KEBANGKITAN DAN KELAHIRAN KEMBALI DALAM KRISTUS (1 Petrus 1:3-12)

Jemaat yang dikasihi Tuhan, sebuah buku pasti memiliki intisari. Entah buku itu tipis atau tebal pasti ada intisarinya. Kebangkitan Yesus adalah intisari kesaksian Alkitab. Kebangkitan Kristus menjadi dasar iman orang percaya. I Korintus 15:17 katakan: “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia – sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu”. Kebangkitan Kristus mengokohkan kehidupan kita. Kebangkitan Kristus menjamin kehidupan kekal. Karena itu, kita bersukacita merayakan Paskah walaupun hidup masih penuh tantangan: masih dalam Pandemi Covid 19, terjadi bencana di berbagai tempat dan berbagai tantangan pribadi serta keluarga masing – masing. Paskah Yesus Kristus tetap menjadi pesta kemenangan iman.

 

Minggu ini kita memaknai Paskah Yesus Kristus berdasarkan bacaan Alkitab dalam I Petrus 1:3-12 dengan tema khotbah: KEBANGKITAN DAN KELAHIRAN KEMBALI DALAM KRISTUS. Yesus sudah bangkit dan hidup. Ia telah mengalahkan maut dan kematian. Kitapun harus mengalami kebangkitan dan kelahiran kembali dalam Kristus. Kita sering mendengar istilah “lahir baru”. “Lahir baru” ini bahkan dijadikan standar kehidupan beriman. Kalau belum “lahir baru” maka belum menjadi orang Kristen yang sejati. Tapi apa hakekat “lahir baru”? Apa maksudnya dibangkitkan dan dilahirkan kembali dalam Kristus? Saudaraku, Petrus memulai suratnya ini dengan sebuah pujian kepada Allah: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus” (ayat 3). Allah dipuji karena rahmatNya melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Kristus. RahmatNya juga membawa orang percaya kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. Di sini, ada hal mendasar yang menjadi pelajaran iman kita, bahwa kebangkitan dan kelahiran kembali bersumber, berpusat dan berproses dalam Kristus. Lahir baru bukan didasarkan pada upaya manusia. Lahir baru bukan diukur dari perbuatan – perbuatan kita yang saleh dan suci. Kebangkitan dan kelahiran kembali dalam Kristus terjadi karena rahmat Allah. Kebangkitan dan kelahiran kembali bukanlah tentang apa yang manusia lakukan tetapi apa yang Allah lakukan.

 

Setiap orang Kristen harus dibangkitkan dan dilahirkan kembali dalam Kristus karena  kita sudah ditebus dari dosa, kita telah dimenangkan dalam Paskah Kristus, kita telah beroleh rahmat keselamatan Allah. Sayang sekali jika Kristus sudah mengerjakan keselamatan itu tapi kita masih hidup diluar Kristus. Bagaimanakah cara agar kita mengalami kebangkitan dan kelahiran kembali dalam Kristus? Surat 1 Petrus memberi nasihat kepada jemaat – jemaat yang menjadi alamat surat ini yaitu: “orang – orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia” (I Petrus 1:1), supaya mereka “bergembira di tengah berbagai dukacita dan pencobaan” (ayat 6), tahan uji dan memiliki kemurnian iman – bahkan lebih dari emas yang dimurnikan dalam api (ayat 7) sebab iman sejati diuji dengan berbagai penderitaan dan kesulitan, mengasihi Allah dan menyatakan kasihNya dalam hubungan dengan sesama, meneladani Kristus yang menderita, tetap taat, setia dan hidup kudus termasuk dalam panggilan pelayanan. Itulah contoh cara hidup yang mengalami proses bangkit dan lahir kembali dalam Kristus.

 

Jadi bukalah hati dan berilah hidup untuk dibaharui oleh Kristus. Setiap orang akan mengalami proses yang berbeda. Kita tidak bisa menjadikan pengalaman iman seseorang sebagai ukuran bagi yang lain. Yang perlu diingat: jangan tunda waktunya. Jangan tunggu besok atau lusa. Jangan ucapkan: “nanti kalau ada waktu”. Paskah sudah dirayakan. Keselamatan Allah sudah terjadi. Maka setiap waktu dan seluruh hidup harus menjadi proses: terus menerus dibaharui dalam Kristus. Apa yang akan diperoleh dari cara hidup ini? Yaitu pemeliharaan dalam kekuatan Allah saat kita hidup di dunia dengan berbagai persoalan saat ini tapi juga harta sorgawi yang tidak dapat binasa, tidak dapat cemar dan tidak dapat layu yaitu kehidupan kekal kelak. 

 

Bagaimana dengan kita sekarang? Marilah bersyukur bukan saja atas apa yang kita miliki: rumah, jabatan, titel, tapi bersyukurlah atas rahmat dan keselamatan Allah bagi kita. Tetaplah setia dalam segala situasi. Jika kita menderita karena taat kepada Kristus maka bertekunlah. Hiduplah dalam kasih Tuhan dan nyatakanlah kasih Tuhan dalam hidup dengan sesama. Kasih yang bukan hanya ucapan tetapi prilaku hidup setiap hari. Berpeganglah dalam pengharapan kepada Allah karena pengharapan memampukan kita untuk tekun menantikan janji Allah. Tetaplah berharap kepada Kristus dan penuh semangat dalam hidup meskipun seringkali harapan berbanding terbalik dengan kenyataan. Kita berharap dapat hidup dengan baik, keluarga yang harmonis, pekerjaan sesuai impian, makanan yang cukup, anak – anak sekolah dengan baik tapi ternyata kesehatan bisa memburuk, gaji tidak lancar, masalah dalam rumah tangga, beban ekonomi bertambah. Dalam hidup yang demikianlah iman kita dimurnikan untuk tetap bersyukur, taat, setia dan kudus. Dalam proses hidup yang seperti itu kita sedang mengalami kebangkitan dan kelahiran kembali dalam Kristus. Kristus sudah bangkit dan kebangkitanNya bikin hidup lebih hidup. Amin. Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KEBANGKITAN DAN KELAHIRAN KEMBALI DALAM KRISTUS (1 Petrus 1:3-12)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed