RENUNGAN: PERJAMUAN KUDUS PERSEKUTUAN DALAM KASIH DAN PENGORBANAN KRISTUS (Markus 14:22-25)

Persekutuan keluarga yang dikasihi Tuhan,

Ponsel yang penuh aplikasi dan file, dapat menyebabkan kinerjanya menjadi lambat dan bermasalah. Begitupun hati manusia jika dipenuhi kekecewaan dan kemarahan dapat menyebabkan relasi dengan keluarga dan sesama bermasalah. Pengorbanan Yesus memulihkan relasi dalam persekutuan dan dalam keluarga agar dipenuhi kasih Tuhan. Hubungan dipulihkan dan kehidupan keluarga serta persekutuan kembali berjalan dengan baik. Firman Tuhan dari Markus 14:22–25 mengajak kita untuk merenungkan kasih dan pengorbanan Kristus dalam hidup kita secara khusus ketika kita sedang berada pada minggu – minggu sengsara saat ini.

 

Pada malam terakhir sebelum penderitaan-Nya, Yesus tidak memilih tempat mewah atau acara besar. Ia duduk bersama murid-murid-Nya dalam sebuah perjamuan. Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecahkannya, dan berkata, “Inilah tubuh-Ku.” Ia juga mengambil cawan dan berkata, “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.” Kasih dan pengorbanan Kristus dinyatakan dalam kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Yesus mengajarkan bahwa persekutuan membutuhkan kehadiran yang utuh. Roti yang dipecahkan bukan hanya lambang tubuh Kristus, tetapi juga tanda bahwa kasih selalu memberi diri dalam pengorbanan. Kasih diwujudkan dalam kepedulian dan pengorbanan. Dalam kehidupan keluarga saat ini, marilah kita belajar peduli dan berkorban. Pengobanan itu bisa berarti meluangkan waktu, menunda kesibukan, atau melepaskan ego demi relasi yang sehat. Mari menjadi keluarga – keluarga yang bukan hanya tinggal bersama dalam satu rumah tapi juga saling peduli dengan kebutuhan masing – masing. Bapa memberi waktu untuk mendengar curhat dari mama, orang tua memberi waktu untuk mendengar uneg – uneg dari anak – anak.

 

Cawan yang diminum bersama melambangkan darah Kristus, darah perjanjian yang membawa pengampunan. Mari membuka ruang untuk saling mengampuni dalam keluarga. Kata – kata bisa lebih tajam dari pedang. Sikap tidak peduli dan postingan media sosial bisa menimbulkan luka di hati. Tapi pengampunan yang bersumber dari Yesus pasti memulihkan. Yesus juga berbicara tentang pengharapan: Ia akan minum Anggur yang baru dalam Kerajaan Allah. Ini mengingatkan keluarga Kristen bahwa hidup tidak berhenti pada masalah hari ini. Ada masa depan yang Tuhan sediakan. Di tengah tekanan ekonomi, tuntutan pendidikan, dan kekhawatiran akan masa depan anak-anak, Kristus memberi pengharapan yang meneguhkan. Menghayati kasih dan pengorbanan Kristus berarti membawa semangat Perjamuan Kudus ke dalam kehidupan sehari-hari keluarga. Ketika kita memilih mendengar daripada sibuk dengan ponsel, mengampuni daripada menyimpan sakit hati, dan berbagi daripada mementingkan diri sendiri, di situlah kasih Kristus menjadi nyata. Melalui persekutuan keluarga rayon ini, kita diteguhkan bahwa keluarga adalah tempat pertama kasih Kristus dihidupi. Ponsel yang penuh aplikasi dan file mesti dibersikan, maka bersihkanlah sampah – sampah di hati dengan kasih Kristus.Dari meja Perjamuan Tuhan, kita kembali ke meja makan keluarga, membawa kasih dan pengorbanan Kristus, agar keluarga-keluarga kita menjadi terang di tengah dunia. Amin.

 

 

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "RENUNGAN: PERJAMUAN KUDUS PERSEKUTUAN DALAM KASIH DAN PENGORBANAN KRISTUS (Markus 14:22-25)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed