BERSAMA DALAM KASIH, BERGERAK DALAM KEPEDULIAN (Ibrani 10:24-25)

Syalom,,, yang bersukacita karena mengalami kasih Tuhan, mari beri kemuliaan bagi Tuhan. Lebih bersemangat lagi. Sebagai orang percaya kita semua bersukacita karena Tuhan mengasihi kita. Kita sudah ada di minggu – minggu sengsara Yesus Kristus. Kita bersyukur karena Tuhan kita membiarkan kita binasa di dalam dosa. Ia menebus kita semua dengan darah Yesus. Untuk warga jemaat Zoar khususnya, kita bersyukur sebab hari ini 19 tahun pernyertaan Tuhan dalam perjalanan sejarah jemaat Zoar sejak berdiri sebagai jemaat mandiri pada 18 Feb 2007, tapi jauh sebelum itu sebagaimana kita dengar kilas balik sejarahnya dan kita lihat foto – foto yang mengingatkan kita pada masa – masa itu. Masa ketika masih wyk 1 Syalom, Masa Pos Pelayanan Pante Ria, Masa kepemimpinan dari ketua jemaat pertama sampai hari ini. 19 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ada perjuangan, ada pergumulan, ada pembelajaran dan ada pertolongan Tuhan. Dalam setiap musim, Tuhan setia memelihara Jemaat Zoar Klaligi. Nama “Zoar” artinya kecil. Zoar memang kota kecil di daerah sebelah timur sungai Yordan. Lot dan anak – anaknya lari ke kota itu dan ia terluput dari murka Allah yang membinasakan Sodom dan Gomora. Hari ini Zoar juga harus menjadi tempat keselamatan, mengalami sukacita, mengalami berkat Allah.

 

Dalam sukacita merayakan 19 tahun HUT Zoar hari ini tema kita: Bersama dalam kasih, bergerak dalam kepedulian.  Ada tiga kebenaran penting bagi kita di usia 19 tahun ini dari bacaan Ibrani 10:24-25. Pertama, bersama dalam Kasih: Saling Memperhatikan. Penulis surat Ibrani tidak berkata, “Perhatikan dirimu sendiri.” Tetapi ia berkata, “Marilah kita saling memperhatikan.” Memperhatikan dari kata Yunani: Katanoeo, artinya bukan memperhatikan sepintas, tapi memperhatikan dengan kasih. Gereja bukan tempat orang-orang sempurna berkumpul, tetapi tempat orang-orang yang belajar peduli satu sama lain. Kata “memperhatikan” berarti dengan sengaja melihat kebutuhan orang lain. Bukan hanya tahu, tetapi tergerak. Bukan hanya simpati, tetapi empati. Yesus sendiri menunjukkan teladan ini. Dalam pelayanan-Nya, Ia selalu melihat orang banyak dan tergerak oleh belas kasihan. Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga menyentuh, menyembuhkan, dan memberi makan. Di usia 19 tahun ini, Tuhan memanggil Jemaat Zoar Klaligi untuk terus menjadi gereja yang saling memperhatikan: memperhatikan keluarga yang sedang berduka, memperhatikan pemuda yang sedang bergumul, memperhatikan anak-anak yang perlu dibimbing, memperhatikan mereka yang mulai jarang hadir beribadah. Kasih menjadi tindakan nyata.

 

Kedua, bergerak dalam Kepedulian: Mendorong dalam Pekerjaan Baik. Firman Tuhan berkata, “Saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Mendorong berarti menggerakkan dengan kuat, memberikan semangat untuk hal yang positif yaitu kasih dan perbuatan baik. Persekutuan kita bukan tanpa masalah, ada lelah, ada salah paham, ada kecewa, ada konflik, ada salah paham, tapi dalam semuanya itu kita mau saling menguatkan. 19 tahun perjalanan Jemaat Zoar Klaligi tentu penuh dinamika. Tetapi setiap pelayanan yang bertahan sampai hari ini adalah bukti bahwa ada orang-orang yang setia mendorong satu sama lain. Kepedulian tidak boleh berhenti di dalam gedung gereja. Kepedulian harus bergerak keluar. Peduli pada lingkungan sekitar. Peduli pada yang terabaikan. Peduli pada alam. Gereja bukan hanya berkumpul, tetapi juga diutus. Bukan hanya merayakan, tetapi juga melayani. Ulang tahun gereja bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi memperbarui komitmen untuk masa depan.

 

Ketiga, tetap Setia Bersekutu: Jangan Menjauh dari Ibadah

Penulis Ibrani mengingatkan, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah.” Karena kasih dan kepedulian bertumbuh dalam persekutuan. Karena itu jangan menjauhkan diri dari persekutuan ibadah. Jika kita mulai menjauh, hati menjadi dingin. Ibadah bukan rutinitas. Ibadah adalah sumber kekuatan. Di dalam ibadah kita: Dikuatkan oleh firman. Diteguhkan oleh doa. Dipersatukan oleh kasih. Jemaat Zoar Klaligi tidak akan bertahan 19 tahun tanpa kesetiaan dalam ibadah dan persekutuan. Dan untuk memasuki tahun-tahun ke depan, kuncinya tetap sama: Saling membangun dalam kasih, bergerak dalam kepedulian dan setia dalam persekutuan. Kita mesti semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan tiba, Banyak kejadian, peristiwa, keadaan di kota Sorong yang mengguncangkan hati. Tapi janganlah kita menjadi serupa dengan dunia mari tinggal di dalam Yesus, agar terus membangun diri dalam kasih, bergerak dalam kepedulian dan setia dalam persekutuan sampai Tuhan datang kembali. Hari ini kita bersyukur, hari ini kita juga berkomitmen. Mari kita merenung. Mari kita bertanya pada diri kita masing – masing: Apakah kita sungguh hidup dalam kasih? Apakah kita sungguh bergerak dalam kepedulian? Apakah kita tetap setia dalam persekutuan? Mari kita melangkah bersama: Bersama dalam kasih. Bergerak dalam kepedulian. Setia sampai Tuhan datang. Selamat Hari Ulang Tahun ke-19 Jemaat Zoar Klaligi. Amin.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "BERSAMA DALAM KASIH, BERGERAK DALAM KEPEDULIAN (Ibrani 10:24-25)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

BERSAMA DALAM KASIH, BERGERAK DALAM KEPEDULIAN (Ibrani 10:24-25)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed