KESETIAAN TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH (Ibrani 13:5)

Manusia bisa berubah. Janji bisa dilupakan. Harapan bisa dikecewakan. Kita hidup di dunia yang tidak stabil. Hubungan yang dulu terasa hangat bisa menjadi dingin. Kata-kata manis bisa berubah menjadi jarak. Komitmen yang pernah diucapkan dengan penuh keyakinan bisa pudar seiring waktu. Dan sering kali, yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan itu sendiri — tetapi rasa ditinggalkan. Kita mulai bertanya: “Apakah aku tidak cukup berarti?” “Apakah aku kurang berharga?” “Apakah ada yang kurang pada diriku?” “Apakah tidak lagi dicintai?” Di titik itulah hati menjadi rapuh.

 

Namun di tengah dunia yang berubah-ubah, ada satu kebenaran yang tidak pernah berubah. Dalam Ibrani 13:5 tertulis: “Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau.” Perhatikan kata-katanya. Bukan sekadar “Aku akan bersamamu.” Tetapi “sekali-kali tidak.” Itu adalah janji yang tegas. Janji yang tidak bersyarat. Janji yang tidak tergantung pada keadaan kita. Tuhan tidak berkata, “Aku akan tinggal jika kamu kuat.” Dia tidak berkata, “Aku akan setia jika kamu tidak gagal.” Dia tidak berkata, “Aku akan menemanimu selama kamu baik.” Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada performa kita. Tidak bergantung pada perasaan kita. Tidak bergantung pada situasi kita. Tuhan itu setia karen aitulah hakekatnya.

 

Ada masa dalam hidup ketika semuanya terasa kosong. Doa-doa seperti tidak dijawab. Ibadah terasa hambar. Air mata jatuh tanpa ada yang tahu. Kita mungkin tetap tersenyum di depan orang lain, tetapi di dalam hati ada ruang yang hampa. Namun justru di saat seperti itulah hadirat Tuhan menjadi nyata. Tuhan tidak selalu menunjukkan kehadiranNya dengan cara yang dramatis. Kadang Ia hadir dalam bentuk yang sederhana seperti kekuatan untuk bangun pagi meski hati berat ataupun harapan kecil yang tetap bertahan walau badai belum reda. Hadirat Tuhan tidak selalu terasa, tetapi selalu nyata. Kita sering mengukur kehadiran Tuhan dari perasaan kita. Jika kita merasa hangat, kita berkata, “Tuhan dekat.” Jika kita merasa kosong, kita berkata, “Tuhan jauh.” Padahal kebenarannya bukan ditentukan oleh rasa, tetapi oleh janji. Janji Tuhan ya dan amin: “Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

 

Mungkin hari ini sahabat merasa sendirian. Pesanmu tidak dibalas. Perhatianmu tidak dihargai. Pengorbananmu dianggap biasa saja. Doamu belum dijawab. Ada ruang sunyi dalam hati yang tidak bisa diisi oleh manusia mana pun. Tetapi renungkan dan pikirkan ini dengan hatimu: kamu mungkin merasa sendiri, tetapi kamu tidak pernah sendirian. Ada Tuhan yang tetap tinggal ketika yang lain pergi. Ada Kasih yang tidak berubah meski dunia berubah. Ada Kesetiaan yang tidak retak meski hatimu pernah retak. Dia melihat air mata yang tidak kamu ceritakan kepada siapa pun. Dia mendengar doa yang hanya kamu bisikkan dalam hati. Dia mengerti pergumulan yang tidak mampu kamu jelaskan dengan kata-kata. Dan Tuhan tetap bersamamu. Kesetiaan Tuhan bukan hanya penghiburan , itu adalah fondasi. Karena Tuhan tidak berubah, kita punya tempat berpijak. Karena Tuhan tidak pergi, kita punya tempat kembali. Hari ini, mungkin sahabat belum melihat jawaban. Keadaan belum berubah. Luka belum sembuh sepenuhnya. Tetapi satu hal pasti: Tuhan tidak pernah meninggalkanmu. Dan saat semua terasa kosong, hadirat-Nya justru paling penuh. Amin.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KESETIAAN TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH (Ibrani 13:5)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed