KHOTBAH PEMBUKAAN PELAYANAN: MELAYANI BERSAMA TUHAN (Keluaran 17:8-16)

Apakah ada di antara kita yang punya cita – cita menjadi majelis jemaat? Atau ada yang bercita – cita menjadi Badan Pelayan Unsur? Kita ada dalam pekerjaan pelayanan bukan semata – mata karena diri kita sendiri tetapi karena Tuhan yang memanggil kita. Yosua, Musa, Harun, Hur adalah orang – orang yang dipanggil Tuhan dalam tugas masing - masing. Yosua mengambil posisi memimpin pasukan di garis depan menghadapi Amalek. Yosua menjadi panglima perang dengan taruhan nyawanya sendiri. Di mana Musa? Pada ayat 8 perannya sebagai leader mengatur strategi dan pemberi intruksi kepada Yosua. Musa juga mengangkat tongkat Allah. Peran Musa terkesan ringan tapi justru sangat menentukan. Jika "tongkat Allah" diangkat Musa, maka Yosua dan Israel menang dan jika ia menurunkan tongkat itu, maka Yosua dan Israel akan kalah (ay.11). Juga ada Harun dan Hur. Mereka mencari batu untuk tempat duduk Musa. Lalu membantu menopang tangan Musa di sisi kiri dan kanan (ay.12). Kelihatannya juga lebih mudah dibandingkan mengayunkan pedang seperti Yosua dan pasukannya. Tapi tahukah saudara, andai mereka tidak sediakan tempat duduk untuk Musa dan membantu mengangkat "Tongkat Allah" itu, tentu Israel akan menelan kekalahan pahit. Ternyata ke - 4 tokoh ini memberi andil dengan tugas dan fungsi yang berbeda bagi kemenangan Israel atas Amalek. 

 

Tak peduli di bagian mana engkau ditempatkan; tak soal sebesar apa ruang lingkup tanggung jawabmu; dan tak jadi masalah apa posisimu dalam tiap peran. Prinsip utamaya adalah tetap bergerak, tetap maju, tetap berfungsi dalam setiap peran. Sekecil apapun, sangat berarti peranmu bagi suatu kemenangan atau keberhasilan. Selanjutnya, kita juga dapat melihat bahwa Musa dan yang lainnya tidak berlomba memuji peran masing-masing dan ataupun menunjuk diri sebagai yang paling penting posisinya saat perang usai. Musa justru mendirikan mezbah. Ia menamakan mezbah itu Tuhanlah panji-panjiku (Yehovah Nissi).  Mezbah itu adalah suatu pengakuan. Pengakuan dalam kerendahan dan kesadaran bahwa kemenangan atas Amalek adalah karena Tuhan, Allah Israel. Jehovah Nissi adalah penentu. Berperanlah sesuai posisi, kondisi, kemampuan dan keahlian diri. Bukan soal besar kecil andilmu yang menentukan suatu kemenangan bersama. Tetapi bersediakah engkau bergerak pada peran masing-masing dengan fungsi yang tak sama, itulah yang menentukan. Mari kita bergerak dan melayani bersama Tuhan untuk aktivitas pelayanan tahun 2024. Satu-satunya harapan kita untuk menang terletak di dalam mengandalkan kuasa Tuhan dan kasih karuniaNya. Ia menolong dan menyertai kita dalam perjalanan di padang gurun kehidupan kita. Jika Allah dipihak kita siapakah lawan kita? Semua yang jadi tantangan dapat teratasi dan tujuan dapat tercapai. 

 

Mari bekerja sama dan bekerja bersama. Dengan bekerja sama kita dapat melakukan lebih banyak daripada yang dapat kita kerjakan sendiri. Kerjasama menuntut kebersamaan, dan kebersamaan itu sendiri menuntut keterbukaan, dan keterbukaan itu menuntut kepercayaan. Saling mempercayai bahwa kita dapat bekerjasama, saling mengisi bukan menguras, saling berbagi bukan menopoli, saling mengasihi bukan menguasai. Kita dipanggil Tuhan untuk berkarya bersama dengan yang lain. Bunda Teresa pernah mengatakan, “Anda bisa melakukan apa yang tidak bisa saya lakukan. Saya bisa melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan. Bersama-sama kita bisa melakukan hal-hal yang besar.” Oleh karena itu, mari kita bergandengan tangan untuk melaksanakan panggilan dan pengutusan Allah bagi kita semua. Dan ingat, semboyan Musa yakni "Jehovah Nissi" itu. Sehebat apapun kita berperan dan bergerak bersama, Tuhanlah penentuNya. Tuhanlah panji-panjiku. Amin

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KHOTBAH PEMBUKAAN PELAYANAN: MELAYANI BERSAMA TUHAN (Keluaran 17:8-16)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

KEBANGKITAN KRISTUS PENGHARAPAN DUNIA (Lukas 24:36-49)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed