KASIH YESUS KEPADA KAUM LEMAH (Yohanes 4:1-30)

Sebuah perjumpaan dapat menjadi perjumpaan yang biasa – biasa saja  dalam arti sekedar bertemu atau kebetulan berpas – pasan. Tapi juga dapat menjadi perjumpaan yang luar biasa seperti cinta pada pandangan pertama: begitu mata melihat, hatipun berbunga – bunga. Sebuah perjumpaan dapat memberi dampak yaitu perjumpaan yang menjadi berkat, perjumpaan yang mengubahkan atau sekedar basa-basi.

 

Pembacaan kita hari ini dalam Yohanes 4:1-30 adalah kisah perjumpaan Perempuan Samaria dengan Yesus di sumur Yakub, di kota Sikhar, wilayah Samaria. Apa yang kita lihat dalam perjumpaan ini:

 

Pertama, ia disebut tanpa nama namun dengan kebangsaannya: perempuan Samaria. Perempuan Samaria adalah representasi kaum yang terpinggirkan baik dari kebangsaannya, jenis kelaminnya maupun latar belakang kehidupannya. Ia datang ke sumur Yakub pada jam 12, sesuatu yang janggal dari kebiasaan orang pada umumnya pergi ke sumur pada pagi atau sore hari. Perempuan ini memiliki kehidupan yang kelam. Masa lalunya buruk dalam padangan moral masyarakat. Wajar, jika dia tidak mau berjumpa siapapun. Tapi dia membutuhkan sentuhan kasih untuk mengubah hidupnya. Ia sedang haus air kehidupan untuk membasuh kehidupannya.

 

Kedua, dalam perjumpaan itu Yesus sangat mengenal perempuan Samaria. Sedangkan perempuan Samaria tidak begitu mengenal Yesus. Dalam percakapan dengan Yesus, si perempuan Samaria hanya berfokus pada hal : perbedaan kebangsaannya dengan Yesus, dan fakta bahwa Yesus tak memiliki timba untuk menimba air. Kehdiupan perempuan Samaria dibentuk dari lingkungan kehidupannya. Dia tak mengerti apa yang dimaksudkan Yesus dengan “air hidup“ yang tidak hanya memuaskan rasa dahaga namun yang memberi kehidupan kekal.

 

Ketiga, Yesus menyatakan diri kepada perempuan itu. Yesus menegaskan bahwa Dialah Mesias (ayat 26). Pernyataan Yesus menjadikan perjumpaan itu menjadi titik balik kehidupan perempuan Samaria yang berubah. Perjumpaan itu membebaskan perempuan Samaria dari hambatan masa lalunya. Perjumpaan itu menjadi perjumpaan yang menjangkau kaum yang lemah dan tersingkir.  Perjumpaan itu memberi arah baru bagi hidup perempuan Samaria dan bangsanya dalam hal menyembah Allah.

 

Hari ini ketika kisah perjumpaan perempuan Samaria dengan Yesus menjadi berita Firman Tuhan untuk kita secara khusus untuk jemaat yang bersyukur merayakan Ulang Tahun berdirinya Jemaat. Maka ada 3 hal khusus yang menjadi pesan Firman Tuhan

Pertama, sesungguhnya kita adalah orang – orang yang diberkati karena Yesuspun telah berjumpa dengan kita bahkan menebus hidup kita. Namun ternyata ada banyak hal menghambat hidup kita untuk bertumbuh dalam Yesus. Masalah pribadi, masalah keluarga, masalah pekerjaan, hubungan yang buruk dengan sesama, masa lalu yang hitam, keterikatan dengan kuasa gelap, ambisi dan egoisme, kemalasan, dan kehidupan dalam dosa. Jika kita rindu mengalami berkat perjumpaan dengan Yesus kita harus dibebaskan dari segala keterikatan itu. Kepada perempuan Samaria itu Yesus berkata, “barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (ay 13-14). Apa yang ada di dunia ini tidak membawa kita kepada hidup yang kekal. Hanya Yesus yang memberi air hidup yang terus mengalir untuk membersihkan, melimpahi kita dengan berkat serta membawa kita pada kehidupan kekal.   

 

Kedua, relasi kita dengan Allah bukan hanya terbatas dalam gedung tertentu (di Gereja, di tempat ibadah) atau waktu – waktu tertentu saja (hari minggu, hari ulang tahun, saat bahagia), tapi dengan segenap hati, jiwa dan totalitas kehidupan kita. Seluruh hidup kita adalah representasi kehadiran Allah. Karena itu sembahlah Allah dalam Roh dan Kebenaran dan dengan seluruh totalitas kehidupan.

 

Ketiga, perjumpaan dengan Yesus membawa dampak perubahan. Perempuan Samaria diubahkan. Jika sebelumnya ia bersembunyi dari orang banyak karena masa lalunya. Sesudah berjumpa dengan Yesus ia justru menjumpai banyak orang dan menjadi saksi. Hidup kita adalah representasi kehadiran Kristus di dalam dunia. Beritakanlah keselamatan dari Allah yang membebaskan segala belenggu. Beritakanlah keselamatan dari Allah bagi orang - orang yang membutuhkan sentuhan kasih dan yang haus dengan air kehidupan. Beritakanlah keselamatan bagi mereka yang belum mengalami perjumpaan dengan Kristus. Hari ini adalah momen bagi jemaat yang bersyukur merayakan Ulang Tahun berdirinya jemaat untuk membarui panggilan dan komitmen bergereja. Di jemaat ini kita sudah berjumpa dengan Kristus selama 22 tahun. Apakah perjumpaan itu adalah perjumpaan yang sekedar berjumpa? Atau perjumpaan yang mengubahkan? Kitalah yang memberi arti dan makna bagi 22 tahun berdirinya jemaat ini. Pelayanan memang penuh dinamika, mengalami pasang surut, beragam peristiwa dan rasa tapi tetaplah setia dan giat  dalam kesaksian, persekutuan dan pelayanan, tetaplah kokoh dalam iman agar semua orang termasuk yang tersingkirkan mengalami kasih Allah. AMIN. TUHAN MEMBERKATI. SELAMAT HARI MINGGU. SELAMAT ATAS ULANG TAHUN ke – 22 bagi Jemaat Petrus SP VI Klasis Waropen; 02 Agustus 1998 – 02 Agustus 2020.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KASIH YESUS KEPADA KAUM LEMAH (Yohanes 4:1-30)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

KASIH YESUS KEPADA KAUM LEMAH (Yohanes 4:1-30)

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed