allah itu sudah cukup

 

Yesus menegaskan bahwa status sebagai umat Allah, keturunan Abraham belumlah cukup. Sebab walaupun status keturunan Abraham tapi hidup dalam dosa maka tetap hamba dosa. Keturunan Abraham justru harus meneladani Abraham. Abraham yang disebut Bapa segala orang percaya karena mendasari imannya sepenuhnya kepada Allah, pergi ke negeri yang tak ia kenal dan percaya janji Allah meskipun harus mengorbankan Isak anaknya. Iman Abram nyata dalam percayanya kepada Allah.

 

Kita menyebut diri murid Yesus, tetapi apakah kita hidup dalam kebenaran firmanNya ataukah hidup kita masih terikat dengan macam-macam perbuatan daging? Kristus sudah memerdekakan kita dari dosa tapi kemerdekaaan itu bukanlah kebebasan tanpa batas sehingga dengan seenak hati, kita melakukan apa yang kita mau. Kemerdekaan itu adalah kemerdekaan dalam koridor Firman Tuhan. Karena itu status sebagai murid Yesus harus disertai dengan ketaatan melakukan pengajaran sang Guru. Menyebut diri Kristen berarti memiliki karakter Kristus. Kebenaran dalam Kristus akan menyadarkan seseorang dari dosa dan kuasa Yesus membebaskan dari budak dosa.  

Jadi sekarang, manakah yang kita pilih? Kekristenan sekedar status atau gaya hidup? Dimerdekakan dari dosa atau merdeka untuk berbuat dosa? Penjajahan dosa tidak dapat dilawan dengan status, tapi dengan pemulihan Tuhan. Menjadi Kristen bukan sekedar percaya dengan status atau ucapan tapi percaya dengan sepenuh hati, jiwa dan segenap kelakuan. Itu berarti memercayakan diri penuh kepada Yesus untuk memerdekakan kita dari dosa.

 

Kemerdekaan yang sesungguhnya ditemukan di dalam Yesus Kristus. Dia memampukan kita untuk menjadi apa yang telah dirancangkan bagi kita. Jika kentang busuk sangat tidak nyaman, apalagi dosa. Terimalah Dia sebagai Juruselamat Anda, dan kebenaran itu akan memerdekakan Anda. Amin. Tuhan memberkati.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN (Yohanes 8:30-36)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

CINTA UANG ADALAH AKAR SEGALA KEJAHATAN (I Timotius 6:2b-10)

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed