KRISTUS MEMBERI KUASA MENJADI SAKSI-NYA (Kisah Para Rasul 1:6-11)

Ada bermacam – macam saksi: saksi di ruang pengadilan seperti saksi ahli atau saksi kunci. Ada saksi perjanjian jual-beli, saksi pernikahan dan lain – lain. Ada bermacam saksi tapi setiap saksi harus menyatakan kebenaran dan berdiri di atas kebenaran. Saksi mesti mengetahui, memahami dan mengenal apa yang disaksikannya. Pengadilan tidak memanggil seseorang secara sembarangan bila bukan saksi mata, atau tidak punya kaitan apalagi tidak tahu menahu dengan kasus yang disidangkan.

Kita semua adalah saksi Kristus. Hari ini, mari kita memaknai Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga dengan merenungkan panggilan Allah bagi kita untuk menjadi saksiNya. Berdasarkan pembacaan Alkitab dalam Kisah para Rasul 1:6-11, tema khotbah kita adalah: KRISTUS MEMBERI KUASA MENJADI SAKSINYA. Sub Tema: “Kenaikan Yesus ke Sorga menjadi tanda Perjanjian, Gereja menerima kuasa kesaksian dalam rangka pembebasan, pendamaian dan pembangunan”. Saudaraku, ada dua hal yang dapat kita catat tentang sikap para murid, dari kisah Yesus terangkat ke Sorga dalam Kitab Kisah para Rasul. Yang pertama, setelah Yesus menyampaikan pesan – pesanNya, para murid bertanya dan meminta Yesus untuk memulihkan kerajaan bagi Israel (ayat 8). Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah tetapi para murid berpikir tentang kepentingan mereka. Visi Yesus adalah Kerajaan Allah tapi visi para murid masih pada kuasa duniawi. Yesus mengubah cara berpikir para murid. Segala sesuatu ada di dalam kuasa Bapa. Tugas para murid adalah menerima Roh Kudus dan menjadi saksi sampai ke ujung bumi.

 

Yang kedua, ketika Yesus terangkat ke Sorga, para murid masih terus menatap ke langit. Mereka masih terus berharap, keinginan mereka bisa terwujud. Lalu dua orang yang berpakaian putih menegur mereka: “Hai, orang – orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke Sorga meninggalkan kamu akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga” (ayat 11). Para murid diingatkan bahwa harapan, iman dan kekuatan mereka memang bersumber pada Yesus tapi ladang kesaksian adalah bumi ini, dunia ini dan seluruh umat manusia dari Yerusalem sampai keujung bumi. Para murid disadarkan supaya melihat kenyataan hidup dengan segala tantangannya sebagai ladang kesaksian. Para murid diteguhkan bahwa Kristus memberi kuasa untuk menjadi saksi. Kristus yang sama akan datang kembali dan setiap orang yang menjadi saksi mempertanggung jawabkan panggilan dan kesaksiannya.

Saudaraku, Yesus telah naik ke Sorga. Tapi kenaikan Yesus ke Sorga bukan akhir dari karyaNya. Yesus memakai para murid-Nya juga kita sekalian untuk menjadi saksi-Nya. Sebagai saksi, kita harus taat kepada kebenaran Allah, diperlengkapi oleh kuasa Tuhan serta dipenuhi oleh Roh Kudus. Kesaksian kita dilandasi dalam kuasa Roh Kudus. Kesaksian kita bersumber pada kasih Kristus, bukan kesaksian palsu karena cara hidup kita yang sia – sia. Saudaraku, ini penting sebab seringkali kita mau Tuhan mengabulkan keinginan kita tapi tidak melakukan kehendak Tuhan. Kita berharap Tuhan memberi kita pekerjaan tapi bekerja dengan tidak bertanggung jawab. Kita berdoa agar Tuhan memberi jodoh tapi kita tidak belajar setia. Kita memohon agar Tuhan memberi anak tapi tidak mendidik anak – anak kita untuk mengenal Kristus. Kita menginginkan jabatan tapi mencari keuntungan. Anak - anak memohon hikmat dalam pendidikan tapi malas ke sekolah dan malas belajar. Kita hanya mau berkat tetapi tidak mau menjadi berkat. Itu kesaksian yang palsu.

Kuasa yang diberikan Yesus adalah kuasa untuk melayani, bukan kuasa untuk pementingan diri. Jadi kita adalah saksi Kristus, maka gaya hidup kita adalah gaya hidup kristus. Kristus yang setia memanggil kita untuk setia menjadi saksi. Setia sebagai suami/isteri. Setia sebagai murid yang rajin belajar. Setia sebagai pegawai dan karyawan melakukan pekerjaan kita. Setia melayani Tuhan. Kita bersaksi bukan saja  dengan ucapan tapi juga dengan perbuatan. Menolong yang membutuhkan. Mengasihi yang menyakiti hati. Kristus taat kepada BapaNya maka kitapun harus menjadi saksi Kristus yang taat. Janganlah menjadi saksi yang hanya cari untung, cari aman, cari nama. Milikilah relasi dengan Kristus supaya kesaksian kita bukan kesaksian palsu tapi kesaksian yang sejalan dengan Kristus.

Yesus telah naik ke Sorga tetapi kesaksian tentang Yesus tidak boleh berhenti. Para murid bersaksi mulai dari Yerusalem sebuah kota, kesaksian itu berkembang ke Yudea, sebuah provinsi. Dari Yudea harus berkembang terus ke Samaria, sebuah provinsi lain. Dari Samaria harus berlanjut sampai ke ujung bumi. Ujung bumi masa itu menunjuk pada Roma. Tetapi masa sekarang, bumi ini bulat, maka itu artinya bumi tidak berujung. Artinya, kesaksian kita harus berlangsung terus menerus dan tidak boleh berhenti. Mulai dari keluarga, dalam gereja, pekerjaan, bisnis, pendidikan, pelayanan dan apapun yang kita lakukan. Dalam kenyataan hidup yang sulitpun, kita tetap menjadi saksi. Saat sakit, kita dapat menjadi saksi bagaimana teguh dalam iman di tengah ujian. Saat ada pekerjaan pembangunan dalam jemaat, kita menjadi saksi bagaimana sehati bekerja bagi Tuhan. Kita menjadi saksi ke manapun kita pergi dan di manapun kita berada. Hidup kita bukan asal hidup. Hidup kita adalah kesaksian iman bagi dunia.

Menjadi saksi memang tidak mudah. Bisa gugup, bisa salah, bisa terancam. Tapi jangan ragu dan takut. Yesus telah naik ke Sorga. Ia duduk disebelah kanan BapaNya. Ia adalah Raja yang berkuasa di Sorga dan di bumi. Ia telah memberi kuasa untuk menjadi saksiNya. FirmanNya memberi kepastian. KuasaNya memperlengkapi kita menjadi kuat. Yesus menopang kita. Kita aman karena Yesus menjaga kita. Kita menang saat Yesus bertindak. Jadilah saksi yang setia sampai Kristus datang kembali. Amin. Tuhan memberkati. Selamat Merayakan Kenaikan Yesus Kristus.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KRISTUS MEMBERI KUASA MENJADI SAKSI-NYA (Kisah Para Rasul 1:6-11)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

YESUS KRISTUS ADALAH IMAM BESAR YANG SEMPURNA (Ibrani 7:26-8:2)

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed