ALLAH TIDAK MENOLAK UMATNYA YANG DIPILIHNYA (Roma 11:1-10)

Kata “sisa” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti apa yang tertinggal (sesudah makan, diambil dan sebagainya) atau bagian yang lebih (kelebihan). Sisa Israel menunjuk pada generasi Israel yang mendapat kasih karunia Allah sesudah penghukuman Tuhan bagi seluruh umat. Sisa Israel adalah kelompok yang lebih sedikit, yang tetap setia berpaut pada Tuhan. Sisa Israel adalah generasi pilihan Allah untuk mereformasi seluruh tatanan kehidupan umat. Sisa Israel terdiri dari orang – orang berkualitas yang setia sampai akhir.

 

Paulus mengingatkan jemaat di Roma tentang kasih karunia Allah. Kasih karunia adalah pemberian Allah karena belas kasihannya. Israel adalah umat pilihan Allah. Akan tetapi, mereka telah menyimpang dari Tuhan sehingga tidak dapat menikmati hak sebagai bangsa pilihan. Namun Allah tetap menyelamatkan sisa Israel. Meskipun mayoritas Israel menegarkan hati, ada sebagian kecil yang menerima kasih karunia Allah. Mereka di sebut "sisa Israel". Sisa Israel dipilih bukan karena mereka lebih saleh dari orang Israel lainnya. Mereka dipilih hanya oleh kasih karunia Allah.

 

Rasul Paulus berbicara tentang sisa Israel dalam kaitannya dengan kasih karunia Tuhan. Anak – anak sekolah pasti tidak mau nilai ujiannya dapat angka 0. Walaupun 0 ada dua tetap itu nilai terendah. Tapi kalau di depan angka 00 ada angka 1 pasti sangat senang karena itu nilainya 100. Berapapun angka 0 di nilai cek atau di nilai ujian jika tanpa angka lain di depan maka 0 itu tidak bernilai. Kita manusia diibaratkan sebagai angka nol itu. Tanpa Allah, ia tidak berarti. Tanpa Allah yang memberi nafas hidup, kita hanya seonggok tanah. Allah yang menciptakan kita manusia. Kita diselamatkan oleh Allah yang mengasihi kita. Kita berharga hanya karena Allah memandang kita berharga. Kita hidup hanya karena kebaikanNya. 24 jam sehari, 52 minggu, 12 bulan adalah anugerah Allah sampai akhirnya kita kembali kepada Allah. 

 

Paulus berbicara tentang kemurahan Allah yang tidak pernah menolak umat-Nya. Paulus sendiri mengalami kasih karunia Allah yang melayakkannya untuk mejadi Rasul. Ia adalah keturunan Abraham, tetapi Allah berkenan menyelamatkan dan memanggilnya menjadi rasul bagi orang - orang non Yahudi. Sebelumnya kehidupan Paulus terikat dengan Hukum Taurat tetapi kasih karunia Allah memampukan Paulus untuk menjadi Rasul Yesus. Paulus juga memberi contoh tentang Elia (1 Raj.19:10-19). Elia sempat mengeluh karena merasa seorang diri melayani Tuhan, sementara nyawanya terancam oleh Ratu Izebel. Namun, Allah menghibur Elia dengan menyisakan tujuh ribu orang yang masih setia kepada-Nya. Sisa Israel adalah orang-orang yang telah memperoleh kasih karunia dari pada Tuhan. Jika orang lain menolak nabi-nabi maka sisa Israel tekun terhadap perintah Allah. Baik sisa pada zaman Elia, maupun sisa pada zaman Paulus sungguh-sungguh menghayati makna pemilihan Allah. Penyelamatan Allah adalah karena kasih karunia bukan karena perbuatan manusia. Demikianlah, Allah punya cara sendiri untuk memelihara sebagian kecil orang-orang yang tetap setia kepada-Nya.

 

Seperti halnya rasul Paulus yang telah menerima kasih karunia Allah, kitapun demikian. Sadar atau tidak, kita seringkali jatuh dalam dosa namun Allah tetap memberikan kita kesempatan untuk menyadari semuanya itu dan berbalik kepada-Nya. Ingat, kasih karunia Allahlah yang membuat kita hidup dan berharga di hadapan-Nya. Kasih karunia Allah menjadi jaminan bahwa Allah akan memelihara dan menyertai orang – orang pilihanNya. Bukan karena perbuatan melakukan hukum taurat, bukan karena kehebatan manusia tetapi karena kasih karunia Allah. Apakah kita termasuk dalam persekutuan 7000 orang yang masih setia?  Setia melayani, setia beribadah, setia mengasihi. Kita dipilih untuk melayani bukan karena kemampuan dan kepintaran kita tetapi karena kasih karunia Allah yang melayakkan kita. Waropen di pilih untuk Sidang Sinode bukan karena Waropen mempunyai segala sarana prasarana. Di dalam keterbatasan di Waropen kasih karunia Allah menjadi nyata. Dalam keterbatasan di jemaat ini, kasih karunia Allah menjadi nyata dalam pekerjaan pembangunan. Kasih karunia Allah ini harus menyadarkan kita untuk bersyukur, untuk tetap giat dalam pekerjaan Tuhan, untuk saling membangun satu dengan yang lain juga untuk saling mengasihi.

 

Tema: Allah tidak menolak umatNya yang dipilihNya. Tema ini bukan berarti kita bisa sesuka hati hidup di dalam dosa toh Tuhan pasti tidak menolak orang Kristen. Tidak demikian. Sebagaimana sisa Israel 7000 orang itu, maka jadilah orang Kristen yang mengenal Allah dengan sungguh – sungguh. Tetaplah setia dan jadilah kuat dalam Tuhan di tengah masa – masa sulit. Jadilah hamba yang tetap menghamba serta menjadi kecil dan hanya Allah saja yang menjadi besar dan dimuliakan dalam hidup kita. Amin. Tuhan memberkati. Selamat Hari Minggu.

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "ALLAH TIDAK MENOLAK UMATNYA YANG DIPILIHNYA (Roma 11:1-10)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed