RENUNGAN AKHIR BULAN: TUHAN TEMPAT PERLINDUNGAN KITA (Mazmur 27:1-14)

Tuhan memberi napas setiap hari. Tuhan memelihara keluarga kita. Tuhan menopang pelayanan kita. Tuhan menjaga gereja-Nya. Jika sampai hari ini kita masih berdiri, itu karena:  Tuhan adalah terang kita.  Tuhan adalah keselamatan kita. Tuhan adalah tempat perlindungan kita. Tema kita hari ini: Tuhan tempat perlindungan kita. Mazmur 27:1-14 mengingatkan kita pada satu kebenaran yang teguh: Tuhan adalah terang dan keselamatan kita, kepada siapa kita harus takut? Pemazmur, yaitu Daud, menulis dengan keyakinan yang luar biasa. Padahal hidupnya tidak selalu tenang. Ia pernah dikejar musuh, dikhianati, bahkan hidup dalam ancaman. Namun di tengah tekanan itu, ia berkata, “Tuhan adalah benteng hidupku.” Bukan istana, bukan tentara, bukan kekuatan diri—tetapi Tuhan sendiri.

 

Kata “terang” dalam bahasa Ibrani adalah אוֹר (or). Terang adalah simbol hadirat Allah yang mengusir kegelapan, kebingungan, dan ketakutan. Selama 28 hari ini terang Tuhan menuntun kita, mungkin ada kegelapan yakni ketidakpastian ekonomi, pergumulan keluarga, pelayanan yang melelahkan, kesehatan yang menurun. Tapi Tuhan selalu menuntun. Tuhan itu keselamatan. Kata Ibraninya adalah יְשׁוּעָה (yeshuah) yang berarti pembebasan, pertolongan, kemenangan yang datang dari Tuhan sendiri. Artinya Keselamatan bukan hasil kekuatan kita. Bukan hasil strategi kita. Tetapi anugerah Allah. Bulan ini mungkin tidak sempurna. Tetapi kita tidak binasa. Itu karena yeshuah Tuhan menopang kita. “TUHAN adalah benteng hidupku…” Kata “benteng” dalam bahasa Ibrani adalah מָעוֹז (maoz) tempat perlindungan yang kokoh, tempat berlindung saat perang. Tuhan adalah ma’oz; perlindungan yang tidak bisa ditembus musuh. Februari mungkin mengguncang kita. Tetapi tidak menghancurkan kita. Perlindungan Tuhan bukan berarti tanpa masalah. Perlindungan Tuhan berarti kita aman di tengah masalah.

 

Mazmur 27:4 berkata: “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN…” Di tengah ancaman, Daud tidak meminta kemenangan militer. Ia meminta tinggal di rumah Tuhan. Mengapa? Karena kehadiran Tuhan lebih penting daripada penyelesaian masalah. Banyak orang mencari keamanan finansial, pengakuan manusia, kenyamanan hidup. Tetapi Daud mencari wajah Tuhan. Pertanyaan untuk kita di akhir bulan ini: Apa yang paling kita cari dalam hidup kita? Carilah Tuhan dan kekuatanNya selalu. Namun Mazmur ini mengajarkan bahwa perlindungan sejati bukanlah situasi tanpa masalah, melainkan kehadiran Tuhan di tengah masalah. Daud tidak berkata bahwa musuhnya tidak ada. Ia berkata bahwa sekalipun tentara berkemah mengepung dia, hatinya tidak takut. Perlindungan bukan berarti badai berhenti, tetapi kita aman di dalam tangan Tuhan. Sering kali kita mencari perlindungan pada hal-hal yang terlihat: tabungan, jabatan, relasi, bahkan kemampuan diri. Semua itu baik, tetapi terbatas. Ketika semuanya goyah, hanya Tuhan yang tetap. Ayat 4 menjadi pusat dari mazmur ini: “Satu hal telah kuminta kepada Tuhan… diam di rumah Tuhan seumur hidupku.” Di tengah ancaman, Daud justru rindu dekat dengan Tuhan. Inilah rahasia kekuatan rohani: bukan hidup tanpa masalah, tetapi hidup yang melekat pada Tuhan. Di akhir Februari ini, pertanyaannya bukan seberapa besar masalah kita, tetapi seberapa dekat kita dengan Tuhan. Karena di dalam hadirat-Nya ada ketenangan yang tidak bisa diberikan dunia. Mazmur ini juga jujur. Di ayat 13-14, Daud berkata, “Nantikanlah Tuhan! Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!” Ini menunjukkan bahwa menanti Tuhan membutuhkan keberanian. Mungkin ada di antara kita yang sedang menanti: menanti pemulihan keluarga, menanti pekerjaan, menanti kesembuhan, menanti kepastian masa depan. Janganlah menyerah dan putus asa. Tuhan adalah tempat perlindungan yang tidak runtuh oleh waktu. Tuhan adalah rumah jiwa kita. Tempat kita kembali. Tempat kita bernafas. Tempat kita dipulihkan. Mari katakan seperti Daud.  “Tuhan adalah terangku.”, “Tuhan adalah keselamatanku.”, “Tuhan adalah benteng hidupku.” Jika bulan ini melelahkan, datanglah kepada Tuhan. Jika bulan ini penuh syukur, tetaplah dekat dengan Tuhan. Jika bulan ini penuh pertanyaan, nantikanlah Tuhan. Menanti bukan berarti pasif. Menanti berarti percaya bahwa tangan Tuhan masih bekerja walau mata kita belum melihat. Jika bulan ini terasa berat, jadikan Tuhan rumahmu. Jika bulan ini penuh syukur, jadikan Tuhan pusat sukacitamu. Jika bulan ini penuh misteri, jadikan Tuhan tempat perlindunganmu. Selamat mengakhiri Februari dengan syukur dan selamat memasuki Bulan Maret dengan iman. Amin.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "RENUNGAN AKHIR BULAN: TUHAN TEMPAT PERLINDUNGAN KITA (Mazmur 27:1-14)"

Posting Komentar

Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.

ABOUT ME

Foto saya
Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia
Menemukan PELANGI dalam hidup sendiri dan menjadi PELANGI di langit hidup sesama. Like and Subscribe my youtube channel: DEAR PELANGI CHANNEL

Iklan

Display

Inarticle

Infeed