MENGENAL DIA YANG BANGKIT (Lukas 24:13-35)

Banyaknya waktu yang kita habiskan bersama seseorang belum menjamin bahwa kita mengenal orang itu dengan baik. Sudah berapa lama kita menjadi Kristen? 20 tahun atau 50 tahun? Itupun belum menjamin bahwa kita sudah mengenal Yesus dengan benar. Tema kita hari ini: “Mengenal Dia yang Bangkit”. Dua murid Yesus, Kleopas dan seorang lagi yang tidak disebutkan namanya, mereka berjalan dari Yerusalem ke Emaus. Dalam perjalanan itu, mereka membahas berita yang viral di Yerusalem. Waktu itu belum ada medsos untuk orang share berita, tapi kubur kosong Yesus menjadi viral. Kemudian Yesus bergabung dengan mereka, berjalan bersama mereka. Tapi mereka tidak mengenali Yesus. Ada sesuatu yang menghalangi mata mereka. Memang kalau ada sesuatu yang menghalangi mata kita maka kita tidak dapat melihat dengan baik. Saat mengendarai motor lalu seekor serangga masuk ke mata, itu akan membuat pandangan kita terganggu, kita tidak dapat melihat jalan dengan baik jadi harus dibereskan dulu serangga yang menghalangi mata supaya pandangan menjadi baik.

 

Dua orang murid Yesus itu tidak dapat mengenali Yesus bukan karena rupa Yesus berbeda tetapi karena ada sesuatu yang menghalangi mata mereka. Yang menghalangi mata mereka itu bukan hal dari luar seperti serangga dan lainnya, juga bukan karena mereka mengantuk, rabun atau buta. Yang menghalangi mereka adalah pengenalan tentang Yesus itu sendiri. Pemahaman mereka hanya sepotong-sepotong. Bagi mereka Yesuslah nabi. Kematian Yesus yang membuat muka mereka muram. Pengharapan mereka untuk pembebasan Israel telah hilang. Mereka mempunyai pengharapan yang salah atas misi Yesus. Walaupun mereka telah mendengar kesaksian perempuan-perempuan yang menyatakan Yesus telah bangkit. Tetapi, seperti murid lainnya, mereka sulit percaya hal itu. Kepada Yesus mereka bercerita tentang analisa mereka, harapan mereka.

 

Apa respons Yesus? Yesus menegur mereka karena ketidakpercayaan. Yesus menyebut mereka bodoh bukan soal intelektual tapi soal iman dan pengenalan yang lamban serta keliru tentang Yesus. Yesus menjelaskan kepada mereka apa yang disampaikan Kitab Suci. Secara perlahan Yesus membawa mereka kepada pengenalan akan diri-Nya. Apa yang sedang terjadi di Yerusalem merupakan penggenapan terhadap isi Alkitab. Dengan demikian semua peristiwa yang sedang terjadi harus dipahami dari sudut pandang Kristus. Yesus membimbing mereka ke dalam pengenalan sejati tentang Yesus, bahwa Yesus lebih daripada sekadar nabi. Kemudian, mereka mendesak Yesus untuk tinggal bersama mereka. Lalu Yesus duduk dalam perjamuan dengan kedua murid tersebut. Ketika Yesus mengambil roti dan memberkatinya, terbukalah mata rohani kedua murid tersebut. Sekarang mereka melihat Yesus dengan jelas.

 

Kesadaran mereka dan pengenalan mereka tentang Yesus yang bangkit mengubah kehidupan kedua orang murid itu. Bila sebelumnya mereka menempuh perjalanan 7 mil (11 km) dari Yerusalem ke Emaus dengan lambat - lambat tapi kemudian mereka bangun dan kembali ke Yerusalem dengan sukacita. Harusnya mereka lelah, tapi pengenalan akan Yesus membuat mereka bersemangat kembali, membuat hati mereka berkobar – kobar. Mereka kemudian menjadi saksi kebangkitan Yesus. Pemahaman yang benar akan Tuhan memang akan mempengaruhi cara pandang dan sikap hidup kita. Mengenal Yesus yang bangkit merupakan anugerah. Keberdosaan kita menghalangi mata iman kita. Karena itu bukalah hati bagi Yesus, percaya FirmanNya sebagai kunci untuk mengenal Dia dengan benar. Upaya untuk lebih mengenal Yesus Kristus perlu kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Dengan tekun berdoa kepada-Nya, hati kita diasah menjadi semakin peka untuk mengenali suara-Nya. Hari ini adakah sesuatu yang menghalangi kita untuk merasakan kasih Tuhan? Sesuatu yang menghalangi kita untuk berjumpa dengan Tuhan? Sesuatu yang menghalangi kita untuk menyadari kehadiran Tuhan di hidup kita? Runtuhkan semua penghalang tapi namanya penghalang pasti kuat. Seringkali kita tidak mempunyai kekuatan untuk menghalau dosa atau untuk mengatasi masalah – masalah kita. Tapi inilah yang luar biasa, bukan hanya kita yang berjuang untuk berjumpa dengan Tuhan tapi Tuhan juga menolong kita untuk mengenaliNya dengan sungguh. Dia tak pernah terlambat menolong kita. Yesus Kristus tidak pernah meninggalkan kita. Dia senantiasa menyertai perjalanan hidup kita. Kehadiran Tuhan akan menguatkan dan memberi semangat yang berkobar-kobar bagi untuk mewartakan Kristus melalui pelayanan. Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "MENGENAL DIA YANG BANGKIT (Lukas 24:13-35)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

BAHASA LIDAH, BAHASA SEHARI - HARI (Artikel)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed