BERDOA DAN BEKERJA (Markus 1:35-39)

Ada kata bijak yang tidak asing lagi untuk kita: ORA ET LABORA: Berdoa dan bekerja. Berdoa dan bekerja adalah 2 hal yang sama pentingnya dan tidak dapat dipisahkan. Berdoa dan bekerja ibarat dua sisi dari satu koin kehidupan. Seringkali kita terlalu sibuk bekerja sehingga kita melupakan waktu – waktu untuk berdoa. Kita ibarat seorang tukang yang menebang kayu dengan kapaknya. Jika tukang itu hanya tebang – tebang dan tebang saja maka makin lama kapaknya akan tumpul. Dengan kapak yang tumpul pekerjaannya tidak akan berhasil baik. Produksi akan menurun. Jadi yang harus dilakukan si tukang adalah beri waktu untuk mengasah kapaknya supaya kapaknya tetap tajam. Makin tajam sebuah kapak maka makin ampuh kerjanya, makin ringan dan cepat kerja dari si tukang kayu. Jadi jangan hanya sibuk tebang - tebang – tebang saja dan lupa mengasah kapak kita.

 

Begitupun jangan hanya berdoa berdoa berdoa saja dan tidak berkarya. Ada satu pemuda, namanya Aco. Dia seorang yang malas tapi mempunyai khayalan yang tinggi. Aco ingin menjadi orang kaya. Ingin memiliki banyak uang tetapi tidak mau bekerja. Dia berpikir karena Tuhan itu Maha Kuasa jadi cukup berdoa saja maka keinginannya terwujud. Jadi Acopun berdoa: “Ya Tuhan, jadikan aku orang yang cuma dengan Kipas-Kipas saja uang mendatangiku!” Tuhan kabulkan doanya, Aco adi TUKANG SATE. Aco tidak puas, betul bahwa kerjanya kipas-kipas lalu uang datang dari pembeli. Tapi tidak langsung jadi kaya dan punya banyak uang. Maka Aco berdoa lagi: “Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk goyangkan kaki bisa dapat uang”. Kemudian si Aco jadi TUKANG JAHIT. Ah ternyata itu bukan yang Aco mau, dia berdoa lagi: “Ya Tuhan.. jadikan aku orang yang hanya dengan duduk diam uang mendatangiku…!” Tuhan langsung jawab doanya, Aco jadi PENJAGA WC UMUM DI TERMINAL. Aco berkeluh: “Aahhh apa Tuhan ini salah mengerti?”  Toh Aco masih penuh harapan dan berdoa lagi. “Ya Tuhan, kali ini saja jadikan aku orang yang bisa memerintah orang kaya dan mengatur orang – orang kaya dengan leluasa. Tuhan menjawab, Aco JADI TUKANG PARKIR. Aco protes: “Aduuh Tuhan, kenapa salah terus?  jadikan hamba-Mu ini seorang yang Punya Banyak Pengikut, kemana pun hamba-Mu ini melangkah, pengikutku selalu mentaatiku. Dan Acopun menjadi GEMBALA BEBEK. Astaga masih salah lagi, si Aco masih belum puas, dia berdoa lagi. “Ya Tuhan, tolonglah, terakhir ini jadikan hambamu ini seorang yang senantiasa dikelilingi wanita-wanita!” dan Acopun menjadi TUKANG SAYUR KELILING. Tuhan menjawab doanya tapi bukan menurut keinginannya. Aco menjadikan doa seperti Kartu ATM, begitu dimasukan di mesin, pencet angka saja dan uang keluar. Seringkali kitapun tidak ada bedanya dengan Aco. Kita terus meminta dan meminta. Kita ingin Tuhan selalu memenuhi keinginan kita. Baik Aco maupun kita sekalian, mesti belajar mengubah cara pikirnya tentang doa. Jadi Acopun berdoa lagi: “Ya Tuhan, Ampunilah saya. Saya tidak memohon yang muluk – muluk lagi. Ajarlah aku mensyukuri hidup dan kerja yang Tuhan berikan sekarang”.

 

Berdoa dan bekerja mesti seimbang. Dalam hidup ini kita mendoakan apa yang kita kerjakan dan mengerjakan apa yang kita doakan. Tentang berdoa dan bekerja ini mari kita belajar dari Yesus. Yesus melayani dari kota ke kota. Yesus memberitakan Injil, mengajar, melakukan mujizat menyembuhkan orang sakit dan kerasukan bahkan membangkitkan orang mati. Tapi sebelum memulai pelayananNya Yesus punya waktu untuk beroda. Ayat 1 dalam pembacaan kita menyebutkan: Pagi-pagi benar Yesus memulai seluruh pelayananNya dengan Doa. Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat tetap berdoa maka kita semua sebagai orang percaya, sebagai karyawan gunakan kesempatan setiap saat kita dapat berjumpa dengan Tuhan seperti saat ini. Kita sedang mengasah kapak kita sekarang. Ibadah, doa dan perjumpaan dengan Tuhan menjadi kekuatan supaya kita memiliki sukacita untuk bekerja. Tapi doa menjadi kekuatan kita. Kehidupan Yesus bahkan sampai di kayu salib, 7 perkataan Yesus dikayu salib adalah doa. Perkataan pertama ”Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” itu adalah sebuah doa. Perkataan ketujuh ”Ya Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaKu, itupun adalah sebuah doa. Jadi doa adalah kekuatan Yesus untuk menjalankan misi keselamatan dari Allah bagi dunia ini. Doa juga yang menjadi kekuatan kita menghdapai tuntutan kerja membuat kita lelah, tuntutan hidup membuat kita stress. Tuhan menghendaki kita bekerja dengan sungguh-sungguh. Kerja ini bukan hanya soal upah, gaji, soal makan, soal status : sebagai pegawai atau karyawan. Tapi kerja adalah soal iman. Dengan bekerja kita sedang menjadi saksi tentang cinta Yesus. Maka mari tetap melakukan tanggung jawabb kerja kita dengan cinta Yesus. Meskipun badai silih berganti dalam hidup kita tetap berdoa dan bekerja. Amin. Tuhan memberkati.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "BERDOA DAN BEKERJA (Markus 1:35-39)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed