SETIALAH MESKI TAK SELALU MUDAH
Setia itu tidak selalu mudah. Dalam pelayanan, kita sering memulai dengan hati berkobar dan semangat menyala. Namun seiring berjalannya waktu berjalan, tantangan datang: kesalahpahaman, kelelahan, kritik, bahkan kekecewaan. Di situlah kesetiaan diuji. Alkitab menunjukkan bahwa kesetiaan bukanlah tentang situasi yang selalu baik, melainkan tentang hati yang tetap melekat pada Tuhan. Ayub kehilangan harta, keluarga, dan kesehatannya. Namun di tengah abu dan air mata, ia tetap berkata bahwa Tuhanlah yang memberi dan Tuhanlah yang mengambil. Kesetiaannya tidak dibangun di atas berkat, tetapi di dalam pengenalan akan Allah. Demikian pula Paulus. Pelayanannya penuh luka: dipenjara, dicambuk, ditolak. Namun ia tetap berkata bahwa ia telah mengakhiri pertandingan dan memelihara iman. Pelayanan baginya bukan tentang kenyamanan, melainkan tentang setia pada panggilan.
Sering kali kita ingin setia selama dihargai. Kita ingin bertahan selama tidak terlalu sakit. Namun Tuhan memanggil kita untuk setia bahkan ketika tidak dilihat, tetap melayani ketika tidak dipuji, tetap mengasihi ketika tidak dibalas. Ujian kehidupan juga datang dalam berbagai bentuk. Ada ujian ekonomi, relasi, kesehatan, atau pergumulan batin yang tidak diketahui orang lain. Kadang kita bertanya, “Tuhan, sampai kapan?” Tapi mari terus belajar bahwa bertahan bukan berarti tidak pernah lelah, tetapi memilih untuk tidak menyerah.
Seperti pohon yang akarnya masuk jauh ke dalam tanah, kesetiaan membuat kita tidak mudah tumbang saat badai datang. Angin boleh mengguncang, hujan boleh mengguyur, tetapi akar yang kuat akan menahan batangnya tetap berdiri. Akar itu adalah hubungan pribadi dengan Tuhan—doa yang jujur, firman yang direnungkan, dan hati yang terus berharap.
Yesus sendiri menunjukkan teladan tertinggi tentang kesetiaan. Dalam penderitaan menuju salib, Ia tidak mundur. Dalam doa di Taman Getsemani, Ia jujur tentang pergumulan-Nya, tetapi tetap berkata, “Jadilah kehendak-Mu.” Kesetiaan bukan berarti tidak ada pergumulan, melainkan tetap taat di tengah pergumulan.
Mungkin hari ini engkau merasa lelah dalam pelayanan. Mungkin engkau merasa ujian hidup terlalu berat. Ingatlah: Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan kesetiaan yang tersembunyi. Setiap air mata yang jatuh dalam doa, setiap langkah kecil yang tetap dilakukan dengan kasih, setiap pelayanan yang dilakukan dengan tulus—semuanya berharga di hadapan-Nya. Bertahanlah bukan karena kuatmu, tetapi karena Tuhan yang menguatkan. Setialah bukan karena keadaan mudah, tetapi karena Dia setia terlebih dahulu kepadamu. Renungkanlah hari ini: Apakah aku melayani karena panggilan atau karena pujian? Apakah aku bertahan karena iman atau karena gengsi? Apakah aku masih menaruh harapanku kepada Tuhan di tengah ujian?
Biarlah kita belajar bahwa kesetiaan bukan tentang seberapa cepat kita berlari, tetapi tentang tetap berjalan bersama Tuhan sampai akhir. Dan ketika ujian selesai, kita akan menyadari bahwa justru di tengah badai itulah iman kita diperdalam dan karakter kita dibentuk. Setia dalam pelayanan. Teguh dalam ujian. Dan tetap percaya bahwa Tuhan bekerja, bahkan ketika kita belum melihat hasilnya. Amin


Belum ada Komentar untuk "SETIALAH MESKI TAK SELALU MUDAH "
Posting Komentar
Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.