RENUNGAN : MINGGU ESTOMIHI


Bacaan Alkitab : Mazmur 31:1-9

Sejarah telah menunjukan bahwa apapun usaha manusia untuk menciptakan sesuatu yang dapat memberi perlindungan dan keamanan sesungguhnya pasti gagal. Kapal Titanic dirancang sebagai kapal pesiar yang modern dan mewah, tapi ternyata dalam pelayarannya yang pertama kapal itu hancur ketika menabrak gunung es dan akhirnya tenggelam. 

Istana di Edinburgh, Skotlandia, dibangun untuk memberikan rasa aman bagi warganya. Letaknya sangat strategis di daerah ketinggian, dan ada tembok besar yang dapat memberikan perlindungan bagi penduduk kota terhadap para penyerbu. Namun akhirnya, tempat perlindungan yang sulit ditembus itupun jatuh ke tangan musuh. Apapun usaha manusia, bahkan yang terbaik sekalipun, untuk menyelesaikan persoalan hidup atau untuk memberi rasa aman dan perlindungan, sesungguhnya tidak akan berhasil sebab tidak ada tempat berlindung yang abadi selain Tuhan.

Mazmur 31 bacaan kita pada Minggu Sengsara I adalah sebuah Doa dari Daud.  Ada jeritan hati, ratapan dan keluhan  yang diungkapkan Daud selaku Pemazmur. Ada saat di mana ia merasa seakan-akan Tuhan telah melupakannya (ay. 23). Tetapi di samping itu, ia juga memiliki keyakinan (ay. 1-9) bahwa Tuhan pasti menolong. Berulang kali Pemazmur berseru agar Tuhan melindunginya. Pemazmur menyatakan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungannya (ay. 2,3,5).  Dalam Mazmur  ini, Daud mengungkapkan jeritan hati orang percaya yang menderita. Tetapi di dalam jeritan tidak semata- mata berisi keluhan dan ratapan tetapi juga berisi ungkapan kepercayaan; ada keyakinan iman. Doa ini menyatakan bahwa pada saat kesukaran hebat kita dapat bersembunyi "dalam naungan wajah Tuhan"

Tuhan adalah Gunung batu. Gunung batu merupakan tempat orang berpijak dan tempat berlindung untuk mendapatkan keselamatan dari serangan musuh maupun ketika terjadi badai. Tuhan menjadi tempat perlindungan dalam tantangan ketika para musuh yang menyerang Pemazmur. Keyakinannya kepada Allah sebagai tempat perlindungan tidak membuat ia lengah, tetapi ia tetap mencari kehendak Tuhan dan hidup di dalam Tuhan. Allah menjadi Gunung Batu dan tempat perlindungan yang membuat Pemazmur tetap berharap dalam situasi tanpa harapan.

Kita akan memasuki Minggu Estomihi. Estomihi berasal dari kata Latin Esto Mihi = 'Jadilah bagiku' (Mazmur 31:3b). Minggu Estomihi menunjuk pada titik peralihan, dari perjalanan Yesus di Galilea kepada perjalanan-Nya ke Yerusalem yakni perjalanan menuju Salib. Perjalanan Yesus menuju salib akan direnungkan sepanjang 7 minggu ini. Perjalanan Yesus menuju salib adalah perjalanan melindungi, menyelamatkan dan membebaskan. Karena itu kita memohon agar Yesus yang menuju ke Salib menjadi perlindungan kita. Ia adalah Gunung batu dan tempat berlindung yang teguh. Manusia tidak dapat bebas dan lepas dari belengu dosa. Hanya ‘Dia yang menuju ke Salib’ saja yang dapat melakukannya. Sepanjang jalan menuju salib, Yesus dihujat, di hina, dipukul, dicambuk, diludahi bahkan Ia tergantung disalib, namun penderitaan kitalah yang Dia pikul. Dari Salib Kristus, ada pengharapan dan pembebasan bagi saya dan saudara.

Kita sedang hidup dalam dunia yang penuh dengan 1001 macam persoalan. Di tengah berbagai pergumulan, jadikanlah Yesus sebagai sebagai Gunung Batu dan tempat perlindungan. Pada Yesus kita akan tentram dan aman. Aman bukan sekadar tidak ada musuh atau bencana atau masalah yang menghadang hidup orang percaya. Aman di dalam Tuhan adalah kondisi batin yang sungguh – sungguh mengalami kehadiran Tuhan dan meyakini  bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi di luar pengetahuan, kendali, dan kasih Tuhan. 

Aman di dalam Tuhan berarti semakin memercayai pemeliharaan Tuhan walaupun situasi dan kondisi di sekeliling kita tidak kondusif. Aman dalam perlindungan Tuhan selaku Gunung Batu akan menjadikan kita tetap kuat meskipun mengalami jatuh bangun kehidupan, tetap percaya meskipun sulit, tetap berharap walau keadaan tidak lagi memberi harapan. Di tiap keadaan, tiap waktu dan tempat imanilah bahwa Yesus yang menderita sengsara dan mati adalah Gunung batu dan tempat perlindungan yang teguh. Selamat memasuki Minggu – minggu sengsara. Selamat memaknai sengsara Yesus Kristus di tengah panggilan berkarya dan melayani Tuhan. Amin.  

_Sorong, 2602'19_

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "RENUNGAN : MINGGU ESTOMIHI"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

YANG PALING BARU

MAKNA ALLAH ADALAH KASIH BAGI KITA (I Yohanes 4:7-21)

ABOUT ME

Foto saya
Waropen, Papua, Indonesia
Suka menulis dan selalu belajar hal-hal positif dalam diri orang lain

Iklan

Display

Inarticle

Infeed