TANDA - TANDA KEDATANGAN YESUS (Matius 24:37-44)

Tanda adalah petunjuk atau bukti awal akan sesuatu hal atau peristiwa. Tanda dapat menjadi sebuah peringatan  yang sangat penting. Kepekaan terhadap tanda - tanda akan menentukan reaksi terhadap sesuatu hal atau peristiwa. Sedangkan pengabaian terhadap tanda – tanda dapat saja membawa penyesalan. Contohnya sebuah penyakit kronis biasanya di dahului dengan tanda – tanda awal. Jika seseorang peka terhadap tanda – tanda tersebut maka dia dapat mengambil langkah pencegahan.  Sedangkan bila orang itu cuek terhadap tanda – tanda yang dialami maka bisa saja itu akan berdampak buruk. Tema khotbah kita hari ini adalah tanda – tanda kedatangan Yesus. Yesus berbicara tentang tanda – tanda kedatanganNya kembali. Yesus menggunakan contoh kehidupan manusia di zaman Nuh. Nuh adalah seorang yang hidup berkenan di hadapan Allah. Nuh percaya kepada Allah meskipun orang – orang disekitarnya hidup dalam kejahatan. Nuh taat pada perintah Tuhan. Nuh membuat bahtera meskipun belum ada tanda – tanda air bah akan datang. Banyak orang menganggap Nuh sudah gila. Tapi komitmen Nuh untuk percaya tidak dipengaruhi dengan sikap orang banyak disekitarnya, Orang – orang pada zamannya hidup dalam rutinitas normal manusia dalam hal makan minum dan kawin mawin. Tampaknya tidak ada yang salah. Tapi justru permasalahannya adalah orang – orang pada zaman Nuh hidup cuek dan mengabaikan perintah Tuhan. Mereka menikmati hidup dalam kejahatan. Mereka tidak peka terhadap tanda – tanda dari Tuhan. Akibatnya mereka semua binasa oleh air bah. Hanya Nuh dan keluarganya yang selamat.

 

Yesus mengambil contoh kehidupan di zaman Nuh untuk memberi peringatan bagi para murid dan orang percaya di masa kini. Kita mesti memiliki kepekaan terhadap tanda – tanda kedatangan Tuhan. Janganlah kita terbuai dan merasa asyik menikmati kesenangan dunia dan menjadi cuek terhadap tanda – tanda kedatangan Yesus. Yesus pasti akan datang kembali. Jangan lengah dan santai menikmati kehidupan dalam dosa. Kedatangan Yesus untuk kedua kalinya adalah hal yang tidak dapat ditawar – tawar lagi. Tapi soal kapan waktunya? Yesus dengan jelas menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu. Tanda – tanda kedatangan Yesus diumpamakan seperti pencuri yang tidak diketahui kapan waktunya. Tapi setiap tuan rumah tentu harus berjaga – jaga agar tidak kebobolan oleh pencuri. Jadi meskipun kita tidak mengetahui kapan waktunya Yesus akan datang kembali tapi sikap kita adalah waspada dan berjaga – jaga. Tidak semua orang dapat menikmati penyelamatan Tuhan. Jika ada dua orang di ladang, yang seorang kan di bawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan di bawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali kelak akan memisahkan orang benar dari orang jahat.  Siapa berjaga – jaga maka dia akan disambut Tuhan. Yang ditinggalkan adalah mereka yang menikmati kehidupan duniawi dan tidak berjaga – jaga. Setiap hari kita terus waspada terhadap copet, perampok, atau pencuri, dan mengantisipasinya dengan berbagai cara agar harta benda kita tidak beralih tangan tanpa kita ketahui. Maka demikian pula dengan sikap kita terhadap tanda – tanda yang Yesus beri. Kedatangan Anak Manusia tidak diberitahukan agar kita berpola hidup dan berpola pikir selalu siap sedia. Pengharapan yang pasti akan tibanya hari yang mulia itu yang akan meneguhkan iman kita dalam masa penantian ini. Berjaga-jaga artinya kita menaruh iman kita kepada Kristus dan menghidupinya setiap saat, sehingga kapan pun Dia datang, kita siap. Dengan begitu, kedatangan-Nya justru menjadi sukacita bagi kita. Tuhan bukan menginginkan kita untuk berjaga-jaga secara pasif tetapi siap sedia secara aktif. Siap sedia secara aktif, waspada dan berjaga – jaga adalah bukti kita peka terhadap tanda – tanda yang disampaikan Yesus. Kita menantikan kedatangan Yesus kembali dengan melakukan tugas – tugas kita secara bertanggung jawab tetapi tetap memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Di semua aspek, kalau kita melakukan penantian pasif kita akan merasa lelah dan jenuh. Orang yang di dalam Tuhan akan tahu menggarap hidupnya dengan positif. Tuhan menginginkan kita bukan sekedar mempunyai sikap positif melainkan juga mempunyai produktivitas. Hidup haruslah produktif, harus ada hasil yang kita bawa, harus ada buah-buah yang kita persembahkan kepada Tuhan dan buah-buah itu yang disukai Tuhan. Amin. Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati. (*Selamat bersidang pada hari ke – 2 Sidang XII Klasis GKI Waropen di Jemaat Betania Wapoga).

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "TANDA - TANDA KEDATANGAN YESUS (Matius 24:37-44)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed