PROFIL DS. JAN MAMORIBO; KETUA SINODE KE - 2 GKI DI TANAH PAPUA (1968-1971) - PART I

Ds Jan Mamoribo lahir di Kepulauan Raja Ampat, Pulau Ayau, Kampung Rutum pada Rabu, 21 September 1932. Ds. Jan Mamoribo, menikah dengan seorang perempuan Raja Ampat, dari kampung Arefi, pulau Batanta bernama Dorkas Rumfaker. Ibu Dorkas Rumfaker lahir pada Minggu, 1 Juli 1934. Keduanya menikah di Kampung Arefi negeri kelahiran Ibunda, pada Kamis 18 Juli 1957. Mereka dikaruniai lima orang anak yaitu Regina Treda Mamoribo, Ian Dirk Mamoribo, Doortje Maria Mamoribo, Freerk Christian Mamoribo dan Hellborgh Dina Welmientje.

 

Riwayat Pendidikan

Ds. Jan Mamoribo menyelesaikan pendidikan Beschavingschool di kampung halamannya kemudian melanjutkan Pendidikan di Jongens Vervolgschool (JVVS) di Saoka, Sorong. Beliau adalah angkatan pertama tahun 1951. Dari Sorong ia merantau ke Utara Nieuw Guinea, tepatnya ke Holandia.

 

Perkembangan Nieuw Guinea pada dasawarsa tahun 1950-1960 adalah periode yang penting dan sensitif, karena setelah KMB 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara yang mandiri dengan wilayah teritori Sumatra hingga Ambon. Sedangkan wilayah Nieuw Guinea adalah wilayah yang dipersiapkan menuju negara yang mandiri dikemudian hari dengan teritori wilayah yang dinamakan Nederlands Nieuw Guinea. Proses dan persiapan menuju masa depan Nieuw Guinea yang mandiri sejak itu mulai dikerjakan dan dipersiapkan secara perlahan dan pasti.

 

Informasi yang tersaji pada laporan zending (Jaarverslag) tahun 1954 dan buku Seratus Tahun Zending karya Pdt. Rumainum tentang proto Sinode tahun 1954 di Serui, menggambarkan kondisi peserta proto synode Serui teridiri dari, utusan 9 resor UZV, utusan umum : pihak pendidikan, kesehatan, pertanian di Nieuw Guinea dan badan Zending lain yang bekerja di Nieuw Guinea turut hadir sebagai utusan seperti perwakilan utusan Gereformd, utusan GPM (NZG) sebagai tamu undangan pada bulan September 1954, yaitu Badan Zending ZNHK (UZV-Hervomd), Menonit, Reformasi (Gereformd), GPM (NZG) dan lainnya yang dinamakan “Proto Sinode Serui”. Proto Sinode Serui merupakan awal pemicu perubahan kebijakan yang strategis menuju persiapan-persiapan menjemput masa depan Nieuw Guinea yang mandiri.

 

Sekitar sepuluh permintaan “proto-Sinode” dua permintaan yang sangat mendesak, yaitu mendirikan Pendidikan Teologia di Nieuw Guinea setara dengan pendidikan teologia di Makasar, Soe-Timor dan Batavia ; kedua, setelah 100 tahun Zending membuka isolasi dengan Injil di Nieuw Guinea maka Zending ZNHK dan semua badan Zending lainnya yang bekerja di Nieuw Guinea sepakat melahirkan dan mendirikan sebuah lembaga Gereja mandiri bagi seluruh penduduk di Nieuw Guinea, baik penduduk asli Nieuw Guinea, keturunan Asia dan Eropa. Peserta proto sinode Serui 1954 antara lain : Utusan dari 9 Resor : Resor Holandia Nimboran : Pdt, R.G. ten Kate, S.H ; Pdt. A. M. Middag ; Pdt. S. Liborang ; Pdt. Mori Musendi  ; Resor Sarmi : Grj. Hoor ; Grj. Awes ; Resor Yapen-Waropen : Pdt. G. J. Clay ; Pdt. M. Abaa ; Pdt. F. Huwae ; Resor Biak-Numfor : Pdt. F. J. S. Rumainum ; RSB (PSW) Brinkman; Pdt. Tenlima ; Pnt, A. Krey ; Resor Miei : Pdt. H van Arkel ; Pdt Worisio ; Resor Manokwari : Pdt. O. Ewoldt ; Grj. G. Rumaropen ; Resor Sorong : Pdt. H. L. Beck ; Pdt Osok ; Pnt. Kaihatu ; Resor Teminabuan : Pdt. E. R. Marcus dan Nyonya ; Grj. R. Rumbiak ; Resor Inanwatan : Pdt. Mossie ; Pdt. Wattimuri ; Utusan Umum : Persekolahan Kristen : N van der Stoep ; Sekolah Theologia : Pdt. J. P. Kabel ; Persekolahan : Gr. P. Bothoff ; Nn. Gr. Huis in het Veld ; Abepura – Kota Baru Dalam : Pdt. J. Sierat ; Pent N. van der Stoep Utusan Zending : Dokter Evenhuis ; Kesehatan : Suster Land ; Pertanian : Gr. J. Jansen Penasehat : Dr. G.P. H. Locker (utusan DPINH) ; Pdt. J. Drost (Abepura) ; Pdt. Den Dulk Jemaat Berbahasa Belanda Tamu-tamu : MAF, Tuan Mellis ; UFM, Rev Veldhuis ; RBMU, Rev Gesswein ; Wakil GPM, Pdt. E. Gijsbers ; Penasehat Sidang (Ketua) : Pdt. R. G. ten Kate ; (Sekretaris I) : Pdt. A. M. Middag ; (Sekretaris II), Pdt. J. Tenlima ; (Anggota Penasihat), Dr. G. P. H. Locker

 

 

Realisasi atas hasil proto Sinode Serui hadir dan didirikan di Nieuw Guinea suatu Gedung sekolah Teologi, diresmikan 23 September 1954, sekolah teologi semula menggunakan nama “Rotterdam An Zee” (RAZ) yang kemudian menjadi Theologische Opleiding School te Seroei. Dua orang pengajar utama di Sekolah Teologi Serui adalah Ds. I. S. Kijne, Ds. J. P. Kabel. Domine Jan Mamoribo adalah salah satu dari 18 orang anak Nieuw Guinea angkatan pertama yang menempuh Pendidikan di Sekolah Teologi Serui. Nama dari ke-18 anak Nieuw Guinea dimaksud adalah : Wellem Maloali, Eliezer Suebu, Silas Chaay, Silas Tokoro, Robert Julius Quicko, Gustaf Adolof Lanta ; Aleks Prawar, David Prawar, Gerard Rumwaropen, M. Robaha, Andreas Sawo, R. Rumpaisum,  S.  Wabiser,  Frits Mirino,  Ruben  Rumbiak,  Jan  Mamoribo,  A. Akobiarek, J. Ramandey.

 

Setelah menyelesaikan Pendidikan teologi Serui tahun 1958, kemudian pada Oktober 1961 bersama dengan empat orang Papua lainnya, dikirim ke Negeri Belanda melanjutkan pendidikan, mereka yang dikirim adalah Pdt. Jan Mamoribo, Origenes Hokoyoku, Pdt. Mesakh Koibur dan Jack Deda, dan pada satu Desember 1961 belajar di Zendingshogeschool di Oegstgeest atau Sekolah Tinggi Zending di Oegstgeest untuk jangka waktu tiga tahun.

 

Akibat konfrontasi politik yang menegang antara Belanda dengan Indonesia terkait masalah status Nieuw Guinea, mereka diminta untuk kembali ke Nieuw Guinea. Bulan September 1962 Pdt Jan Mamoribo dan Pdt Mesakh Koibur     bersama  keluarga kembali dari Oegstgeest ke Holandia. Pada tahun yang sama, 1962, bertempat di aula SMA Gabungan, awal dari kepercayaan kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Kristen di Nieuw Guinea dipercayakan kepada putra asli Nieuw Guinea sekaligus menjabat sebagai Ketua YPK Pusat (PUS YPK) yang lahir pada tanggal 8 Maret 1962. Selain menjabat sebagai Ketua PUS YPK dipercayakan tugas sebagai dosen pada Sekolah Teologia di Abepura bersama J. Bloomendal. Kemudian tahun berikutnya pada bulan Oktober 1963 GKI memberikan kepercayaan mewakili GKI menghadiri konferensi internasional di Philipina, Manila.

 

Peristiwa yang tidak diduga mendatangi Pdt. Jan Mamoribo sebagai Ketua PUS YPK, yaitu pada tanggal 27 Januari 1968, Ketua Sinode GKI Irian Barat, Bapak Pdt. F. J. S. Rumainum meninggal, tidak terduga sisa masa bakti jabatan Ketua Sinode GKI di Irian Barat antar waktu kemudian dipercayakan atau dijabat oleh Pdt. J. Mamoribo sekaligus sebagai Ketua Sinode GKI di Irian Barat yang kedua, sampai dengan GKI di Irian Barat bersidang, yaitu Sidang Sinode ke V di Sukarnapura dari tanggal 15 – 27 Oktober 1968.

 

Tema Sidang Sinode ke-V tahun 1968 adalah “GKI di Irian Barat Dalam Arus Politik Masa Kini”. Pada Sidang Sinode ke V di Surkanapura, Pdt. Jan Mamoribo dipilih menjabat Ketua Sinode GKI di Irian Barat untuk masa bakti tahun 1968-1971. Masa ini Gubernur Irian Barat dijabat oleh Frans Kaisepo dan Wakil Gubernur Letkol. Inf. Mohammad Sarwono. Ini merupakan periode yang sangat menegangkan karena pada fase kepemimpinan Jan Mamoribo sebagai Ketua Sinode GKI di Irian Barat yang kedua peristiwa Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) tahun 1969 dilaksanakan. GKI dan kepemimpinan pada periode ini adalah “saksi mata” atas seluruh seluk-beluk peristiwa PEPERA tahun 1969. Untuk menjadi pengetahuan bersama bahwa Pepera dilaksanakan di delapan tempat yang berbeda di seluruh Irian Barat, yaitu dimulai dari (1) Merauke, 14 Juli 1969, dengan 175 orang, (2) Jayawijaya, 16 Juli 1969, dengan 175 orang, (3) Paniai, 175 orang, 19 Juli 1969, (4) Fak-fak, 75 orang, 23 Juli 1969, (5) Sorong, 109 orang, 26 Juli 1969, (6) Manokwari, 75 orang, 29 Juli 1969, (7) Teluk Cenderawasih, termasuk Yapen-Waropen, 131 orang, 31 Juli 1969 (8) Jayapura, 110 orang, 2 Agustus 1969 atau setidaknya yang ikut memilih adalah sekitar + 1.025 orang perwakilan.

(bersambung ke Part II: Profil Ds. JAN MAMORIBO Part II

(Sumber: BP AM Sinode GKI Di Tanah Papua, PEGANGAN PELAYAN IBADAH, 67 Khotbah Tahun 2021, GKI Di Tanah Papua, Jayapura, 2020, hal. 1-8)

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "PROFIL DS. JAN MAMORIBO; KETUA SINODE KE - 2 GKI DI TANAH PAPUA (1968-1971) - PART I"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

SYUKURAN KEMATIAN: SUKACITA DALAM DUKA (FILIPI 4:4-7)

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed