RENUNGAN : KEHIDUPAN ADALAH PANTULAN SIKAP KITA


Bacaan Alkitab : Matius 7:12-14

Sebuah kata bijak bunyinya begini: PERTANDINGAN BUKAN SEKEDAR SOAL MENANG ATAU KALAH. RESPEK ITULAH YANG PALING PENTING. Kata bijak ini mengingatkan kita sebuah hal yang hampir hilang ditengah aroma persaingan ketat. Persaingan ketat tim Sepak Bola Favorit kita, Persaingan ketat politik di Tahun 2019 ini dan berbagai bentuk persaingan lainnya. Hal yang hampir hilang yaitu sikap Respek terhadap sesama. Respek dalam pengertian bahasa Indonesia yaitu rasa hormat, perbuatan mulia yang terlahir dari rasa menghormati. Tapi sebenarnya respek ini bukan hanya sekedar perasaan hormat dan menerima keberadaan orang lain tapi juga punya kepekaan dan kepedulian pada sesama dan kepentingan bersama.

Sikap respek jelas terlihat dalam bacaan Alkitab saat ini dalam Matius 7:12, Yesus katakan: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka". Kristus datang untuk mengajar kita bukan saja mengenai apa yang harus kita ketahui dan percayai, melainkan juga apa yang harus kita lakukan. Apa yang harus kita lakukan, bukan saja terhadap Allah, melainkan juga terhadap manusia; bukan saja terhadap sesama murid Tuhan, orang-orang yang segolongan dan seiman dengan kita, tetapi juga terhadap semua orang secara umum, siapa saja yang berhubungan dengan kita.

Bagian ini adalah bagian dari Khotbah Yesus di bukit. Khotbah di Bukit berisi penyataan dari prinsip-prinsip kebenaran Allah bagi semua orang yang mau menjadi murid-Nya. Semua orang yang menjadi anggota Kerajaan Allah harus lapar dan haus akan kebenaran yang diajarkan. Menariknya Khotbah Kristus mengandung pilihan, ada 2 pilihan yang sangat kontras yaitu 2 jalan, 2 pohon, 2 dasar. Pilihan apa yang kita miliki?

Apa yang kita lakukan dan apa yang kita ucapkan merupakan pilihan kita. Tapi bukan sekedar pilihan. Itu menunjukan kualitas diri dan kualitas spiritual kita. Respek adalah pilihan yang menunjukan kualitas kita. Yang jelas apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai.

Ada sebuah kisah tentang seorang bocah sedang mendaki gunung bersama ayahnya. Tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” ia menjerit kesakitan dan jeritannya itu memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat kaget, karena ia mendengar suara yang menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”. Karena penasaran, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?” Suaranya menggema, “Hei! Siapa kau?” Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Dasar, Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.

Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?” Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.” Kemudian Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!” Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!” Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!” Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!” Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.” Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu.

Kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya tumbuhkan dan tebarkan cinta di dalam hatimu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

Jalanilah hari-hari hidup kita dengan menebarkan bunga-bunga kasih di sepanjang jalan yang kita lewati, agar orang yang melewatinya bisa menikmati keindahannya. Persaingan di segala bidang itu hal biasa, tapi jangan lupakan bersikap Respek terhadap orang lain. Tuhan memberkati.

_WarOpen, 2002'19_

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "RENUNGAN : KEHIDUPAN ADALAH PANTULAN SIKAP KITA"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

MAKNA ALLAH ADALAH KASIH BAGI KITA (I Yohanes 4:7-21)

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Suka menulis dan selalu belajar hal-hal positif dalam diri orang lain

Iklan

Display

Inarticle

Infeed