KHOTBAH MINGGU ADVENT II : IA DATANG (Markus 13:33-37)

Ada singkatan atau istilah yang familiar di kalangan anak muda Papua: Epenkah? Kepanjangannya adalah emang/memang pentingkah? Itu sebuah respons dan sikap cuek atau tidak peduli dengan sesuatu. Bisa jadi tidak peduli dengan apa yang diucapkan orang lain atau tidak peduli dengan keadaan. Sikap “epenkah” ini seringkali ditujukan terhadap teman, orang tua bahkan terhadap tanggung jawab kerja dan pelayanan.

 

Hari ini berita Firman Tuhan pada Minggu Advent II dalam Markus 13:33-37 menggambarkan relasi antara tuan yang bepergian dan hamba-hambanya. Sang tuan mempercayakan dua hal mendasar kepada hamba – hambanya yaitu rumahnya dan tanggung jawab di dalam rumah itu. Tidak mudah bagi seseorang untuk mempercayakan rumahnya kepada orang lain. Sebab rumah bukan saja sekedar tempat tinggal tapi juga simbol identitas, kekayaan dan kenyamanan sang pemilik. Jadi jika para hamba mendapatkan kepercayaan itu dari sang tuan, maka itu adalah sebuah kepercayaan yang istimewa. Pasti sang tuan mengharapkan bahwa “saat ia kembali” segalanya akan didapati seperti sediakala. Para hamba akan menjaga rumah dengan aman dan semua tanggung jawab dikerjakan dengan baik.

 

Oleh sebab itu sang tuan memberi dua pesan : “berhati – hatilah” dan “berjaga – jagalah”. Berhati – hatilah dan berjaga – jagalah artinya terus terjaga, siaga dan waspada. Seorang penjaga yang ”berjaga-jaga”, adalah orang yang selalu didapati terjaga, tidak tidur ketika menjaga keselamatan dan keamanan. Seorang penjaga yang berjaga-jaga menjamin keadaan selalu aman. Lawan kata dari berjaga – jaga adalah lengah, terlelap. Para hamba tidak boleh lengah, tetapi harus  bersungguh - sungguh menjalankan tugas sebab sang tuan dapat  kembali kapan saja. Sikap "berhati-hati" dan "berjaga-jaga" menjadi alarm yang mesti setiap saat disadari oleh para hamba.

 

Godaan terbesar saat berjaga – jaga bukan pertama – tama datang dari luar diri si penjaga. Godaan itu justru datang dari dalam diri. Rasa kantuk, lelah dan capek adalah godaan yang mesti dilawan bila ingin terus terjaga. Keadaan di sekitar seperti cuaca yang dingin, angin sepoi – sepoi yang menyejukan menjadi tantangan dari luar yang harus di atasi. Orang yang berhati – hati dan berjaga – jaga adalah orang yang dapat melawan godaan dan mengatasi tantangan dengan fokus pada tugas serta mengantisipasi apapun yang akan terjadi kelak. Maka masalahnya bukan soal penjaga boleh tidur atau tidak, tetapi soal bagaimana ia tahu dan melaksanakan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya.

 

Allah adalah sang Tuan. Saya dan jemaat sekalian, kita adalah hamba – hambaNya. GKI Di Tanah Papua adalah rumah yang Allah percayakan bagi kita. GKI Di Tanah Papua adalah rumah besar kita bersama. Klasis dan jemaat – jemaat adalah ruangan dan kamar – kamar di dalam rumah GKI Di Tanah Papua. Allah mempercayakan rumah GKI dan segala tanggung jawab di dalam rumah ini bagi kita. Jadi dalam GKI Di Tanah Papua, kita semua mendapat kepercayaan istimewa dari Allah.

 

Seperti halnya dalam Markus 13:34 bahwa masing – masing hamba memperoleh tugasnya tersendiri. Dalam rumah besar GKI Di Tanah Papua, kita sekalian juga mendapat tugas – tugas yang berbeda. Ada yang bertugas sebagai Pendeta, Guru Jemaat, Guru Injil, Penatua, Syamas, Badan Pelayan Unsur, Guru Sekolah Minggu, Panitia dan lain sebagainya. Ada yang bertugas sebagai Guru, Dokter, Pengacara, Tukang Ojek dan lain – lain. Tugas setiap orang memang berbeda tetapi kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan adalah sama. Oleh sebab itu kita tidak boleh berpikir bahwa karena tugas saya adalah anggota seksi di panitia jadi saya boleh bersantai – santai saja. Atau karena tugas saya adalah Syamas dan bukan Pendeta jadi saya bisa melalaikan tugas saat saya bosan. Tidak demikian saudaraku. Setiap tugas harus dikerjakan dengan berjaga – jaga, dengan siaga, setia, sungguh – sungguh dan rajin.  Orang yang berjaga-jaga pasti akan rajin melaksanakan pekerjaannya secara baik, tekun dan bertanggungjawab.

 

Hari ini berlangsung pelantikan Struktur Majelis Jemaat Pengganti Antar Waktu untuk periode 2017 – 2022 di dalam jemaat ini. Tunaikanlah tugas pelayanan dengan setia entah baik atau tidak baik waktunya. Topanglah hamba – hambaNya ini dalam semangat kebersamaan di rumah besar GKI. Memang kita menyadari ibarat penjaga yang sering kali tergoda karena mengantuk, capek, lelah, cuaca dingin, demikian juga kita seringkali mengabaikan dan melalaikan tugas pelayanan karena godaan dan tantangan kemalasan, problem hidup, salah paham dan masih banyak lagi.

 

Pada minggu Advent II ini, Allah menghendaki kita tetap siaga dan setia melakukan tugas – tugas kita sambil menantikan Kristus yang sudah datang dan yang akan datang kembali. Ingatlah bahwa tidak seorangpun dari kita yang tahu kapan waktunya Tuhan akan datang kembali. Karena itu berhati – hatilah dan berjaga – jagalah. Orang yang berjaga – jaga tidak akan merespons tugas – tugasnya atau kritikan dalam pelayanan dengan sikap: Epenkah? Biasanya jika mendengar jawaban : Epenkah? Jawabannya adalah: Cupen toh?, yang kepanjangannya: cukup penting toh? Tapi dalam hal tugas yang Tuhan beri bagi kita bukan sekedar penting, tidak hanya cukup penting tetapi sangat penting. Tugas itu adalah hidup kita sendiri. Maka berhati – hatilah dan berjaga – jagalah. Jagalah iman kita dari segala bentuk ketidakpercayaan. Percayalah sungguh-sungguh pada Yesus dan janji-janjiNya, apapun keadaan yang sedang kita hadapi. Tetaplah mengandalkan kekuatan kuasa Tuhan. Tiada kuasa di muka bumi ini yang dahsyat seperti kuasa Tuhan Yesus. Percayalah bahwa Allah yang mempercayakan tugas ini bagi kita senantiasa memperlengkapi kita dengan kuasaNya. Jadilah prajurit yang selalu siaga dan hamba yang tetap setia. Selamat Menjalani Minggu Advent II. Tuhan memberkati. Amin

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KHOTBAH MINGGU ADVENT II : IA DATANG (Markus 13:33-37)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

DILENGKAPI DALAM PANGGILAN ALLAH (I Samuel 3:1-21)

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed