JANJI ALLAH BAGI YANG MASIH JAUH (Kisah Para Rasul 2:32-40)

Hari ini kita merayakan Pentakosta II dalam suasana penuh sukacita. Kita tampil beda dengan memakai baju daerah atau asesoris khas dari daerah masing – masing. Ada yang dari Papua, Toraja, Ambon, Manado, Sumatra, Jawa, NTT. Budaya kita bukan sekedar identitas tapi juga anugerah Tuhan. Sebab kita masing – masing tidak dapat memilih dari suku mana kita dilahirkan. Saya terlahir dengan marga A dari suku B, itu bukan pilihan saya tapi sebuah penetapan Tuhan. Kita bersukacita sebab untuk setiap bangsa yang berbeda budaya maupun bahasa, Roh Kudus dicurahkan bagi semua bangsa itu. Janji Tuhan digenapi bagi semua umat manusia. Bagi Israel, bagi suku bangsa yang hadir dalam perayaan Pentakosta yaitu orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia dan lain - lain tapi juga bagi suku  - suku kita sekarang Papua, Ambon, Toraja dan lain - lain bahkan di dalam ayat 39 pembacaan kita disebutkan bahwa penggenapan janji itu juga berlaku bagi orang yang masih jauh. Tema khotbah kita saat ini dari Kisah Para Rasul 2:32-40 adalah JANJI ALLAH BAGI YANG MASIH JAUH.

 

Saudaraku, Petrus dipenuhi oleh Roh Kudus. Ia berkhotbah dengan berani. Petrus berbicara tentang penggenapan nubuat Allah dengan perantaraan nabi Yoel yaitu Allah akan mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia. Petrus menegaskan bahwa berita Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berpusat pada Yesus Kristus. Petrus berani berkata, bahwa "kami semua adalah saksi". Khotbah Petrus itu menyentuh hati nurani dan menyadarkan orang banyak bahwa mereka sudah membunuh Yesus, yang adalah Mesias, keturunan Daud

 

Roh Kudus menjamah hati orang banyak itu. Roh Kudus melakukan pembaruan dalam hati, supaya hati yang keras menjadi hati yang taat, dan setiap hati dapat  merespons kebenaran Tuhan. Pembaharuan Roh Kudus itu lebih dahsyat dari angin topan. Angin topan pasti menimbulkan kerusakan di kampung atau kota tertentu. Dampaknya bukan saja pada saat terjadi tapi juga setelah topan itu mengamuk, dampaknya masih terasa. Jika Angin topan itu merusak maka Roh Kudus merombak kehidupan kita. Khotbah Petrus merombak kehidupan para pendengar. Sebelumnya banyak orang dari berbagai bangsa itu bingung, tercengang-cengang dan heran bahkan ada yang menyindir bahwa para murid mabuk oleh anggur manis. Tapi Roh Kudus bekerja, kini mereka menjadi terharu dan bertanya apa yang harus kami perbuat? Petrus menegaskan hal penting bahwa supaya janji Allah berlaku bagi mereka bahkan bagi setiap orang yang jauh maka yang harus dilakukan adalah bertobat dan memberi diri dibaptis. Meninggalkan cara hidup lama dan dimeteraikan dalam Kristus, mengikat hati dengan Kristus. Roh Kudus membuat orang menyadari dosa dan kesalahan. Allah menghendaki kita berpaling meninggalkan kepercayaan dan perbuatan yang sia-sia. Dalam karya Roh Kudus keselamatan dianugerahkan. Orang banyak itu menerima Injil dan memberi diri dibaptis. Berbagai bangsa dengan berbagai bahasa itu kemudian menjadi satu keluarga Allah. Dari jumlah dua belas lalu menjadi 120 kemudian menjadi 3000. Karya Roh Kudus yang sangat dahsyat.

 

Bagaimanakah dengan diri kita yang hidup pada masa sekarang? Kita semua orang yang percaya kepada Kristus tapi berbahagialah kita yang memberitakan Injil Kerajaan Allah, berbahagialah kita yang telah meteraikan dalam Kristus, yang tetap mengikat hati pada Yesus. Berbahagialah yang memiliki hati yang siap ditegor, dikoreksi, diperbaiki dan dirombak oleh Roh Kudus. Janji Allah dinyatakan dalam hidup kita. Jika di pencurahan Roh Kudus semua orang dari berbagai bahasa itu menjadi satu keluarga maka sekarang dalam Gereja, Roh Kudus menyatukan kita menjadi satu keluarga. Kita berbeda, budaya dan bahasa berbeda tapi Roh Kudus menyatukan kita. Mari memberi diri bagi Roh Kudus. Roh Kudus itu mempersatukan, meskipun berbeda.

 

Mari mengucap syukur atas penggenapan janji Allah dalam hidup kita, sesungguhnya kita adalah orang - orang yang jauh karena dosa tapi Tuhan merangkul kita. Dalam Perjanjian Lama, Pentakosta dirayakan 50 hari sesudah Paskah Exodus dari Mesir. Perayaan itu dirayakan dengan meriah sebagai sebuah perayaan syukur atas panen dan perayaan syukur atas pemberian Hukum Tuhan di Sinai. Jadi Pentakosta adalah sebuah perayaan keselamatan, sebuah perayaan syukur keluarga Allah yang sudah menjadi satu oleh Roh Kuuds. Tetaplah saling merangkul dalam keluarga, dalam persekutuan meskipun pernah terluka. Tetaplah sehati meskipun berbeda. Sehati menjadi keluarga jemaat yang mempersiapkan Sidang Sinode bersama jemaat – jemaat lain, yang bergumul dalam pergumulan pembangunan, yang mengimani janji Allah tapi juga yang bertobat meninggalkan dosa. Selamat merayakan Pentakosta II. Tuhan memberkati.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "JANJI ALLAH BAGI YANG MASIH JAUH (Kisah Para Rasul 2:32-40)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

PPT: KEKUATAN BEKERJA SAMA

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed