KHOTBAH : KUASA ALLAH MEMIMPIN KITA UNTUK HIDUP DALAM KEBENARAN


Bacaan Alkitab : Yeremia 3: 14-25

Saudara – saudara yang dikasihi Tuhan!
Sebuah syair lagu tentang pertobatan : “Oh … Baliklah pada Allah. Jangan lambat hai sobatku. Tuhan tunggu kepadamu. Oh .. Baliklah pada Allah”. Seruan yang sama juga diperdengarkan bagi Israel pada bagian bacaan kita hari ini, ayat 14 & 22 : “Kembalilah, hai anak – anak yang murtad”.
Tanpa rasa malu umat Israel telah mendua hati dari Tuhan. Israel ibarat perempuan yang tidak setia. Tanpa penyesalan Israel memilih jalan sesat dengan melupakan Tuhan. Karena itu Israel menerima penghukuman. Mereka terbuang jauh dari hadapan Tuhan. Tetapi kasih Allah adalah kasih yang menebus  sesudah penghukuman. Kasih Allah adalah adalah kasih yang merangkul sesudah umat mengalami murka Allah. Yeremia menunjukan harapan bahwa Tuhan akan menebus dan merangkul Israel untuk hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran adalah hidup yang berbalik dan bertobat dari dosa. Bertobat berarti kembali pada jalan TUHAN. Berbalik dari jalan dosa yang menyimpang dan datang kepada Bapa.  

Dalam Kitab Yeremia, Israel sadar bahwa ilah-ilah yang selama ini mereka sembah hanyalah kesia-siaan belaka. Ilah – ilah yang membuat mereka berkhianat kepada Tuhan sama sekali tak berdaya menolong mereka untuk bebas dari penghukuman Tuhan atau keluar dari kesesatan hidup mereka. (ay. 23). Hanya satu cara untuk selamat, yaitu kembali kepada Tuhan. Maka Israel kembali dengan rasa malu, menyesal dan bertobat. Israel kembali karena kasih Tuhan tidak pernah surut. Ia terus-menerus mengulurkan tangan-Nya untuk merangkul umat-Nya balik ke dalam pangkuan dan pelukan kehangatan kasih-Nya.

Dengan kembalinya Israel maka Tuhan mengadakan pemulihan dan pembaharuan. Jadi sebuah pemulihan dan pembaharuan dapat terjadi apabila ada pertobatan. Tanpa pertobatan maka tidak ada pemulihan dan pembaharuan.
Aya 14-18 menggambarkan bentuk pemulihan dan pembaharuan yang dilakukan Tuhan atas Israel: Pemulihan Pribadi, Pemulihan Kepemimpinan (Para Gembala/Pemimpin yang menyenangkan hati Tuhan), Pemulihan Persekutuan (Umat berhimpun di Sion), Pemulihan Rohani (Yerusalem menjadi Takhta Tuhan), Pemulihan Politis (Bersatunya Yehuda dan Israel). Pemulihan dan pembaharuan dari Tuhan bukan setengah – setengah tetapi pemulihan dan pembaharuan yang meliputi totalitas kehidupan.  Pemulihan dan pembaharuan Tuhan bukan saja membuat Israel bebas dari murka tapi juga mengembalikan hakekat panggilan Israel untuk menjadi berkat bagi bangsa – bangsa.

Saudara – saudara yang dikasihi Tuhan.
Hari ini Firman Tuhan bagi Yeremia dan Israel juga diperdengarkan bagi kita.  
1.  Ajakan untuk bertobat menjadi ajakan untuk saya dan Bpk/Ibu/Sdr-I  sekalian. Seringkali kehidupan kita seperti Israel : tanpa rasa malu kita terus berada dalam dosa. Tanpa kita sadari kita sudah semakin jauh tersesat. Hal – hal seperti berbohong, melalaikan tugas, mengambil yang bukan hak kita kita, tidak setia beribadah; kita anggap hal biasa. Ingatlah bahwa tidak ada dosa kecil. Batu kecil dalam sepatupun tentu kita keluarkan karena menggangu perjalanan kita. Kembalilah kepada Tuhan. Jangan terlambat karena Tuhan sedang menanti kita.
2.  Dengarlah suara Tuhan yang berseru "kembalilah, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, dan akan membawa kamu ke Sion." (ay.14). Seringkali pendengaran kita tidak lagi peka dan hati kita menjadi keras terhadap Firman Tuhan. Ini menjadi peringatan bagi kita semua. Dengarlah suara Tuhan dan bukalah hati menjadi takhta tempat bersemayamnya Tuhan. Kalau Tuhan sudah berkenan bertakhta dalam hidup kita, maka Tuhan tidak mengingat-ingat lagi dosa dan kejahatan yang dilakukan. Tuhan akan melakukan pemulihan dan pembaharuan secara total seperti yang dilakukanNya bagi Israel. Jadi bila saudara rindu mengalami pemulihan dan pembaharuan maka dengarlah suara Tuhan dan kembalilah kepadaNya. Sehitam apapun kehidupan kita, Ia menebus kita. Sejauh apapun kita tersesat, Ia merangkul kita.
3.  Sambutlah waktu anugerah dari Tuhan. Seperti Tuhan menempatkan Israel di Kanaan untuk menjadi berkat bagi segala bangsa demikian pula Saya dan Bpk/ibu sekalian menjadi berkat atas Tanah ini. Kita diberkati untuk menjadi berkat.  Bahkan ketika jalan – jalan hidup bagai di belantara yang kelam tetaplah setia. Jangan menyimpang. Jangan mendua hati dari Tuhan. Tetaplah percaya. Jejak Tuhan sungguh sempurna. Kuasa Tuhan memampukan kita untuk hidup dalam kebenaran. Jadikan hidup kita masing – masing untuk menyenangkan hati Tuhan. Sepenuh hati menghamba dan berserah pada Tuhan agar kemuliaanNya nyata dan rencanaNya digenapi melalui kita. Amin

_Ibadah Minggu Pagi, Waropen 1702'19_


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "KHOTBAH : KUASA ALLAH MEMIMPIN KITA UNTUK HIDUP DALAM KEBENARAN"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

DRAMA NATAL : KRISTUS LAHIR DIHATIKU

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Suka menulis dan selalu belajar hal-hal positif dalam diri orang lain

Iklan

Display

Inarticle

Infeed