PENGETAHUAN ISI ALKITAB I : KANONISASI DAN SISTEMATIKA ISI ALKITAB

 PENGANTAR

Alkitab bukanlah buku yang diturunkan dari Sorga atau didiktekan oleh Allah lalu direkam oleh manusia. Alkitab ditulis oleh manusia dengan pimpinan Roh Kudus. Melalui karya, perasaan dan tulisan para penulis Alkitab, Allah menyatakan rencana, karya dan kehendakNya bagi manusia. Demikianlah Alkitab berisi Firman Tuhan  sebagai kesaksian iman umat tentang Allah.

 

Alkitab berisi kesaksian iman tentang Allah dalam kehidupan Israel (Perjanjian Lama) dan jemaat mula – mula (Perjanjian Baru). Kesaksian iman di dalam Alkitab mengandung konteks universal yang berlaku umum (misalnya: Allah adalah kasih), tapi juga konteks situasional khusus yang terkait dengan keadaan sosial, budaya, ekonomi, politik, agama dan sejarah Yahudi, Yunani maupun Romawi (misalnya: Tradisi Levirat – hanya khusus Yahudi, pemahaman Logos – Yunani).

 

Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab dan Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab. Disebut “perjanjian” oleh karena Alkitab berisi perjanjian Allah dengan umatNya. Allah mengikat perjanjian dengan Israel (Abraham – PL) dan Gereja (PB). Perjanjian itu tidak semata – mata atas janji Allah untuk menjadi Allah Israel tapi juga janji Israel untuk taat dan hidup kudus sebagai umat pilihan Allah. Dalam Perjanjian Lama, ikatan perjanjian itu diwujudkan melalui ketaatan kepada Taurat. Kemudian Perjanjian itu dibaharui oleh Yesus Kristus (menjadi Perjanjian Baru) karena karya keselamatan Kristus, menggenapkan Taurat dan menebus manusia (kelahiran, sengsara, kematian dan kebangkitanNya).

 

Meskipun Alkitab ditulis oleh manusia dalam konteks khusus dan dengan berbagai corak sastra tapi pemahaman kekristenan tentang Alkitab sangat pasti.

a.  Alkitab bukanlah buku ilmu pengetahuan (science). Walaupun Alkitab mengandung hal – hal ilmu pengetahuan tetapi tujuan Alkitab bukanlah untuk science.

b.  Tujuan Alkitab juga bukan kesusasteraan. Alkitab memang mengandung kesusasteraan yang tinggi tetapi tujuan Alkitab bukan terdapat pada hal sastranya melainkan berita yang ditulis melalui berbagai corak sastra: cerita, puisi, nubuat dll.

c.   Tujuan Alkitab bukan filosofis. Walaupun Alkitab mengandung hikmat yang dalam bahkan hikmat Allah sendiri tetapi penyajiannya tidak memakai kaidah – kaidah yang diterima/dipakai oleh Filsafat manusia.

d.  Alkitab juga bukan buku ilmu sejarah. Walaupun Alkitab berisi kisah sejarah dan di dalamnya dapat kita temukan informasi – informasi sejarah tetapi Alkitab tidak ditulis untuk menyajikan hal sejarah semata – mata.

 

Jadi Alkitab bukanlah kitab science atau kesusasteraan, filosofis dan sejarah. Alkitab adalah kitab keselamatan. Keselamatan yang dimaksud jauh lebih luas daripada pengampunan dosa. Keselamatan mencakup seluruh rencana Allah untuk memerdekakan dan memulihkan umat manusia dan bahkan seluruh ciptaan. ALKITAB BUKANLAH BUKU BIASA KARENA ALKITAB ADALAH KITAB KESELAMATAN.

 

KANONISASI ALKITAB

Alkitab mencapai bentuknya sebagaimana yang kita pakai sekarang (terdiri dari 66 kitab) sesungguhnya melewati sebuah proses yang panjang yang disebut dengan KANONISASI ALKITAB

 

Istilah Kanonisasi berasal dari kata dasar “Kanon” dari bahasa Yunani Kuno “κανών”, yang berarti "mistar", “buluh” “gelagah” atau "tongkat pengukur". Kanon Alkitab menunjuk pada daftar Kitab yang menjadi "standar" atau "aturan" yang bersifat normatif bagi umat.

 

Awalnya teks – teks Alkitab berbentuk teks – teks yang terpisah berupa Manuskrip, Salinan, Codex dengan media tulis : Papirus, Perkamen. Papirus adalah serat dari tumbuh-tumbuhan yaitu sejenis tanaman air yang banyak dijumpai di lembah sungai Nil. Papirus umum digunakan sejak 3.500 SM sampai abad ke-4 M. Setelah itu media tulis menggunakan perkamen. Perkamen berasal dari kulit hewan seperti sapi, kambing, domba, keledai yang diolah secara khusus.  Perkamen memiliki daya tahan atau lebih kuat dari Papirus.

