RENUNGAN IBADAH KERUKUNAN (Efesus 4:11-16)

Kita semua tahu telur dan balon. Anak – anak, orang dewasa, laki – laki atau perempuan tahu mana telur mana balon? Telur dan balon yang ditiup bentuknya hampir sama: bulat tapi keduanya sangat berbeda. Balon terlihat indah dan menarik, berwarna – warni, dapat digerakkan ke sana ke mari saat menjadi permainan anak – anak. Telur biasa – biasa saja. Warnanya tidak bervariasi saat mentah maupun saat direbus. Kecuali saat Paskah lalu telur diwarnai maka telur akan tampil beda. Tetapi balon hanya penampilan luarnya saja yang indah, karena di dalam balon berisi angin dan kosong. Telur memang tidak seindah, semenarik dan secantik balon tapi di dalam telur ada potensi kehidupan. Demikianlah juga kehidupan kekristenan kita. Jangan menjadi orang Kristen balon yang diluarnya indah tetapi di dalamnya kosong. Diluarnya Kristen tapi tidak ada Kristus di dalam hatinya. Jangan menjadi orang Kristen balon yang mudah terombang – ambing oleh pusaran angin dunia ini. Jadilah orang kristen yang seperti telur karena memiliki Yesus didalam hati. Karakter Kristuslah yang memberi kehidupan sehingga hidup kita bukan sekedar hidup yang kosong tapi hidup yang menjadi seperti telur: berisi, berbobot, bernilai dan memberi manfaat bagi sekitar.

 

Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus pasal 4 – 6 berisi nasihat – nasihat tentang bagaimana orang kristen berprilaku sebagai orang – orang yang memiliki Kristus di dalam hidupnya. Juga bagaimana komunitas kristen bertumbuh dalam Kristus dan memberi dampak bagi semua orang. Sedangkan perikop bacaan kita Efesus pasal 4 berbicara tentang kesatuan jemaat dalam perbedaan karunia. Nah berkaitan dengan orang Kristen Balon dan telur tadi, ayat 11 – 16 bacaan kita ini memberi 3 pelajaran penting bagi setiap pribadi kita tapi juga bagi kerukunan dan ikan keluarga kita sebagai sebuah persekutuan. Bagaimana kita menjadi pribadi dan persekutuan yang bukan hanya terlihat indah dari luar, bukan hanya casing atau bungkusnya saja yang bagus tapi hidup kita memiliki Kristus, hidup yang tidak kosong melainkan bermakna dan menjadi berkat. Bagaimana persekutuan kita bukan saja bertumbuh secara kuantitas atau dari segi jumlah saja tapi juga bertumbuh secara kualitas.

Ketiga pesan penting itu adalah. Yang pertama, mari kita hidup sesuai panggilan kita. Tuhan menciptakan kita dengan karunia yang berbeda-beda, talenta, panggilan, dan tanggung jawab masing - masing. Dalam teks kita ini berbicara tentang jabatan – jabatan dalam gereja tapi sesungguhnya itu menjadi penegasan bahwa setiap kita diciptakan Tuhan dengan penugasan dari Tuhan. Hidup kita ini mengandung misi Tuhan. Jika kita belum menyadari untuk apa kita ada di dunia ini? Berarti hidup kita ibarat balon yang kosong. Jika kita adalah Guru atau Suami atau seorang pengusaha maka jadilah guru, suami, pengusaha yang melayani dan memuliakan Tuhan melalui tugas – tugas kita itu. Tugas kita, karunia kita berbeda-beda satu dengan yang lain. Tapi semuanya sama penting. Yang mempunyai karunia berdoa tidak lebih istimewa dari yang memiliki karunia menyanyi bagi Tuhan. Dalam perbedaan, kita mesti saling melengkapi dan saling membangun satu dengan yang lain agar Kristus bukan hanya tampak dalam kehidupan pribadi tapi juga dalam kehidupan bersama.

 

Kedua, hidup dalam kedewasaan Kristen. Jika kita memiliki Kristus maka kita harus menjadi dewasa dalam Kristus yaitu dengan berpegang pada kebenaran FirmanNya. Kita harus memiliki disiplin rohani: tekun dan setia dalam doa, taat melakukan Firman, ada mezbah doa dalam keluarga, ada sukacita dalam susah senang hidup dan ada komitmen untuk terus melekat erat dengan Tuhan. Dewasa secara Kristen membuat kita kokoh, tidak gampang tergoda dengan cara hidup dunia. Kita tidak mudah diombang – ambingkan dengan situasi dunia. Kita tidak menjadi seperti balon yang ringan dan mudah diterbangkan. Entah saat usaha kita sedang berhasil atau bangkrut kita tetap mengimani Yesus. Entah saat suami sedang dalam masa jaya atau sedang terpuruk kita tetap menjadi keluarga yang saling setia mengasihi. Pikiran dan hati kita bersih dari kotoran – kotoran dan sampah irih hati, benci. Anak muda yang hatinya memiliki Kristus pasti hati dan pikirannya akan dilindungi dari pornografi, narkoba, miras, gosip – gosip yang memprovokasi. Tinggallah dalam Yesus agar kita bertumbuh menjadi dewasa

 

Ketiga, bertumbuh ke arah Kristus sebagai Kepala. Semua proses ini membawa kita bertumbuh di dalam Kristus tapi bukan kita yang menjadi hebat karena kita bertumbuh ke arah Kristus sebagai kepala. Jika Kerukunan Keluarga ini bertumbuh ke arah Kristus maka akan menjadi sebuah persekutuan yang bukan sekedar ada tapi menjadi komunitas selalu bergerak, aktif, berdampak positif. Pada satu pihak ada banyak perbedaan tapi tetap tercipta kesatuan. Berkomitmen untuk berjalan bersama dan menjadi satu tapi tetap menghargai perbedaan. Wah ini memang susah – susah gampang tapi jika semuanya berlandaskan Kristus maka Kristuslah yang akan menggerakan semuanya. Ingatlah bahwa kita ini adalah anggota – anggota tubuh Kristus. Jadilah berarti seperti telur. Bertumbuhlah di dalam Kristus dan ke arah Kristus sebagai kepala. Amin. Tuhan memberkati.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "RENUNGAN IBADAH KERUKUNAN (Efesus 4:11-16)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed