MARKUS 14:32-42 AKTIVITAS DAN GAMES DALAM IBADAH
Usulan Untuk Ibadah Rayon dan Unsur:
Metode sesuai Buku Manna: Diskusi
Aktivitas/Games: Quis “Seberapa Kenal Getsemani”
Pemimpin membuat pertanyaan yang mesti dijawab cepat oleh peserta
Contoh pertanyaan:
ü Di mana Yesus berdoa?
ü Siapa 3 murid yang diajak lebih dekat?
ü Berapa kali Yesus kembali dan mendapati mereka tidur?
Hadiah kecil bisa ditambahkan untuk memberi semangat
Aktivitas/Games: “Tetap Berjaga”
Tujuan: Melatih fokus dan kesetiaan dalam hal kecil
Proses:
ü Bagi peserta dalam kelompok kecil
ü Setiap kelompok diberi tantangan:
ü Diam dan fokus (tanpa HP, tanpa bicara) selama 10–15 menit
ü Pemimpin sengaja memberi distraksi (suara, godaan, dll atau ada yang ditunjuk khusus menjadi pengganggu)
Makna: Berjaga itu tidak mudah—selalu ada gangguan.
Aktivitas/Games: “Drama Freeze Detik – detik Getsemani”
Tujuan: Menggali momen penting
Proses:
Peserta menyanyi dan pemimpin menyebut adegan: Yesus Berdoa, Murid – murid Tidur, Teguran Yesus, dll lalu peserta membuat adegan “freeze” (patung hidup)
Makna: Momen kecil bisa punya makna rohani besar.
Aktivitas/Games: “Doa Getsemani Pribadi”
Proses:
ü Bacakan bagian doa Yesus: “Ya Abba, Bapa…”
ü Minta peserta menulis: Pergumulan terbesar saat ini? Hal yang paling sulit mereka “serahkan kepada Tuhan”?
Makna: Belajar berkata seperti Yesus: “Bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu.”
Aktivitas/Games: “Cawan Pergumulan”
Alat: Gelas / cawan, Kertas kecil, Pulpen
Proses:
ü Setiap peserta menuliskan pergumulan atau ketakutan mereka di kertas.
ü Kertas dilipat dan dimasukkan ke dalam sebuah “cawan”.
ü Fasilitator menjelaskan bahwa Yesus juga membawa pergumulan-Nya kepada Bapa.
ü Setelah itu dilakukan doa bersama, menyerahkan semua pergumulan kepada Tuhan.
Makna: Yesus menunjukkan bahwa doa adalah tempat menyerahkan pergumulan kepada Allah.
Aktivitas/Games: “Ikuti Kehendak Tuhan”
(Berdasarkan ayat 36: “Bukan apa yang Aku kehendaki, tetapi apa yang Engkau kehendaki.”)
Proses:
Fasilitator memberi beberapa instruksi sederhana: berdiri, duduk, angkat tangan, berputar
Tetapi peserta hanya boleh mengikuti perintah jika didahului kata “Kehendak Tuhan berkata…”
Jika hanya disebutkan perintah tanpa kata tersebut, peserta tidak boleh bergerak.
Pesan: Belajar mendengar dan mengikuti kehendak Tuhan, bukan kehendak sendiri.
Aktivitas/Games: “Jika Aku Ada di Getsemani”
Proses:
ü Peserta menutup mata selama 1 menit.
ü Fasilitator mengajak mereka membayangkan: malam yang sunyi, Yesus berdoa dengan sangat sedih, murid-murid tertidur.
ü Setelah itu peserta menjawab pertanyaan di kertas:
a. Jika aku ada di sana, apa yang akan aku lakukan?
b. Apakah aku akan berjaga atau tertidur?
c. Apa yang bisa kupelajari dari Yesus?
Makna: Mengajak peserta merenungkan kesetiaan kepada Yesus.
Aktivitas/Games: “Doa Tiga Kali”
(Berdasarkan kisah Yesus yang berdoa beberapa kali di Getsemani)
Proses:
ü Peserta duduk dengan tenang.
ü Fasilitator memimpin tiga tahap doa:
a. Doa pertama: menyerahkan ketakutan kepada Tuhan.
b. Doa kedua: menyerahkan pergumulan hidup.
c. Doa ketiga: berdoa “jadilah kehendak-Mu.”
Makna: Mengajarkan bahwa doa bukan hanya meminta, tetapi menyerahkan diri kepada kehendak Allah.
Aktivitas/Games: “Jangan Tertidur!”
Tujuan: Menggambarkan bagaimana sulitnya berjaga.
Cara bermain:
ü Peserta berdiri melingkar.
ü Sebuah bola kecil dilempar dari satu orang ke orang lain.
ü Setiap menerima bola, peserta harus berkata: “Aku berjaga dan berdoa!”
ü Jika seseorang lupa berkata kalimat tersebut atau terlalu lama memegang bola, ia dianggap “tertidur.”
Pesan: Kehidupan iman membutuhkan kewaspadaan rohani.
Aktivitas/Games: “Ikuti Pemimpin”
Tujuan: Menggambarkan ketaatan Yesus kepada kehendak Bapa.
Proses:
ü Peserta berbaris di belakang seorang pemimpin.
ü Pemimpin berjalan dengan berbagai gerakan: berjalan pelan, berhenti, berlutut
ü Semua peserta harus mengikuti dengan tepat.
ü Peserta yang salah gerakan keluar dari barisan.
Refleksi: Yesus mengajarkan kita untuk mengikuti kehendak Allah dengan setia.
Aktivitas/Games: “Jejak Getsemani”
Alat: Kertas dengan beberapa kata: Doa, Takut, Taat, Berjaga, Kehendak Tuhan
Proses:
ü Kertas-kertas ditempel di lantai seperti jejak langkah.
ü Peserta berjalan mengikuti jejak tersebut.
ü Saat berhenti di satu kata, peserta harus menjelaskan makna kata itu dalam kisah Getsemani.
Pesan: Perjalanan iman melibatkan pergumulan, doa, dan ketaatan.
Aktivitas/Games: “Lingkaran Doa Sahabat”
Proses:
ü Peserta duduk melingkar.
ü Setiap orang menyebutkan satu hal yang ingin didoakan.
ü Orang di sebelahnya mendoakan hal tersebut.
Makna: Seperti Yesus mengajak murid-murid-Nya berjaga bersama, kita juga saling menopang dalam doa.
Aktivitas/Games: “Menara Doa”
Tujuan: Mengajarkan pentingnya doa yang terus-menerus.
Proses:
ü Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok.
ü Setiap kelompok diberi sedotan, gelas plastik, atau balok kecil.
ü Setiap kali menyebutkan satu pokok doa, mereka boleh menambahkan satu bagian untuk membangun menara.
ü Kelompok yang memiliki menara tertinggi menjadi pemenang.
Refleksi: Semakin banyak kita berdoa, semakin kuat “bangunan rohani” kita.
Aktivitas/Games: “Cari Kata Getsemani”
Alat: Lembar teka-teki mencari kata.
Kata yang dicari: Yesus, Doa, Taman, Murid, Berjaga, Bapa, Kehendak
Proses: Peserta yang menemukan semua kata paling cepat menjadi pemenang.
Makna: Membantu peserta mengingat unsur penting dalam kisah Getsemani.
Aktivitas/Games: “Kata Terakhir”
Proses:
ü Fasilitator menyebutkan satu kata dari kisah Getsemani, misalnya “Doa.”
ü Peserta berikutnya harus menyebutkan kata yang berkaitan, misalnya:
Doa → Yesus
Yesus → Murid
Murid → Tertidur
Tertidur → Berjaga
ü Jika seseorang tidak bisa menyebutkan kata baru dalam 5 detik, ia keluar dari permainan.
Pesan: Mengajak peserta mengingat alur cerita Alkitab.


Belum ada Komentar untuk "MARKUS 14:32-42 AKTIVITAS DAN GAMES DALAM IBADAH"
Posting Komentar
Hai, sahabat DEAR PELANGI ... silahkan memberi komentar sesuai topik dengan bahasa yang sopan.