Perjanjian Lama : Bahasa Ibrani (Biblia Hebraica) dan Perjanjian Baru (Bahasa Yunani : Novum Testamentum Graece). Teks - teks Perjanjian Lama ditulis antara ± tahun 1500 SM sampai ± tahun 400 SM. Sedangkan Teks – teks Perjanjian Baru di tulis antara tahun 42 M – 150 M

 

Proses kanonisasi Alkitab terjadi antara 200 SM sampai 300 M. Kanon Perjanjian Lama diterima dalam Sidang (Konsili) di Yamnia Tahun 100 M. Untuk Kanon Perjanjian Lama terdapat beberapa Kanon yang diterima yaitu Kanon Ibrani (TENAKH 24 Kitab), Kanon Katolik (46 Kitab) dan Kanon Yunani Protestan (39 Kitab). Sedangkan Kanon PB diterima sejak Konsili Hippo tahun 393 M dan mengakui 27 Kitab

 

Kriteria yang dipakai untuk Kanon Perjanjian Lama yaitu:

a.  Berkaitan dengan Taurat, Nubuat dan Perjanjian

b.  Memilki Referensi di Perjanjian Baru

c.   Berkaitan dengan Ibadah Israel

Sedangkan kriteria yang dipakai untuk Kanon Perjanjian Baru yaitu:

a.  Berkaitan dengan tradisi kerasulan

b.  Di terima secara umum di kalangan jemaat mula – mula masa itu

c.   Bergantung pada ortodoksi

 

Pada abad ke 13 Stephen Langton membagi Alkitab ke dalam pasal – pasal atau bab. Dilanjutkan oleh Robert Estienne pada abad ke 16 yang membaginya ke dalam ayat – ayat.

 

Pada tahun 1455, Alkitab versi cetak (VULGATA) dicetak pertama kali oleh Johannes Gutenberg (di Mainz, Jerman). Penemuan mesin cetak membuat Alkitab semakin banyak dicetak dan kini telah diterjemahakan ke dalam berbagai Bahasa di dunia.

 

Kita bersyukur sebab Allah dalam kuasa Roh Kudus bekerja sepanjang proses Kanonisasi Alkitab yang sangat luar biasa.

 

SISTEMATIKA ISI ALKITAB

PERJANJIAN LAMA KANON IBRANI (24 Kitab)

 TENAKH (TORAH, NEVI’IM, KETUBIM)

Torah : Taurat (5 Kitab)

Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan – 5 Kitab

 

Nevi’im: Nabi – nabi (8 Kitab)

Yosua, Hakim – Hakim, Samuel, Raja – raja, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, 12 Nabi (Hosea – Maleakhi)

 

Ketubim: Kitab – kitab ( 11 Kitab)

Mazmur, Amsal, Ayub, Kidung Agung, Rut, Ratapan, Pengkhotbah, Ester, Daniel, Ezra Nehemia, Tawarikh

 

PERJANJIAN LAMA KANON YUNANI (39 Kitab)

Kitab Taurat – 5 Kitab

Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan

Kitab Sejarah – 12 Kitab

Yosua, Hakim – Hakim, Rut, I Samuel, II Samuel, I Raja – raja, II Raja – raja, I Tawarikh, II Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester, Ayub

 

Kitab Sastra – 5 Kitab

Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung

 

Kitab Nabi – Nabi  

a.  Nabi – nabi Besar – 5 Kitab

Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel

b.  Nabi - nabi Kecil – 12 Kitab

Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum. Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi

 

PERJANJIAN LAMA KANON KATOLIK (46 Kitab)

Tambahan 7 Kitab (Deutro Kanonika)

Tobit, Yudit, I Makabe, II Makabe, Barukh, Kebijaksanaan Salomo, Sirakh

 

KANON PERJANJIAN BARU (27 Kitab)

Kitab Injil (4 Kitab)

Matius, Markus, Lukas, Yohanes

 

Kitab Sejarah (1 Kitab)

Kisah Para Rasul

 

Surat – surat

a.  Surat Paulus (13 Kitab)

Roma, I Korintus, II Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, I Tesalonika,, II Tesalonika, I Timotius, II Timotius, Titus, Filemon

b.  Surat Am (8 Kitab)

Ibrani, Yakobus, I Petrus, II Petrus, I Yohanes, II Yohanes, III Yohanes, Yudas

 

Wahyu (1 Kitab)

 

Demikian penyajian singkat Pengetahuan Isi Alkitab I tentang Kanonisasi Alkitab dan Pembagian Isi Alkitab. Tuhan memberkati.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "PENGETAHUAN ISI ALKITAB I : KANONISASI DAN SISTEMATIKA ISI ALKITAB"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed